Lalu Lintas di Jalan Nasional Selama PSBB di Pulau Jawa Turun 68%

Reporter: Selfie Miftahul Jannah - 29 Apr 2020 09:23 WIB
Dibaca Normal 3 menit
Lalu lintas jalan nasional selama PSBB di Pulau Jawa turun rata-rata hingga 68 persen.
tirto.id - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan terjadi penurunan lalu lintas jalan nasional selama PSBB di Pulau Jawa.

Jumlahnya bervariasi, mulai dari penurunan 33 persen hingga 89 persen dengan rata-rata kepadatan di lalu lintas jalan nasional turun hingga 68 persen, selama pemantauan dan evaluasi pada jalan nasional (non tol) yang terdampak kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No 21 Tahun 2020 tentang PSBB dilakukan untuk percepatan penanganan COVID-19 terutama di Pulau Jawa yang menerapkan PSBB dengan prinsip utama untuk membatasi pergerakan dan membatasi interaksi orang.

“Pentingnya disiplin yang kuat bagi setiap warga dalam melaksanakan kebijakan work from home sebagai upaya untuk memutus rantai penyebaran COVID-19, serta untuk tidak Mudik Lebaran pada tahun 2020 ini. Dengan demikian traffic di jalan tol dan jalan nasional diharapkan dapat lebih menurun lagi,” ujar Basuki dalam keterangan resmi yang diterima Tirto, Selasa (29/4/2020).

Ia mengatakan, layanan jalan tol dan non-tol tetap beroperasi sebagai jalur logistik untuk pergerakan barang kebutuhan pangan, alat kesehatan, serta layanan kesehatan dan kendaraan medis. Selain itu, layanan tol juga diperbolehkan beroperasi untuk pergerakan orang pada skala lokal atau kawasan Jabodetabek.

"Di Pulau Jawa sendiri, terdapat sejumlah jalan nasional yang berada dalam wilayah PSBB yakni di Provinsi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta, dan Jawa Timur. Semua terjadi penurunan trafik," kata dia.

Begitu pula terjadi penurunan di jalan nasional di Provinsi Banten. Terdapat empat ruas jalan nasional yang berada di wilayah PSBB yakni ruas Merak di Kota Cilegon terjadi penurunan traffic sebesar 47 persen, di ruas batas kota. Di Kota Cilegon- sampai ruas batas Kota Serang turun sebesar 55 persen.

Kemudian terjadi penurunan juga di ruas Kota Serang- batas Kota Tangerang sebesar 58 persen. Lanjut ke rute Jalan Daan Mogot ruas Tangerang - batas kota DKI pun mengalami menurunan sebesar 51 persen.

Penurunan lalu lintas juga terjadi di Provinsi Jawa Barat. Lalu lintas harian rata-rata di empat ruas jalan nasional yakni ruas Soekarno Hatta Bandung turun sebesar 46 persen.

Kota Padalarang sampai batas Kota Bandung pun turun sebesar 66 persen, ruas Lintas Tengah sampai batas Kota Cileunyi-Nagreg turun sebesar 49 persen, dan ruas Lintas Utara batas Kabupaten Subang- Karawang hingga batas wilayah Pamanukan turun sebesar 33 persen.

Tak hanya di wilayah Zona Merah, di Provinsi Jawa Tengah juga terdapat delapan ruas jalan nasional yang masuk wilayah PSBB dan mengalami penurunan.

Basuki menerangkan, lalu lintas tersebut yaitu ruas Losari batas Provinsi Jabar-Pejagan dengan penurunan sebesar 83 persen, kemudian Jalan Siliwangi sampai batas Semarang turun sebesar 84 persen.

"Kota Rembang-Bulu batas Provinsi Jatim juga turun 69 persen. Ada di Prupuk sampai batas Kabupaten Tegal - Banyumas juga turun sebesar 79 persen, Karang Pucung-Wangon turun sebesar 80 persen," terang dia.



Kondisi serupa juga terjadi di Simpang 3 Jeruk Legi sampai batas Kota Cilacap kepadatan lalu lintasnya turun sebesar 88 persen. Kemudian ruas batas Kabupaten Temanggung-Semarang-Bawen pun turun sebesar 67 persen, dan Kartasura-Kota Surakarta turun sebesar 71 persen.

"Pada lintas utama Jawa Tengah, terjadi penurunan volume kendaraan penumpang yang sangat signifikan dibandingkan kendaraan barang. Penurunan kendaraan penumpang berkisar antara 75 persen hingga 89 persen," jelas dia.

Di wilayah DI Yogyakarta penurunan lalu lintas juga terjadi di lima ruas jalan nasional yang masuk wilayah PSBB yakni ruas Karang Nongko sampai batas Provinsi Jateng - Toyan turun sebesar 80 persen, Jalan Arteri Utara Barat Yogyakarta turun sebesar 60 persen.

Basuki menjelaskan, ada penurunan kepadatan lalu lintas di Jalan Arteri Utara Yogyakarta sebesar 60 persen, kemudian dari batas Kota Sleman sampai batas Kota Yogyakarta turun sebesar 69 persen, serta Janti Yogyakarta-Prambanan sampai batas Provinsi Jateng turun sebesar 76 persen.

Data pemaparan dilanjutkan ke wilayah Jawa paling Timur. Di Provinsi Jawa Timur, terdapat lima ruas jalan nasional yang masuk wilayah PSBB dan terjadi penurunan lalu lintas yakni Jalan Pattimura, Bangil turun sebesar 78 persen, ruas Widang atau Bdahan - batas Kota Lamongan pun turun sebesar 77 persen.

"Di Jawa Timur ada penurunan juga Batas Kota Nganjuk - Kertosono sebesar 89 persen, kemudian batas Kota Madiun sampai batas Kota Caruban juga trafiknya turun sebesar 84 persen, dan batas Kota Jombang sampai batas Kabupaten Mojokerto turun sebesar 80 persen," ujar dia.

Lalu Lintas Sulawesi dan Riau Juga Turun


Pendataan tak berhenti di Pulau Jawa, Basuki memaparkan ada pula penurunan lalu lintas harian di Luar Pulau Jawa. Tercatat terjadi penurunan lalu lintas harian di Provinsi Sulawesi Selatan dan Riau yang masuk dalam wilayah PSBB.

Sebanyak 10 ruas di Sulawesi Selatan masuk dalam wilayah PSBB yakni ruas Cambaya dengan penurunan sebesar 66 persen, Kaluku Bodoa sebesar 67 persen, Ramp Tallo Barat sebesar 53 persen, Ramp Tallo Timur sebesar 39 persen, Tamalanrea sebesar 76 persen, Parangloe sebesar 75 persen, Ramp Parangloe sebesar 67 persen, Ramp Bira Timur sebesar 77 persen, Ramp Bira Barat sebesar 69 persen dan Biringkanaya sebesar 77 persen.

Kemudian penurunan juga terjadi di Provinsi Riau tercatat lima ruas jalan nasional masuk dalam wilayah PSBB yakni bagas Kabupaten Kampar - batas Kota Bangkinang dengan penurunan rata-rata lalu lintas sebesar 37 persen, Simpang Palas - batas Kota Pekanbaru sebesar 55 perse , Simpang Kayu Ara - batas Kabupaten Pelalawan Pekanbaru turun sebesar 68 persen dan Kaharuddin Nasution Pekannaru Marpoyan turun sebesar 82 persen.


Baca juga artikel terkait PANDEMI CORONA atau tulisan menarik lainnya Selfie Miftahul Jannah
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Selfie Miftahul Jannah
Penulis: Selfie Miftahul Jannah
Editor: Maya Saputri

DarkLight