Kisah Stand Up Comedy dan Para Komika Awal

Kontributor: Tyson Tirta, tirto.id - 9 Sep 2022 00:00 WIB
Dibaca Normal 2 menit
Stand up comedy tidak pernah lahir dan sengaja dikembangkan dari satu konsep tunggal.
tirto.id - Ramon Papana dianggap sebagai salah satu pelopor stand up comedy atau komedi tunggal di Indonesia. Sejak 1997 ia menggelar stand up comedy di Jakarta, tepatnya di Comedy Cafe. Pada 2012, ia menerbitkan buku berjudul Kitab Suci: Kiat Tahap Awal Belajar Stand Up Comedy Indonesia.

Stand up comedy di Indonesia berkembang pesat yang salah satunya ditandai dengan bermunculannya komunitas. Hal ini menarik perhatian Kompas TV untuk menyiarkan stand up comedy secara nasional. Maka pada 2011, Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) untuk pertama kalinya ditayangkan dalam format kompetisi.

Kompas TV mendaftarkan nama program ini ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM. Ramon Papana tidak terima istilah itu dipatenkan oleh Kompas TV. Maka ia juga mendaftarkan open mic--istilah umum dalam stand up comedy--ke institusi yang sama.

Langkah yang diambil Ramon Papana ini ditentang oleh Ernest Prakasa, Pandji Pragiwaksono, dan sejumlah komika lainnya karena dianggap berpotensi menghambat perkembangan dunia stand up comedy secara umum.


Para Komika Awal

Sebagai konsep, menelusuri sejarah open mic dan stand up comedy merupakan usaha yang menantang. Ada anggapan bahwa konsep serupa pertama kalinya muncul pada 1930-an. Di masa itu gerakan literasi dan filsafat sedang giat memopulerkan Negritude, sebuah upaya membangun kesadaran identitas kulit hitam di antara para seniman dan penulis.

Aktivitas mereka tidak terbatas pada penampilan komedi. Panggung yang disiapkan juga banyak diisi oleh pembacaan prosa, puisi, monolog, dan lain-lain. Sebagai gerakan sosial-politik, Negritude dipenuhi oleh isu-isu seputar kolonialisme, rasisme, dan pencarian identitas.

Sementara menurut Ramon Papana, stand up comedy pertama kali muncul pada 1800-an di AS.

"Sejarah lahirnya stand up comedy dimulai sekitar tahun 1800-an di Amerika yang saat itu masih berwujud pertunjukan teater, dan salah satunya yang pernah tercatat adalah yang bernama The Minstrel Show yang diselenggarakan oleh Thomas Dartmouth 'daddy' Rice," tulisnya dalam Buku Besar Stand-Up Comedy Indonesia (2016:1).

Ia menambahkan, justru dalam pertunjukan itu topik yang diangkat kerap mengandung unsur rasisme dan ejekan terhadap masyarakat kulit hitam.

Isu itu mengundang kritik tajam dari Frederick Douglass, aktivis sosial AS. Ia mengatakan bahwa acara semacam itu mengambil keuntungan dari rasisme dan karenanya mendukung perkembangan rasisme.

Wayne Federman, komedian AS yang meneliti dunia komedi justru menarik sejarah awal stand up comedy dari sebuah penampilan "comedy lecture" Artemus Ward pada 1861.

Comedy lecture Artemus Ward pertama kali digelar pada Selasa 26 November 1861. Dengan judul 'Babes in the Wood', Ward berbicara sendirian di atas panggung selama satu jam 30 menit,” tulisnya dalam buku The History of Stand-Up from Mark Twain to Dave Chappelle (2021:5).

Menurut harian The New York Times, komedian profesional pertama yang merekam penampilannya sebagai komika adalah Marshall P. Wilder pada 1888. Sayangnya, rekaman itu tidak bisa ditemukan lagi.

Mark Twain, sastrawan legendaris AS, juga pernah terlibat dalam dunia komedi dengan 22 penampilannya dalam World Comedy Tour yang dimulai pada 1866.

Semakin meningkatnya popularitas stand up comedy membuat banyak kafe dan tempat-tempat umum lain menggelar acara serupa yang dibalut dengan konsep klub komedi. Pada 1960-an, misalnya, para komika muda semakin rajin tampil rutin di klub komedi untuk mengembangkan teknik, materi, dan kemungkinan tampil di stasiun televisi.


Infografik Mozaik Lahirnya Stand Up Comedy
Infografik Mozaik Lahirnya Stand Up Comedy. tirto.id/Ecun


Belakangan, komika asal AS yang paling terkenal membawakan komedi dengan konsep satu mikrofon adalah George Carlin yang tampil untuk stasiun televisi HBO pada 1977. Kala itu, Carlin tampil dalam 14 seri komedi tunggal. Lalu pada era 1980-an Eddie Murphy turut mengisi panggung-panggung stand up comedy.

Carlin kerap mengkritik pemerintah dan menyampaikan komedi satir tentang masyarakat AS. Orang-orang kerap menyebut komedinya sebagai dark comedy karena ia terus mengkritik hal-hal sensitif termasuk dalam isu-isu sosial, agama, dan seksualitas. Carlin terus tampil hingga 2008 dan tampil terakhir kali seminggu sebelum kematiannya.

Hingga kematiannya, Carlin tak pernah menyebut dirinya sebagai pelopor konsep komedi tunggal. Ia juga tidak berusaha untuk mencari asal-usul stand up comedy.

Ia merasa bahwa stand up comedy tidak pernah lahir dan sengaja dikembangkan dari satu konsep tunggal. Sebagaimana open mic yang tidak pernah dipergunakan secara eksklusif untuk terminologi komedi, melainkan untuk mewadahi berbagai aktivitas seni panggung.

Penggunaan istilah "stand up" yang pertama kali didokumentasikan adalah penampilan Nellie Perrier yang masih berupa komedi lagu. Sementara dalam The Yorkshire Evening Post edisi 10 November 1917, ada nama lain yaitu komedian Finlay Dunn yang tercatat sebagai komedian stand up.

Baca juga artikel terkait STAND UP COMEDY atau tulisan menarik lainnya Tyson Tirta
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Tyson Tirta
Penulis: Tyson Tirta
Editor: Irfan Teguh Pribadi

DarkLight