Dosen Planologi Trisakti:

Kebijakan Pemkot Depok Putar Lagu di Lampu Merah Tak Efektif

Oleh: Riyan Setiawan - 16 Juli 2019
Dibaca Normal 1 menit
Dosen Jurusan Planologi Universitas Trisakti mengatakan memutar lagu di lampu merah tak efektif sebab para pengendara banyak yang menggunakan helm, headset, dan juga bercampur dengan bising mesin kendaraan.
tirto.id -
Dosen Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota atau Planologi Universitas Trisakti Yayat Supriatna menilai upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Depok membuat kebijakan memutar lagu di lampu merah tidak lah efektif dan tak akan berpengaruh terhadap para pengendara.

Sebab, para pengendara tersebut banyak yang menggunakan helm, headset, dan juga bercampur dengan bising mesin kendaraan. Sehingga menurutnya, upaya tersebut hanya menghabis-habiskan anggaran saja.

"Harusnya ada program peningkatan kesejahteraan. Seperti bagaimana agar warga nyaman di perjalanan dengan pohon-pohon dan taman. Sebenarnya yang harus dibangun bagaimana budaya tertib lalu lintas itu agar para pengendara tidak sembarangan di jalan," ujarnya kepada Tirto, Senin (15/7/2019).

Yayan menerangkan, berdasarkan catatannya, terdapat beberapa daerah di Depok yang terlihat cukup dipadati oleh pengendara. Seperti Jalan Margonda Raya, Juanda, Sawangan raya, Citayam, Limo, Cinere, dan beberapa jalan lainnya.

Namun di antara itu semua, penyebab terbesar kemacetan di Depok adalah jalan Margonda raya. Sebab, jalanan tersebut menjadi akses utama keluar masuk Depok ke Jakarta.

"Sekarang Depok di Margo itu sangat padat, bagaimana caranya itu membuat simpul transportasi, agar yang punya apartemen tidak bawa mobil semua, mau menggunakan transportasi umum. Karena Margo ada kampus, mall, apartermen, tempat usaha, dan lainnya. Pokoknya jantungnya Depok ada di Margo," ucapnya.

Sehingga menurutnya, Pemkot Depok salah kaprah dalam melakukan pembangunan di kota yang memiliki ikon belimbing tersebut.

Sebab, pembangunan kota depok hanya terpusat di beberapa daerah saja, salah satunya sepanjang jalan Margonda Raya.

"Sebaiknya bangunan seperti pusat perbelanjaan, mall, apartemen, kampus dan lainnya juga tersebar di Cimanggis, Bojong Gede, dan kawasan lainnya," tuturnya.

"Agar terjadi penyebaran dan pembangunan yang merata di kota Depok. Terus juga biar enggak terjadi kemacetan di sepanjang jalan Margonda lagi," tambahnya.


Baca juga artikel terkait KEMACETAN DEPOK atau tulisan menarik lainnya Riyan Setiawan
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Riyan Setiawan
Penulis: Riyan Setiawan
Editor: Nur Hidayah Perwitasari
DarkLight