Menuju konten utama

Kenali Sinopharm: Vaksin yang Direkomendasikan untuk COVID-19

Mengenal Vaksin Sinopharm yang direkomendasikan untuk perangi virus Corona COVID-19 di Indonesia.

Kenali Sinopharm: Vaksin yang Direkomendasikan untuk COVID-19
Petugas menyuntikan vaksin kepada relawan saat uji klinis Vaksin COVID-19, Bandung, Jawa Barat, Jumat (14/8/2020). ANTARA FOTO/Prima Mulia/NA/Pool/nz

tirto.id - Indonesia memiliki 2 opsi dalam mengembangkan vaksin Covid-19. Pertama, mengembangkan vaksin Merah Putih yang dikembangkan Kementerian Riset dan Teknologi, Badan Riset dan Inovasi Nasional serta Lembaga Biologi Molekuler Eijkman.

Sementara opsi kedua adalah mengembangkan kerja sama internasional. Salah satu kerja sama yang akan dilakukan adalah Sinopharm dengan Kimia Farma bersama Grup 42 dari Uni Emirat Arab.

Selain dengan Sinopharm, dua kerja sama lainnya dan sudah dalam pendampingan BPOM yakni PT Sinovac dengan PT Biofarma, serta kerja sama Genexine dengan PT Kalbe Farma.

“Dan juga beberapa komunikasi dengan negara lain yang sudah memulai komunikasi untuk tahap-tahap pengembangan selanjutnya” ujar Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito seperti diwartakan situs resmi Sekretariat Kabinet RI (Setkab).

Penny mengatakan, pada kerja sama vaksin Sinopharm – G42 dengan Uni Emirat Arab, saat ini sudah ada kesepakatan. Uni Emirat Arab berkomitmen menyediakan 10 juta vaksin untuk Indonesia dan pada akhir tahun 2020 diharapkan tercapai.

BPOM sendiri juga telah ke Uni Emirat Arab dan menemui kementerian kesehatannya.

“Kami melihat uji klinis fase 3 vaksin dilakukan dengan sangat baik dan terorganisasi, banyak sekali aspek positif dengan partisipasi 22 ribu peserta dengan keberagaman kebangsaan, ada 119 kebangsaan yang sudah terlibat dalam uji klinis,” katanya.

Sinopharm merupakan vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh Grup Farmasi Nasional China (Sinopharm) dan kemungkinan siap digunakan oleh masyarakat pada akhir 2020 lebih cepat dari perkiraan yang memprediksi vaksin kemungkinan siap pada 2021, demikian laporan televisi CCTV yang dikutip Antara.

Kepala Sinopharm, Liu Jingzhen mengatakan, pihaknya menargetkan uji klinis tahap akhir calon vaksin akan selesai dalam waktu tiga bulan. Uji klinis merupakan tahapan virus diujicobakan ke manusia.

Salah satu unit Sinopharm, China National BioteC Group (CNBG), yang mengurusi proyek pengembangan vaksin, pernah mengatakan vaksin kemungkinan siap digunakan pada 2021. Pasalnya, jumlah pasien positif di China kian turun sehingga peneliti sulit menemukan relawan uji klinis.

Sementara itu, pihak berwenang di Peru dan Maroko juga telah menyetujui uji klinis Tahap 3 untuk vaksin COVID-19 potensial yang dikembangkan oleh CNBG.

Menurut CGTN, UEA merupakan negara yang telah mendekati akhir uji coba vaksin Sinopharm, dan hasilnya bagus.

Sebuah perusahaan Uni Emirat Arab mendekati akhir uji klinis Fase 3 vaksin COVID-19 Sinopharm dan berharap untuk memproduksinya tahun depan, kata seorang perwakilan.

Sebelumnya, dalam uji coba fase-1 yang melibatkan 191 peserta sehat berusia antara 18 dan 59, tahapan pengujian eksperimental tidak menunjukkan reaksi merugikan yang parah, kata para peneliti dalam sebuah makalah.

Reaksi merugikan yang paling umum dilaporkan oleh peserta uji coba adalah nyeri ringan, sedikit kelelahan dan kemerahan, gatal dan bengkak di tempat suntikan. Vaksin Sinopharm juga memicu respons imun.

Dilansir Reuters, uji coba fase 3, yang biasanya melibatkan beberapa ribu peserta, memungkinkan peneliti mengumpulkan data tentang kemanjuran vaksin potensial itu untuk persetujuan regulasi akhir.

Vaksin eksperimental dari CNBG itu telah memasuki uji coba Tahap 3 di Uni Emirat Arab yang telah merekrut 15.000 sukarelawan. Ia juga telah memperoleh persetujuan untuk diuji di Bahrain dalam studi Tahap 3 yang dirancang untuk melibatkan sekitar 6.000 peserta.

Baca juga artikel terkait VAKSIN SINOPHARM atau tulisan lainnya dari Dhita Koesno

tirto.id - Kesehatan
Penulis: Dhita Koesno
Editor: Agung DH