Kronologi Gunung Sinabung Meletus Hari Ini & Kondisi Setelah Erupsi

Penulis: Addi M Idhom, tirto.id - 10 Agu 2020 21:15 WIB
Dibaca Normal 3 menit
Gunung Sinabung meletus dua kali hari ini, Senin (10/8/2020). Dalam 3 hari terakhir, terjadi 4 kali erupsi Gunung Sinabung.
tirto.id - Gunung Sinabung yang terletak di Kabupaten Karo, Sumatera Utara meletus sebanyak dua kali dengan interval waktu pendek pada hari ini, Senin (10/8/2020). Waktu kemunculan dua letusan Gunung Sinabung tersebut hanya terpaut satu jam.

Erupsi pertama Gunung Sinabung hari ini terjadi sekitar pukul 10.16 WIB, Senin pagi. Letusan pertama ini mengeluarkan kolom abu setinggi ± 5000 meter di atas puncak Gunung Sinabung. Saat itu, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur dan tenggara.

Laporan tertulis petugas bernama Moh Nurul Asrori, yang dilansir laman resmi milik Badan Geologi, Kementerian ESDM, yakni Magma Indonesia, menunjukkan letusan pertama Gunung Sinabung pada Senin pagi terekam di seismograf, dengan amplitudo maksimum 120 mm dan durasi selama 1.785 detik.

Satu jam kemudian, Gunung Sinabung kembali erupsi. Letusan kedua Gunung Sinabung tersebut terjadi sekitar pukul 11.17 WIB, juga Senin pagi. Letusan ini terekam di seismograf memiliki amplitudo maksimum 120 mm, dengan durasi selama 2.246 detik.

Dua letusan pada Senin pagi menggenapi erupsi Gunung Sinabung dalam 3 hari terakhir menjadi 4 kali. Dua letusan yang lain terjadi pada Sabtu lalu, 8 Agustus 2020.

Letusan pertama pada 8 Agustus lalu terjadi sekitar pukul 01.58 WIB. Letusan pada Sabtu dini hari ini sekaligus merupakan erupsi Sinabung yang pertama pada tahun 2020. Erupsi yang terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 120 mm dan durasi 3644 detik tersebut memunculkan kolom abu setinggi 2.000 meter dari puncak Gunung Sinabung.

Ketika erupsi itu berlangsung, kolom abu teramati berwarna kelabu hingga coklat. Arah gerak abu vulkanik saat itu menuju ke arah timur dengan intensitas sedang hingga tebal.

Beberapa jam kemudian, pada 8 Agustus sore atau pukul 17.18 WIB, erupsi terjadi lagi. Letusan Gunung Sinabung itu mendorong lontaran kolom abu setinggi ± 1000 meter di atas puncak, yang berwarna kelabu dan bergerak ke arah timur dan tenggara. Catatan rekaman seismograf menunjukkan erupsi Sinabung ini memiliki amplitudo maksimum 60 mm dan durasi 2.183 detik.

Berdasarkan analisis PVMBG, erupsi Sinabung pada 8 Agustus lalu termasuk dalam jenis letusan freatik. Sebab, erupsi pada 8 Agustus 2020 tidak didahului oleh kenaikan gempa-gempa vulkanik yang signifikan. Hal itu menandakan tidak ada suplai magma ke permukaan kawah Gunung Sinabung.

"Erupsi yang terjadi pada 8 Agustus 2020 lebih diakibatkan oleh overpressure dan aktivitas permukaan," demikian kesimpulan PVMBG.


Dampak Erupsi Gunung Sinabung Hari Ini

Kepala Pusat data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati menyatakan setidaknya ada tiga kecamatan di Kabupaten Karo yang terpapar hujan abu akibat erupsi Gunung Sinabung hari ini: Naman Teran, Berastagi dan Merdeka. Sabtu lalu, wilayah Berastagi dan Merdeka juga terguyur hujan abu vulkanik dari Sinabung.

"Wilayah tersebut terpapar abu vulkanik yang cukup tebal," kata Raditya dalam keterangan resminya, Senin (10/8/2020).

Menurut Raditya, Tim Reaksi Cepat BPBD Karo mulai mendirikan posko dan dapur umum untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat penyintas. Selain itu, BPBD Karo menggerakkan 6 unit mobil tanki air dan 1 unit water-canon untuk membersihkan abu vulkanik yang menutupi jalan atau fasilitas umum. Masker dan air bersih pun didistribusikan ke masyarakat terdampak.

"Pemerintah Kabupaten Karo telah memberikan imbauan kepada warga setempat untuk tetap berada di dalam rumah," tambah Raditya.

Hujan abu juga mengguyur kawasan di luar Kabupaten Karo. Laporan Antara menyebutkan abu vulkanik erupsi Sinabung hari ini terbang hingga kawasan Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara. Ketebalan hujan abu di Kota Tebing Tinggi menyebabkan jarak pandang di jalan raya terbatas.

Hujan abu vulkanik terjadi pula di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Persebaran abu letusan Sinabung di Langkat membuat warga beberapa desa harus memakai masker untuk melindungi saluran pernapasan.

"Ada dua kali letusan Gunung Sinabung, dan abunya sampai ke desa kami," kata Kepala Desa Telagah, Kecamatan Sei Bingai, Langkat, Suranta Sitepu pada hari ini, seperti dilansir Antara.


Kondisi Gunung Sinabung Setelah Erupsi 10 Agustus 2020

Belum ada perubahan status kewaspadaan setelah muncul dua letusan Gunung Sinabung pada 10 Agustus 2020. Status Gunung Sinabung pun masih "Siaga" atau Level III. Status ini ditetapkan sejak 20 Mei 2019.

Dengan status Siaga tersebut, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas di area desa-desa yang sudah direlokasi, lokasi di radius radial 3 km dari puncak Gunung Sinabung, radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara.


Masyarakat di sekitar Gunung Sinabung juga diimbau memakai masker saat keluar rumah jika ada persebaran abu vulkanik. Sedangkan warga yang bermukim dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung diminta mewaspadai bahaya lahar.

Setelah terjadi dua kali erupsi pada Senin pagi, laporan pemantauan pada pukul 12.00-18.00 WIB yang disiarkan laman Magma Indonesia menunjukkan sejumlah jenis gempa terjadi.

Selama periode itu, Gunung Sinabung mengalami 19 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 5-80 mm, dan durasinya selama 20-75 detik. Masih pada rentang jam yang sama, terjadi pula 2 kali gempa Vulkanik Dalam, dengan amplitudo 6-13 mm, S-P 1.2-1.3 detik dan lama gempa 10-13 detik.

Selain itu, selama pukul 12.00-18.00 WIB hari ini, tercatat ada satu kali gempa Tremor Menerus dengan amplitudo 2-6 mm dan dominan 2 mm di Gunung Sinabung. Sementara asap kawah tidak teramati meskipun cuaca di sekitar puncak cerah hingga mendung.

Salah satu video pengamatan visual secara langsung (live) yang dilakukan untuk memantau situasi Gunung Sinabung pada hari ini disiarkan akun VolcanoYT yang bisa diakses melalui link ini.

Sementara video letusan Gunung Sinabung pada Senin pagi (10/8/2020) yang bisa disaksikan, salah satunya ialah rekaman yang diunggah oleh akun twitter resmi Magma Indonesia, berikut ini.


Baca juga artikel terkait GUNUNG SINABUNG atau tulisan menarik lainnya Addi M Idhom
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Addi M Idhom
Editor: Agung DH

DarkLight