Jelang Debat Pilpres Ketiga

Kasus Romahurmuziy: Akankah Korupsi di Kemenag Dibahas dalam Debat?

Oleh: Haris Prabowo - 17 Maret 2019
Dibaca Normal 2 menit
Data Badan Kepegawain Nasional (BKN) menunjukkan Kemenag menjadi institusi penyumbang koruptor dari kalangan PNS terbanyak kedua setelah Kemenhub.
tirto.id -
Kasus dugaan korupsi yang menjerat mantan Ketua Umum PPP M. Romahurmuziy disebut-sebut Komisi Pemberantasan Korupsi terkait dengan jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag). Kasus korupsi yang terkait Kemenag bukan cuma menimpa Romahurmuziy seorang. Sebelumnya juga ada nama Suryadarma Ali yang terjerat kasus korupsi dana haji. Belum lagi kasus korupsi pengadaan Alquran yang melibatkan politikus Golkar Fahd A. Rafiq, Zulkarnain Djabar dan anaknya Dendy Prasetia.

Kasus korupsi di lingkungan Kemenag menggurita sampai ke daerah. Kasubag Kepegawaian Kantor Wilayah Kemenag NTB juga pernah diciduk KPK karena mengutip dana rehab masjid di 13 wilayah. Dari pungli itu, mereka mendapatkan lebih dari Rp 100 juta.

Akutnya kasus korupsi di Kemenag tergambar dari data Badan Kepegawaian Nasional (BKN) per 12 September 2018. Menurut data itu terdapat 2.357 PNS yang terlibat korupsi. Ironisnya Kemenag menjadi salah instansi kementerian yang paling banyak menyumbang koruptor setelah Kementerian Perhubungan. Total per data itu diluncurkan ada 14 PNS di Kemenag yang terjerat kasus korupsi. Hanya berselisih dua orang dengan Kemenhub yang menyumbang 16 koruptor.

Pertanyaannya apakah kasus korupsi yang menjerat Romahurmuziy akan dibicarakan dalam debat yang mempertemukan Ma'ruf Amin versus Sandiaga Uno di The Hotel Sulta Jakarta malam ini? dan mengapa ia harus dibicarakan?

Debat ketiga malam ini akan membahas seputar isu pendidikan, ketenagakerjaan, dan sosial budaya yang memiliki benang merah dengan Kemenag: pendidikan dan agama. Ditambah lagi, Romahurmuziy sang tertuduh adalah salah satu petinggi koalisi Jokowi-Maruf.

Sandiaga Tak Akan Menyinggung


Direktur Hukum dan Advokasi BPN Prabowo-Sandiaga, Sufmi Dasco Ahmad menduga Sandiaga tak akan membahas kasus korupsi yang menjerat Romahurmuziy. Ia menilai kasus Romahurmuziy tidak relevan dengan tema debat. Meski sebenarnya kita tahu Kemenag juga mengurus urusan pendidikan, agama, dan sosial.

"Saya pikir bahwa hal-hal seperti ini tidak akan diangkat oleh Sandiaga. Karena ini enggak ada hubungannya dengan soal debat nanti," kata Sufmi saat dihubungi wartawan Tirto, Minggu (17/3/2019) pagi.

Selain itu, kata Sufmi, pihaknya justru merasa prihatin dengan kasus yang menimpa Romahurmuziy. Menyinggung kasus Rommy menurutnya sama saja mengeksploitasi masalah seseorang. "Selain itu kita negara hukum yang menjunjung dan menganut asas praduga tak bersalah. Jadi biarkan hukum berjalan," katanya.

Punya Relevansi

Namun Sekjen Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Misbah Hasan justru memandang kasus korupsi di Kemenag patut dibahas dalam debat maam ini. Menurut Misbah isu korupsi yang menjerat Rommy dan Kementerian Agama penting dibahas untuk melihat bagaimana komitmen kedua cawapres memberantas korupsi di kementerian itu.

"Harusnya dibahas, karena ini menyangkut sumber daya manusia yang mengurusi bidang pendidikan dan keagamaan," kata Misbah saat dihubungi wartawan Tirto, Minggu pagi.

Berdasar data Badan Kepegawaian Nasional (BKN) yang dihimpun oleh FITRA, setidaknya hingga 2018, korupsi ASN di tingkat pusat kementerian dan lembaga mencapai 98 orang. Kementerian Agama menyumbang ASN koruptor nomor dua setelah Kementerian Perhubungan.

Kemudian disusul oleh Kementerian PUPR, Kemenristekdik, dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang. Kelima tersebut, kata Misbah, adalah lembaga negara terkorup.
"Kasus Rommy saya rasa menjadi momentum bagi Menteri Agama untuk bersih-bersih di kementeriannya. Ini juga penting untuk cawapres," katanya.

Ma'ruf Siap

Direktur Komunikasi Politik TKN Jokowi-Maruf, Usman Kansong kasong mengatakan Ma'ruf siap jika nantinya Sandiaga menyinggung kasus Romy dalam debat. "Kita sudah siapkan Kiai Ma'ruf untuk merespons ini. Lagi pula, Kiai dan Pak Jokowi sudah merespon isu ini sejak kemarin," kata Usman melalui sambungan telpon.

"Jadi kurang lebih jawabannya tak akan berbeda. Enggak ada masalah. Sudah disiapkan oleh abah."

Kendati begitu Usman menilai isu tersebut tak terlalu relevan untuk dibahas. "Tema debat sekarang kan pendidikan, kesejahteraan, tenaga kerja, kalau mau diangkat kasusnya ya kita siap. Relevan enggak relevan, ya siap. Apa pun yang mereka tanya, kubu sebelah kan suka nanya yang enggak relevan," katanya.


Pengajar politik Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komaruddin menilai jika Sandiaga membahas isu korupsi di Kementerian Agama maka hal ini justru akan menguntungkan Ma'ruf Amin karena jawaban pasti sudah disiapkan.

"Jika Sandi menyerang dengan kasus Romy. KH. MA justru sangat enak menjawabnya. Bahwa dalam pemerintahan Jokowi penegakkan hukum dilakukan secara adil dan tidak tebang pilih. Terbukti Romy salah satu Ketum partai koalisinya saja terjerat kasus hukum," katanya.

"Solusi dan janji dari KH. MA juga bisa membantah bahwa penegakkan hukum akan terus digalakan walaupun harus menyasar para politisi dari partai pendukungnya atau dari kalangan orang dekatnya," lanjutnya.

Baca juga artikel terkait DEBAT CAPRES 2019 atau tulisan menarik lainnya Haris Prabowo
(tirto.id - Politik)

Reporter: Haris Prabowo
Penulis: Haris Prabowo
Editor: Jay Akbar
DarkLight