Langkah Kemendag Jaga Stabilitas Harga Jelang Natal dan Tahun Baru

Oleh: Hendra Friana - 6 Desember 2018
Dibaca Normal 1 menit
"Pemerintah daerah juga diharapkan dapat melaporkan perkembangan kelancaran distribusi dan jumlah pasokan bapok."
tirto.id - Kementerian Perdagangan menyiapkan beberapa langkah untuk menjaga stabilitas harga pangan jelang natal dan tahun baru. Staf Ahli Bidang Perdagangan dan Jasa Kementerian Perdagangan, Lasminingsih, mengatakan bahwa langkah tersebut terdiri dari penguatan regulasi, rakor bersama pemerintah daerah, dan memastikan pasokan tercukupi di pasar-pasar.

Langkah pertama dilakukan dengan Penerbitan Permendag terkait di antaranya: pendaftaran pelaku usaha bapok (Permendag 20/2017), Harga Eceran Tertinggi (HET) beras melalui Permendag 57/2017, serta harga acuan di konsumen dalam Permendag 96/2018.

"Kami juga memastikan seluruh Permendag ini diimplementasikan dengan baik dan benar oleh para pelaku usaha," katanya lewat keterangan resmi yang diterima Tirto, Kamis (6/11/2018).

Sementara dalam rakor dengan Pemerintah daerah, Kemendag meminta seluruh provinsi melaporkan perkembangan harga harian di pasar untuk mengantisipasi potensi kenaikan permintaan bahan pokok.

"Pemerintah daerah juga diharapkan dapat melaporkan perkembangan kelancaran distribusi dan jumlah pasokan bapok (bahan pokok)," imbuh Lasminingsih. Pelaporan tersebut juga dapat disusun oleh beberapa instansi terkait serta pelaku usaha.

Selanjutnya, langkah ketiga dilakukan dengan memantau dan mengawasi harga pangan di pasar lewat kerja sama Eselon I Kemendag dan Satgas Pangan di seluruh wilayah Indonesia.

"Langkah ini untuk memastikan ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga, termasuk menjamin pendistribusian bapok," tutur Lasminingsih.

Terakhir, melalui upaya penetrasi pasar yang bekerja sama dengan pemerintah daerah, Bulog Divre setempat, dan pelaku usaha distribusi barang di daerah pantauan untuk memastikan pasokan tersedia dalam jumlah cukup hingga menjelang Natal dan Tahun Baru.

Beberapa yang sudah dilakukan, misalnya, peninjauan ke Pasar Kreneng dan Pasar Badung di Provinsi Bali. Berdasarkan hasil pemantauan per 5 Desember 2018, harga beras medium di Pasar Kreneng berkisar antara Rp9.000/kg–Rp9.600/kg.

Selain itu,Harga gula pasir sebesar Rp11.000/kg dan minyak goreng curah Rp10.350/liter. Sementara, harga daging sapi, telur ayam ras masing-masing Rp78.000–Rp125.000/kg, dan Rp24.000/kg.

Sementara cabe merah keriting, bawang merah dan bawang putih tercatat masing-masing sebesar Rp20.000/kg, Rp24.000/kg, dan Rp18.000/kg.


Baca juga artikel terkait NATAL 2018 atau tulisan menarik lainnya Hendra Friana
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Hendra Friana
Penulis: Hendra Friana
Editor: Yulaika Ramadhani
Dari Sejawat
Infografik Instagram