Kebakaran di Kilang RU V Balikpapan, Pertamina Lakukan Pemadaman

Oleh: Hendra Friana, Hendra Friana - 15 Agustus 2019
Penyebab kebakaran masih menunggu hasil investigasi oleh tim Pertamina.
tirto.id -
Kebakaran terjadi di salah satu area kilang milik Pertamina di Balikpapan. Percikan api di Kilang Refinery Unit (RU) V itu diduga muncul sekitar pukul 09.30 WITA.

Hal itu dikatakan Heppy Wulansari, Manager Region Communication Relation dan CSR MOR VI Kalimantan, melalui keterangan tertulis yang diterima Tirto, Kamis (15/8/2019).

"Hingga saat ini, pemadaman api terus dilakukan oleh Pertamina RU V menggunakan media foam dan air dengan mengerahkan empat unit mobil Pemadam Kebakaran dan saatu unit trailer foam," ujarnya.

Namun, menurut Heppy lokasi api saat ini sudah dilokalisir dan jalur api utama berhasil dipadamkan.

Hingga saat ini masih belum diperlukan evakuasi pekerja dan pemadaman bisa di tanggulangi oleh tim Pertamina. Adapun penyebab kebakaran masih menunggu hasil investigasi oleh tim Pertamina.

Kilang RU V Balikpapan merupakan salah satu Unit Bisnis Direktorat Pengolahan Pertamina yang produknya disalurkan ke kawasan Indonesia bagian Timur.

Sejak pertama kali dibangun RU V telah mengalami beberapa kali perbaikan guna meningkatkan margin dan kapasitas produksi.

Produk-produk yang sesuai dengan Service Level Agreement (SLA) yaitu meliputi Bahan Bakar Minyak/BBM (Premium, Kero, Solar, Pertadex dan Pertamax), Non Bahan Bakar Minyak/NBBM (Smooth Fluid 05), dan LPG. Seluruh produk yang dihasilkan digunakan untuk memasok kebutuhan dalam negeri khususnya wilayah Indonesia Bagian Timur.

RU V sendiri telah beroperasi sejak 1922 dan saat ini memasok hingga 26 persen total kebutuhan BBM di seluruh Indonesia. Lokasi RU V sangat strategis untuk memasok kebutuhan BBM di kawasan Indonesia Timur, dan didukung oleh jaringan distribusi yang baik, mencakup pipa distribusi,kapal tanker, serta moda transportasi darat.


Baca juga artikel terkait PERTAMINA atau tulisan menarik lainnya Hendra Friana & Hendra Friana
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Hendra Friana & Hendra Friana
Penulis: Hendra Friana & Hendra Friana
Editor: Nur Hidayah Perwitasari
DarkLight