Menuju konten utama

Kota Suci Umat Kristen Bethlehem Berada di Palestina

Kota suci Umat Kristen, Bethlehem yang terkenal sebagai tempat kelahiran Isa Al-Masih di "Church of the Nativity" ternyata berada di wilayah Palestina.

Kota Suci Umat Kristen Bethlehem Berada di Palestina
Palestina menghapus gerbang, bagian dari penghalang kontroversial israel, selama protes di kota tepi barat beit jala, dekat betlehem, 23 agustus 2015. menurut penyelenggara protes, demonstrasi digelar untuk memprotes apa yang mereka katakan adalah perampasan tanah oleh israel untuk membuat jalan bagi penghalang. Gambar reuters / mussa qawasma tpx of the day.

tirto.id - Kota suci Umat Kristen, Bethlehem yang terkenal sebagai tempat kelahiran Isa Al-Masih di "Church of the Nativity" berada di Palestina, jelas Pelaksana Fungsi Penerangan Sosial Kebudayaan KBRI Amman, Yordania, Edwien Satya, dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Selasa (28/3/2017).

Kepada para pengunjung pameran wisata Astindo Fair 2017 yang diselenggarakan di Jakarta pada 24-26 Maret, Edwien mengatakan bahwa selama ini masyarakat Indonesia mengira Bethlehem berada di Israel, padahal kota suci Umat Nasrani tersebut dan tempat wisata reliji lainnya berada di tanah Palestina.

Menurut Kuasa Usaha ad Interim KBRI Amman, Nico Adam sektor pariwisata merupakan salah satu sumber pendapatan negara yang paling besar bagi Palestina selain pertanian pohon zaitun yang telah dikenal menghasilkan minyak zaitun berkualitas tinggi.

"Palestina sangat membutuhkan kunjungan wisatawan dari Indonesia. Objek pariwisata yang dijual oleh Palestina dan Yordania umumnya merupakan wisata reliji. Berdasarkan catatan, jumlah kunjungan wisatawan Indonesia yang datang ke Palestina dan Yordania sepanjang tahun 2016 lalu sekitar 70 ribu orang," kata Nico.

Dia menambahkan Indonesia terus mendukung rakyat Palestina dalam segala hal, tidak saja dukungan politis untuk membantu perjuangan rakyat Palestina memperoleh kemerdekaannya dari tangan penjajah Israel, namun juga mendukung peningkatan perekonomian bagi rakyat Palestina.

Sementara itu, Duta Besar Yordania untuk Indonesia, Walid sangat gencar mempromosikan potensi wisata negaranya dan berharap agar Yordania tidak hanya menjadi tempat transit bagi wisatawan Indonesia yang akan mengunjungi Palestina.

Duta Besar Walid berharap wisatawan Indonesia dapat menikmati keindahan Yordania termasuk budaya dan kulinernya.

Saat ini Yordania menerapkan Jordan Pass, yaitu suatu program senilai JD 70 atau sekitar 100 dolar AS yang memberikan kemudahan bagi para wisatawan untuk mengunjungi Yordania.

Biaya tersebut sudah termasuk visa sebesar 70 dolar AS dan tiket masuk ke seluruh tempat wisata di Yordania dan diberikan kepada mereka yang menginap selama dua malam.

Baca juga artikel terkait ISRAEL - PALESTINA atau tulisan lainnya dari Maya Saputri

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Maya Saputri
Penulis: Maya Saputri
Editor: Maya Saputri