Menuju konten utama

Korsel Masih Buka Dialog untuk Korut Pasca-Uji Coba Rudal

Menjelang KTT G20 di Jerman, Presiden Korsel mengungkapkan bahwa akan berbahaya jika tidak ada dialog apa pun dengan Kim Jong-un.

Korsel Masih Buka Dialog untuk Korut Pasca-Uji Coba Rudal
Presiden terpilih Korea Selatan Moon Jae-in berbicara kepada pendukung di Lapangan Gwanghwamun di Seoul, Korea Selatan, Selasa (9/5). ANTARA FOTO/Seo Myeong-gon/Yonhap via REUTERS

tirto.id - Korea Utara mengklaim telah sukses melakukan uji coba rudal balistik antarbenua untuk pertama kalinya. Meski demikian, Presiden Korea Selatan Moon Jae-in bersikeras bahwa dia siap bertemu dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un "di mana pun dan kapan pun" guna meredakan ketegangan antara kedua negara.

Berbicara pada Kamis (6/7/2017)malam waktu setempat menjelang KTT G20 di Jerman, Moon mengungkapkan bahwa akan berbahaya jika tidak ada dialog apa pun dengan Kim Jong-un.

"Ketika syarat terpenuhi, saya siap bertemu dengan pemimpin Korea Utara di mana pun dan kapan pun," kata Moon di Berlin, menyerukan dialog panjang demi perdamaian.

"Ini harus digunakan sebagai kesempatan untuk menghentikan konflik dan penting untuk memulai dan mengambil langkah pertama," katanya menambahkan, sebagaimana dikutip dari Antara, Jumat (7/7/2017).

Sebagai informasi, dalam kunjungan kenegaraan ke Washington bulan lalu, Moon mengajukan syarat untuk perundingan perlucutan nuklir, termasuk di antaranya Korea Utara harus berhenti melakukan uji coba nuklir dan rudal dan berjanji membekukan aktivitas nuklir.

Moon mengatakan tawaran dialog tersebut masih berlaku meski ia menyerukan peningkatan sanksi terhadap Korea Utara.

"Masyarakat internasional harus bersikap tegas terhadap Korea Utara serta menjatuhkan sanksi yang lebih besar dan memberikan tekanan lebih berkenaan dengan aktivitas militer mereka," kata Moon.

"Namun, kita juga harus menekankan dengan jelas bahwa peluang dialog masih sepenuhnya terbuka lebar," tambahnya.

Sebelum bicara dengan Kanselir Jerman Angela Merkel di Berlin pada Rabu (5/7/2017) malam, Moon mengecam Pyongyang karena "provokasi besar" dengan uji rudal pekan ini dan mengatakan masyarakat internasional akan "meneliti kemungkinan untuk meningkatkan sanksi".

Merkel, tuan rumah G20, juga bicara mengenai tindakan terhadap Korea Utara. Ia mengatakan diskusi antara dia dan Moon "akan fokus mengenai bagaimana reaksi terbaik kami, bagaimana kami bisa meningkatkan tekanan, bagaimana kita bisa lebih lanjut meningkatkan sanksi".

Sementara itu, menurut laporan media pemerintah, Kamis (6/7/2017), pada bagiannya Pyongyang mengingatkan bahwa akan mudah menghancurkan geng Korea Selatan. Disebutkan, negara itu marah karena Seoul melakukan latihan rudal bersama dengan Amerika Serikat setelah uji misil mereka.

Baca juga artikel terkait KONFLIK KOREA atau tulisan lainnya dari Yuliana Ratnasari

tirto.id - Politik
Reporter: Yuliana Ratnasari
Penulis: Yuliana Ratnasari
Editor: Yuliana Ratnasari