Menuju konten utama

Kemensos Siapkan Pelatihan Keterampilan Lulusan Sekolah Rakyat

Kemensos mematangkan kurikulum pelatihan keterampilan kerja bagi lulusan Sekolah Rakyat yang sesuai dengan minat, bakat, dan potensi masing-masing.

Kemensos Siapkan Pelatihan Keterampilan Lulusan Sekolah Rakyat
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat menghadiri acara makan malam bersama 409 siswa Sekolah Rakyat DKI Jakarta di Margaguna, Jakarta Selatan, Minggu (6/9/2026). foto/DOk. KEmensos
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), menegaskan bahwa kesempatan mengejar masa depan yang lebih baik terbentang luas bagi murid-murid Sekolah Rakyat. Untuk memastikan hal itu, Kementerian Sosial (Kemensos) berupaya menjaga keberlanjutan pendidikan mereka sejak SD, SMP, hingga SMA.

"Sesuai harapan Pak Presiden, setiap anak sekolah rakyat yang lulus SD wajib meneruskan ke SMP. Yang SMP yang jago-jago, yang pintar silakan nanti daftar ke Sekolah Garuda atau tetap meneruskan di SMA Sekolah Rakyat," kata Gus Ipul.

Gus Ipul menjelaskan hal ini saat makan malam bersama 409 murid Sekolah Rakyat DKI Jakarta di Margaguna, Jakarta Selatan, Minggu (6/9/2026). Dia menghadiri acara itu bersama Pungky Sumadi, mantan Deputi Bidang Kependudukan dan Ketenagakerjaan Kementerian PPN/Bappenas.

Keduanya bertemu dengan murid-murid Sekolah Rakyat dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Mereka terdiri dari 77 murid SMA kelas 10, 148 murid SMA kelas 11, 82 murid SMP kelas 7, 72 murid SMP kelas 8, dan 30 murid SD.

Pada kesempatan itu, Gus Ipul juga menyatakan Kemensos sedang menyiapkan opsi-opsi yang bisa dipilih oleh murid Sekolah Rakyat selepas lulus dari pendidikan SMA. Salah satunya adalah pembekalan keterampilan kerja sesuai dengan minat, bakat, dan potensi masing-masing peserta didik.

Dia menjelaskan, lulusan SMA Sekolah Rakyat bisa memilih salah satu dari dua opsi. Pertama, mereka bisa menempuh pendidikan kuliah dengan dukungan beasiswa jika punya keinginan sekaligus memenuhi persyaratan. Kedua, memasuki dunia kerja setelah memperoleh pelatihan keterampilan.

Khusus untuk opsi kedua, Kemensos sedang mematangkan konsep pelatihannya. Karena itu, Gus Ipul mengajak eks Deputi Bidang Kependudukan dan Ketenagakerjaan Kementerian PPN/Bappenas Pungky Sumadi untuk membantu penyusunan dan pengembangan kurikulum pelatihan keterampilan di Sekolah Rakyat.

"Kalau menjadi pekerja terampil, maka harus mengikuti pelatihan-pelatihan sesuai dengan minat dan paketnya. Jalur inilah yang nanti akan kita diskusikan lebih lanjut dengan Pak Pungky," ujar Gus Ipul.

Dia menambahkan, dengan adanya pelatihan keterampilan kerja, lulusan Sekolah Rakyat akan lebih siap memasuki dunia kerja. Sebab, mereka tidak hanya punya bekal ijazah, tetapi juga kompetensi.

Pelatihan itu sekaligus memungkinkan murid Sekolah Rakyat mempersiapkan masa depannya sesuai dengan kapasitas dan minat masing-masing. Lulusan yang punya minat khusus pada bidang tertentu pun bisa mengakses pelatihan yang lebih terarah dan relevan dengan pilihan pekerjaannya.

Penjelasan Gus Ipul tersebut disampaikan dalam suasana makan malam bersama yang hangat dan akrab. Dia juga sempat duduk dengan para peserta didik dan membicarakan keseharian mereka.

Pada kesempatan itu, Gus Ipul mendengarkan secara langsung cerita pengalaman mereka, termasuk perubahan yang terjadi setelah masuk Sekolah Rakyat.

Linggar Ardiansyah (17), menjadi salah satu siswa Sekolah Rakyat yang ikut menceritakan pengalaman. Dia bercerita sempat putus sekolah selama dua tahun dan harus melakoni berbagai pekerjaan untuk menutup kebutuhan hidup bersama ayahnya. Mulai dari menjadi tukang sapu, penjaga toilet, hingga kernet angkot pernah dijalani oleh Linggar.

Karena itulah, Linggar menganggap belajar di Sekolah Rakyat merupakan kesempatan yang amat berharga. Di Sekolah Rakyat, Linggar mendapatkan kesempatan untuk belajar lagi sekaligus mengembangkan minat dan bakatnya.

Bagi Linggar, Sekolah Rakyat tidak hanya tempat mendapatkan pendidikan formal, tetapi juga ruang menemukan potensi diri sekaligus mengembangkan kapasitas.

"Karena saya masuk IPA, saya sekarang suka matematika. Jujur, saya belajar banyak hal. Di SRMA, saya belajar keterampilan, khususnya tata boga. Saya memang hobi masak," ujar Linggar.

Sejumlah murid lainnya pun membagikan pengalaman mereka sebelum dan usai bergabung dengan Sekolah Rakyat. Cerita tersebut menjadi penyemangat bagi para murid baru tahun ajaran 2026/2027.

Acara makan malam bertambah semarak dengan penampilan band siswa membawakan sejumlah lagu seperti “Aku Milikmu” dari Dewa 19, “Saat Kau Telah Mengerti” dari Virgoun, “Gema Adzan” dari Tegar, hingga "Laskar Pelangi" dari Nidji.

Di penghujung acara, Gus Ipul berpesan agar murid-murid Sekolah Rakyat selalu menghormati dan menyayangi orang tua. Dia mengatakan sebagian orang tua murid Sekolah Rakyat mungkin bekerja sebagai buruh, kuli bangunan, asisten rumah tangga, atau bahkan sedang tidak punya pekerjaan. Kondisi seperti itu, lanjut Gus Ipul, tidak boleh menghilangkan rasa bangga dan hormat anak kepada orang tua.

Gus Ipul mendorong murid-murid Sekolah Rakyat memanfaatkan kesempatan belajar sebagai momentum untuk membangun masa depan yang lebih baik demi membahagiakan orang tua pada suatu hari kelak.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis