Menuju konten utama

Kemenag Siapkan Bimtek PPIH 2024 demi Layanan Jemaah Lebih Baik

Dirjen PHU Kemenag RI, Hilman Latief, menekankan kepada peserta terkait tujuan bimtek ini untuk lebih memahami pengorganisasian dalam ibadah haji.

Kemenag Siapkan Bimtek PPIH 2024 demi Layanan Jemaah Lebih Baik
Wakil Menteri Agama Saiful Rahmad Dasuki (tengah) dan Direktur Jenderal Penyelenggara Haji dan Umroh Kementrian Agama RI (Dirjen PHU Kemenag RI) Hilman Latief (kanan) usai membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1445 H / 2024 M di Jakarta, Selasa (19/3/2024). (Tirto.id/Muhammad Taufiq)

tirto.id - Kementerian Agama RI menggelar bimbingan teknis (bimtek) bagi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) demi mempersiapkan para petugas haji untuk menjalankan tugas selama 45-70 hari di Tanah Suci Makkah.

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag RI, Hilman Latief, menekankan kepada peserta terkait tujuan bimtek ini untuk lebih memahami pengorganisasian dalam ibadah haji.

"Ada 5 hari pelatihan tusi (tugas dan fungsi) dan 4 hari setelahnya, peserta akan melaksanakan bimtek terintegrasi dengan kementerian lain," ujar Hilman saat membuka di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Selasa (19/3/2023).

Dari kuota tahun ini total ada 4.200 petugas yang mendaftar, sebanyak 890 petugas yang dipilih untuk mengikuti bimtek ini. Para petugas ini berasal dari beberapa elemen diantaranya kementerian, lembaga, TNI/ Polri, ormas Islam, perguruan tinggi dan pesantren.

Ketika pelatihan bimtek para peserta ini akan mendapatkan materi seputar kepemimpinan, manajerial, konsultasi ibadah, layanan akomodasi, transportasi, serta pelayanan jemaah haji. Selain itu juga ada materi soal penguatan mental petugas haji.

"Ada materi lain yang sepanjang latihan ini didapat terkait penguatan mental petugas dan ini penting bagi petugas, kami undang psikolog untuk learning. Penguatan komitmen petugas juga," jelasnya.

Di sisi lain, Hilman juga menegaskan terkait etika petugas haji saat menjalankan tugasnya nanti. "Diharapkan petugas bisa menjadi muruah dan jati diri, dan cara bermedsos sebagai petugas ini. Tidak semua hal bisa di-publish apalagi terkait di luar penugasan," urainya.

"Kita berjibaku melayani jemaah, mendampingi [jemaah], nanti jauh dari relevansinya dari tugas kita," tambahnya.

Selama bimtek ini juga akan ada 77 fasilitator yang mendampingi saat pelatihan. Pada akhir Bimtek, peserta akan menjalani post-test untuk menilai kesiapan mereka dalam menyelesaikan tugas dengan baik.

"Berdasarkan hasil post-test, peserta bisa diberangkatkan sebagai PPIH Arab Saudi atau PPIH Embarkasi (asrama haji)," tegasnya.

Hilman berharap proses bimtek ini bisa dimaanfaatkan sebaik-baiknya oleh peserta yang tersaring dari 30 ribu peserta yang mendaftar.

"Dari seleksi yang panjang dan melelahkan ini, saya yakin petugas akan mendapatkan kemabruran yang sama saat mereka mengantar jemaah haji," tutup Hilman dengan semangat.

Baca juga artikel terkait HAJI 2024 atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Maya Saputri