tirto.id - Kapan Idul Adha 2026 versi Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), dan pemerintah? Apakah Muhammadiyah dan NU berbeda hari dalam merayakan Lebaran Haji ini, ataukah sama?
Hari Raya Idul Adha adalah salah satu perayaan besar dalam Islam yang memiliki makna religius, sejarah, dan sosial yang mendalam. Idul Adha diperingati setiap tanggal 10 Zulhijah dalam kalender Hijriah. Ini merupakan bentuk penghormatan terhadap Nabi Ibrahim yang bersedia mengorbankan putranya sebagai wujud ketaatan kepada Allah.
Idul Adha sering disebut sebagai hari raya kurban. Pada 10 Zulhijah tersebut, atau juga dalam 3 hari setelahnya yang disebut hari tasyrik, umat Islam di seluruh dunia melaksanakan ibadah penyembelihan hewan kurban seperti kambing, sapi, atau unta, lalu membagikannya kepada yang membutuhkan.
Terkait penanggalan, Idul Adha memiliki karakteristik unik karena didasarkan pada kalender Hijriah yang bersifat lunar atau kamariah (berdasarkan peredaran bulan). Otomatis, tanggalnya dalam kalender Masehi selalu berubah setiap tahun.
Penentuan 10 Zulhijah, sama seperti penentuan 1 Ramadan dan 1 Syawal, dilakukan melalui 2 metode, yaitu rukyatul hilal (pengamatan bulan) atau hisab (perhitungan astronomi). Hal inilah yang membuat ada kemungkinan penetapan Idul Adha oleh berbagai organisasi Islam di berbagai wilayah, bisa berbeda, dan bisa pula sama.
Pada Ramadhan 2026 lalu, awal bulan puasa antara Muhammadiyah dan NU serta pemerintah (Kemenag RI) berbeda. Demikian pula Idul Fitri. Oleh karenanya, mengetahui jadwal Idul Adha dalam kalender Masehi, menjadi penting bagi umat Islam. Lantas, kapan 10 Zulhijah pada Mei 2026?
Kapan Idul Adha 2026 Versi Muhammadiyah?
Organisasi Muhammadiyah, yang menetapkan penanggalan hijriah berdasarkan hisab, telah menetapkan tanggal Hari Raya Idul Adha 1447 H/2026. Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah mengaturnya dalam Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah.
Dalam maklumat tersebut, disebutkan bahwa ijtimak jelang Zulhijah 1447 H terjadi pada Sabtu Pon, 29 Zulkaidah 1447 H (16 Mei 2026) pukul 20.01.02 UTC. Saat matahari terbenam, sebelum pukul 24.00 UTC tidak ada satu wilayah pun di muka bumi yang memenuhi Parameter Kalender Global (PKG) 1, yakni tinggi Bulan ≥ 5° dan elongasi Bulan ≥ 8°.
Selain itu, PKG 2 juga tidak terpenuhi sebab setelah pukul 24.00 UTC, tidak ada satu wilayah pun di dataran Amerika saat Matahari terbenam, yang memenuhi parameter tinggi Bulan ≥ 5° dan elongasi Bulan ≥ 8°. Kemudian, ijtimak terjadi sebelum fajar di New Zealand (17:47:31 UTC).
Dari perhitungan tersebut, ditentukan bahwa 1 Zulhijah 1447 H di seluruh dunia bertepatan dengan Senin Kliwon, 18 Mei 2026. Dengan begitu, Idul Adha versi Muhammadiyah jatuh pada Rabu Wage, 27 Mei 2026.
Kapan Idul Adha 2026 Versi Pemerintah & NU?
Pemerintah melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri menetapkan Rabu, 27 Mei 2026 sebagai hari libur nasional Idul Adha 1447 H. Sehari setelahnya, Kamis, 28 Mei 2026, ditetapkan sebagai cuti bersama.
Namun, seperti biasa, pemerintah masih perlu melakukan sidang isbat untuk menentukan awal bulan Zulhijah 1447 H. Ini akan dilakukan pada akhir bulan Zulkaidah 1447 H.
Sesuai dengan Fatwa MUI Nomor 2 Tahun 2004, dalam menetapkan awal bulan pada kalender hijriah, Kemenag menggabungkan dua metode, yaitu rukyatul hilal (mengamati hilal secara langsung) dan hisab (perhitungan astronomi).
Dalam menentukan kriteria visibilitas hilal atau imkanur rukyah, pemerintah mengacu pada kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura). Dalam ketentuan MABIMS, bulan baru bisa ditetapkan apabila tinggi bulan maksimal 3° di atas ufuk dengan elongasi minimal 6,4°.
Sementara itu, Nahdlatul Ulama (NU) belum secara resmi menetapkan tanggal Idul Adha 1447 H dalam kalender Masehi. Sebagaimana tradisi tahun-tahun sebelumnya, NU menggunakan metode rukyatul hilal dalam penentuan awal bulan Hijriah.
Jika hasil rukyatul hilal menunjukkan bahwa 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada Senin, 18 Mei 2026, kemungkinan antara Muhammadiyah dan NU akan melangsungkan Idul Adha 2026 pada tanggal yang sama, yakni 27 Mei 2026.
Pembaca dapat mengakses artikel mengenai Idul Adha melalui tautan ini.
Penulis: Umu Hana Amini
Editor: Fitra Firdaus
Masuk tirto.id


































