Menuju konten utama

Kemenkes Klaim Penurunan Kasus COVID-19: Lebih Rendah dari Januari

Kemenkes menyatakan angka penularan COVID-19 ditekan dengan percepatan vaksinasi baik primer dan booster.

Kemenkes Klaim Penurunan Kasus COVID-19: Lebih Rendah dari Januari
Tenaga kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 dosis ketiga kepada warga saat vaksinasi booster COVID-19 di Sentra Vaksin Hippindo SMESCO, Jakarta, Jakarta, Senin (7/3/2022). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/rwa.

tirto.id - Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mencatat tren penurunan kasus harian COVID-19 hingga 9.629 pada Senin, 14 Maret 2022. Angka ini lebih rendah dari catatan 28 Januari lalu yakni 9.905 kasus.

"Saat ini angka konfirmasi harian kembali ke level Januari 2022 dan akan diupayakan untuk turun secepatnya," kata Nadia dalam keterangan tertulisnya.

Turunnya kasus COVID-19 beriringan dengan laju keterisian rumah sakit yang menurun secara konsisten.

"Tentunya hal ini membuat angka keterisian rumah sakit turun dari 22 persen per kemarin menjadi 21 persen hari ini," kata dia.

Nadia mengatakan penurunan kasus dan keterisian rumah sakit berdampak pada penurunan angka positivity rate di Indonesia.

"Catatan positivity rate nasional juga membaik dan sempat tercatat di angka 11,56 persen pada 13 Maret 2022. Sebelumnya pada tanggal 12 Maret 2022, positivity rate sempat tercatat di angka 15.02 persen," jelasnya.

Nadia mengatakan angka penularan COVID-19 ditekan dengan percepatan vaksinasi baik primer dan booster.

"Ini menjadi benteng pertahanan kita semua dari perawatan bergejala berat dan risiko kematian akibat infeksi COVID-19," kata dia.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga menyampaikan bahwa vaksinasi adalah kunci menekan angka penambahan keterisian rumah sakit yang saat ini didominasi oleh lansia dan pemilik komorbid.

"Karena terbukti mereka yang belum vaksin rawan untuk masuk rumah sakit, maka harus membantu dengan minimal vaksin 2 dosis dan idealnya 3 dosis," kata Budi dalam konferensi pers, Senin.

Budi juga mengungkapkan kasus Omicron saat ini memiliki risiko lebih rendah dari Delta meski secara penularan sangatlah cepat.

"Delta memiliki kemungkinan 4 kali lebih tinggi untuk mati daripada omicron," terangnya.

Dengan percepatan vaksinasi, Budi berharap kondisi pandemi bisa segera bertransisi menuju endemi dan aktivitas bisa kembali normal.

"Dengan peningkatan vaksin semoga di bulan puasa bisa lebih baik dan masyarakat bisa kembali beribadah dengan tenang," ujarnya.

Baca juga artikel terkait PENURUNAN KASUS COVID-19 atau tulisan lainnya dari Irfan Amin

tirto.id - Kesehatan
Reporter: Irfan Amin
Penulis: Irfan Amin
Editor: Gilang Ramadhan