Menuju konten utama

Kenapa Prabowo ke Prancis Jelang Idul Adha dan Apa Agendanya?

Prabowo kunjungi Prancis 25 Mei 2026, sekaligus rayakan Idul Adha di sana karena masih berada di Paris. Ini agenda Presiden selama di negara tersebut.

Kenapa Prabowo ke Prancis Jelang Idul Adha dan Apa Agendanya?
Presiden Prabowo Subianto (keenam kiri) bersama Sekretaris Kabinet Teddy Indra wijaya (kedua kiri) dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian (ketiga kiri) berjalan keluar usai melaksanakan Shalat Idul Fitri di Masjid Darussalam, Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (21/3/2026). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/bay/nym.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto bertolak ke Prancis pada Senin, 25 Mei 2026 malam. Prabowo disebut akan melakukan sholat Idul Adha di Prancis. Apa saja agenda dalam kunjungan kerjanya kali ini?

Keberangkatan Presiden Prabowo ke Prancis ini dikonfirmasi oleh Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro.

Ia menyebut bahwa Kepala Negara dijadwalkan masih berada di Prancis pada Rabu (27/5), sehingga sejumlah agenda kenegaraan di dalam negeri, termasuk pelaksanaan Salat Idul Adha oleh Presiden, akan menyesuaikan dengan situasi dan lokasi keberadaan beliau selama kunjungan tersebut.

"Pak Presiden kan semalam sudah melakukan kunjungan kerja ke luar negeri ya, ke Prancis," kata Juri Ardiantoro dikutip Antara, Selasa(26/5/2026).

"Jadi, tentu akan menyesuaikan (lokasi salat Idul Adha Presiden), karena pas hari Rabu masih ada di sana. Jadi, tentu akan menyesuaikan situasi di sana. Nanti kita tunggu saja," tambahnya.

Apa Agenda Kunjungan Kerja Prabowo ke Prancis Kali Ini?

Agenda kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Prancis merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat hubungan bilateral Indonesia–Prancis meskipun rincian teknis seluruh pertemuan belum dipublikasikan secara lengkap.

Menteri Luar Negeri Sugiono sebelumnya menjelaskan bahwa kunjungan Prabowo kali ini telah direncanakan sebagai langkah lanjutan dari diplomasi antara kedua negara.

"Juga rencana kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Prancis yang akan dilakukan dalam waktu dekat," kata Sugiono dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (22/4).

Sebelumnya, Presiden Prabowo melakukan pertemuan tertutup dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron pada 14 April 2026 di Istana Kepresidenan Elysee di Paris, Prancis.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin membahas penguatan kerja sama strategis di berbagai bidang yang dinilai perlu ditingkatkan secara signifikan.

Fokus utama agenda kerja sama yang dibawa dalam kunjungan ini mencakup sektor industri pertahanan, mengingat Indonesia merupakan salah satu negara yang aktif membeli dan mengembangkan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dari Prancis.

Pembahasan diarahkan pada tidak hanya pengadaan, tetapi juga transfer teknologi, peningkatan kapasitas industri pertahanan dalam negeri, serta penguatan kemandirian teknologi militer Indonesia.

Selain itu, sektor pendidikan juga menjadi prioritas penting, khususnya pengembangan bidang sains, teknologi, engineering, dan matematika (STEM), yang diharapkan dapat memperkuat kemampuan Indonesia dalam menguasai dan mengembangkan teknologi strategis secara mandiri.

Selain dua sektor utama tersebut, kunjungan ini juga mencerminkan upaya perluasan kerja sama ekonomi dan teknologi yang lebih luas antara Indonesia dan Prancis sebagai mitra strategis.

Sugiono menegaskan bahwa hubungan personal antara Presiden Prabowo dan Presiden Emmanuel Macron menjadi salah satu modal penting dalam memperkuat diplomasi kedua negara, sehingga membuka peluang kerja sama yang lebih cepat dan lebih luas.

Sejak diangkat sebagai Presiden RI, Prabowo tercatat telah tiga kali melakukan lawatan ke Prancis, termasuk menghadiri Parade Militer Hari Nasional Prancis (Bastille Day) pada 14 Juli 2025 serta kunjungan lanjutan pada 23 Januari 2026 untuk memperdalam kerja sama strategis kedua negara.

Baca juga artikel terkait PRABOWO atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra