Kontroversi dan Rekam Jejak Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan

Oleh: Yantina Debora - 27 Juli 2018
Dibaca Normal 1 menit
Zainudin pernah menyebut peringatan Hari Santri tiga tahun lalu sebagai ajang politis.
tirto.id - Sebanyak 12 orang ditangkap KPK dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar di Lampung Selatan sejak Kamis (26/7/2018) malam hingga Jumat (27/7/2018) dini hari tadi. Salah satu yang ditangkap adalah Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan.

Selain sebagai bupati Lampung Selatan, Zainudin Hasan juga dikenal sebagai adik kandung dari Ketua MPR sekaligus Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan.

Bukan kali ini, Bupati yang sedianya akan memimpin Lampung Selatan hingga 2021 itu menjadi sorotan publik. Tahun lalu, Bupati berusia 53 tahun ini dikecam karena menyampaikan pidato kontrovesial.

Saat upacara peringatan Hari Santri Nasional 2017, pada Minggu (22/10/2017), Zainudin semula menyatakan agar seluruh pesantren di Lampung Selatan bersatu.

Namun, dalam pidatonya tersebut, Zainudin juga menyinggung Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siraj sebagai sosok yang sering mengkotak-kotakkan umat Islam.

"Lihat saja di medsos. Ketua NU pusat itu sering bilang yang berjenggot dan bersorban itu, semakin panjang jenggotnya, semakin bodoh karena tertarik jenggotnya," kata Zainudin.

"Ketua PCNU Lampung Selatan harus berani memprotes. Kalau tidak ada bus untuk berangkat, kami siapkan bus."

Tidak hanya itu, Zainudin juga menyebut peringatan Hari Santri tiga tahun lalu sebagai ajang politis.

"Yang pertama dipersiapkan menjelang Pilpres. Yang kedua dipersiapkan menjelang Pilkada," kata Zainudin.

Pidato Zainudin pun langsung menuai kecaman salah satunya dari Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Lampung. Melalui Sekretaris PWNU Lampung Aryanto Munawar, pidato Zainudin dinilai telah menyinggung warga NU seluruh Indonesia dan Lampung pada khususnya.

"Itu pidato dari seorang bupati yang naif, bodoh, dan ahistoris," kata Munawar.

Kecaman yang mengalir pun memaksa Zainudin Hasan untuk menyampaikan permohonan maaf terkait pidatonya dalam sambutan memperingati hari Santri Nasional di lapangan Citra Karya Kalianda, Lampung Selatan.

Rekam Jejak Bupati Zainudin Hasan

Zainudin kerap disapa Bang Haji. Dilansir dari lampungselatankab.go.id, Bang Haji pernah menjadi Bendahara LBH UIC (Lembaga Bantuan Hukum Universitas Ibnu Chaldun) pada tahun 1997-2003.

Di dalam karir di dunia politik Zainudin pernah menjadi Fungsionaris di DPP Partai Golongan Karya (GOLKAR) pada tahun 1999-2000. Tak hanya itu, ia pernah menjadi pengurus di Himpunan Advokat dan Pengacara Indonesia pada tahun 1999-2006.

Karirnya dalam dunia politik pun kian melejit pada tahun 2003, Zainudin Hasan Pernah menjadi Wakil ketua DPD Partai Golongan Karya (Golkar) Provinsi Lampung, ia pun merangakap sebagai Badan Advodkasi (BAKUMHAM) DPP Partai Golkar pada tahun 2003. Dan pada tahun 2004 memimpin Partai yang belambangkan pohon beringin di Lampung Selatan.

Adik Zulkifli Hasan pun aktif dalam berbagai organisasi, seperti Lampung Sai dan menjadi dewan pakar pada tahun 2004, dan pernah menjadi ketua Pengurus Nasional Karang Taruna Indonesia pada tahun 2006. dan saat ini beliau menjadi ketua DPP PAN & Direktur Advocat di Jakarta.

Namun, karirnya yang melejit itu harus tercoreng dengan adanya OTT KPK di Lampung yang turut menyeret dirinya serta 11 orang lainnya. Ketua KPK Agus Rahardjo di Jakarta, mengatakan Kamis tadi malam sampai dini hari telah diamankan dari unsur kepala daerah/bupati, anggota DPRD, swasta, dan pihak lain yang terkait.

"Tim mengamankan uang Rp700 juta dalam pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu. Diduga terkait proyek infrastruktur," ungkap Agus.


Baca juga artikel terkait OTT KPK DI LAMPUNG atau tulisan menarik lainnya Yantina Debora
(tirto.id - Hukum)

Penulis: Yantina Debora
Editor: Yantina Debora
DarkLight