Menuju konten utama

Kebakaran Depo Plumpang, DPR akan Panggil Bos Pertamina & Erick

Komisi VI DPR akan memanggil Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dan Menteri BUMN Erick Thohir untuk membahas kebakaran Depo Pertamina Plumpang.

Kebakaran Depo Plumpang, DPR akan Panggil Bos Pertamina & Erick
Foto udara permukiman penduduk yang hangus terbakar dampak kebakaran Depo Pertamina Plumpang di Jalan Koramil, Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta, Sabtu (4/3/2023). Kejadian tersebut merenggut 14 nyawa warga dan melukai puluhan lainnya. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc.

tirto.id - Komisi VI DPR akan memanggil Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dan Menteri BUMN Erick Thohir untuk membahas kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara. Kejadian tersebut menelan belasan korban jiwa, puluhan korban luka, dan ratusan orang harus kehilangan tempat tinggal.

"Segera setelah pembukaan masa sidang, Komisi VI akan memanggil Dirut Pertamina. Jika diperlukan Kementerian BUMN akan kami panggil juga," ujar Wakil Ketua Komisi VI, Sarmuji, Selasa (7/33/2023).

Sarmuji juga menuturkan selain membahas terkait kebakaran di Depo Pertamina pihaknya juga akan membahas mendalami berbagai objek vital dan implementasi standar operational procedure di setiap wilayah di Indonesia.Lebih lanjut, pihaknya berharap ke depan, kejadian serupa tidak terulang lagi.

"Kami berharap kejadian kebakaran Depo Plumpang tidak terjadi lagi," bebernya.

Selain Sarmuji, Anggota Komisi VI Amin juga mendesak Pertamina melakukan investigasi menyeluruh terhadap kejadian yang telah merugikan banyak pihak tersebut.

"Apakah murni human error, kerusakan sistem atau jaringan, atau faktor lain, misalnya sabotase. Perlu dikaji juga apakah perlu memindahkan Depo, mengingat lokasinya di tengah pemukiman padat penduduk,” tegas Politisi Fraksi PKS tersebut.

Sementara itu, Pengamat BUMN, Toto Pranoto meminta PT Pertamina (Persero) untuk fokus membenahi tata bisnis inti yaitu minyak dan gas, ketimbang mengurus bisnis energi lain. Hal itu dilakukan agar tidak terjadi kejadian seperti di Plumpang.

"Abainya Pertamina soal safety bisnis inti telah mengakibatkan terbakarnya depo tersebut tiga kali bahkan belum sampai dua dekade, yaitu pada 2009, 2017 dan 2023,” kata Toto kepada wartawan, Senin (6/3/2023).

Toto menilai kebakaran tersebut sebagai bencana atau kejadian luar biasa yang berulang dan belum ditanggulangi tuntas. Saat ini teridentifikasi 17 warga korban meninggal karena tersengat kobaran api serta 51 warga lainnya mengalami luka bakar parah. Para korban termasuk anak-anak dan perempuan.

“Pertamina harus segera menyusun master plan baru untuk beberapa depo di Tanah Air, terutama Depo Plumpang yang sudah berusia hampir 50 tahun. Masterplan Plumpang itu dibuat 1974. Dan sekarang mendesak untuk diganti,” kata Toto.

Toto mengatakan pragmatisme bisnis jangan sampai membuat Pertamina lebih fokus bisnis lain, misalnya geothermal. Untuk itu dia meminta kepada Pertamina untuk memprioritaskan bisnis intinya, minyak dan gas.

“Saya minta Pertamina tetap fokus di bisnis utamanya. Bikin business staging-nya. Jangan kejar bisnis yang lain dengan meninggalkan dan mengabaikan safety bisnis utamanya,” kata Toto.

Pertamina sendiri diketahui sedang disibukkan dengan ekspansi bisnis pasca-IPO anak usahanya yang fokus mencari sumber energi panas bumi, PT Pertamina Geothermal Energi (PGE). PGEO yang mengantongi hasil IPO Rp9 triliun itu, diketahui lagi fokus menggenjot bisnis panas bumi.

Baca juga artikel terkait KEBAKARAN DEPO PERTAMINA atau tulisan lainnya dari Dwi Aditya Putra

tirto.id - Bisnis
Reporter: Dwi Aditya Putra
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Intan Umbari Prihatin