Menuju konten utama

Kabar Terkini Gunung Slamet: Terletak di Mana, Apakah Masih Aktif?

Gunung Slamet adalah gunung api yang masih aktif dan terletak di Provinsi Jawa Tengah.

Kabar Terkini Gunung Slamet: Terletak di Mana, Apakah Masih Aktif?
Kobaran api yang membakar hutan pinus di lereng bagian timur Gunung Slamet pada petak 58a, terlihat dari Desa Serang, Karang Reja, Purbalingga, Jateng, Kamis (12/9/2019). ANTARA FOTO/Idhad Zakaria/foc.

tirto.id - Info terkini Gunung Slamet, berdasarkan pantauan terakhir, Rabu, 15 Desember 2021 periode pengamatan 00-00 sampai 24.00 WIB, mengalami 52 kali gempa hembusan dengan amplitudo 3 mm, dan lama gempa 8-36 detik.

Menurut laporan laman magma.esdm.go.id, status Gunung Slamet masih dinyatakan Normal atau Level I. Kendati demikian, masyarakat diminta untuk tidak berada atau beraktivitas dalam radius 1 km dari kawah puncak Gunung Slamet.

Aktivitas Terkini Gunung Slamet, 15 Desember 2021

Pengamatan Visual

Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-II. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tebal tinggi sekitar 100-200 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga hujan, angin lemah hingga kencang ke arah barat.

Klimatologi

Cuaca cerah hingga hujan, angin lemah hingga kencang ke arah barat. Suhu udara sekitar 23.5-26.9°C.

Pengamatan Kegempaan

52 kali gempa hembusan dengan amplitudo 3 mm, dan lama gempa 8-36 detik.

Rekomendasi

Masyarakat dan pengunjung/wisatawan tidak berada/beraktivitas dalam radius 1km dari kawah puncak G. Slamet.

Lokasi Gunung Slamet: Masih Aktif atau Tidak?

Gunung Slamet adalah gunung api aktif yang terletak di antara Kabupaten/Kota Pemalang, Banyumas, Brebes, Tegal, Purbalingga, Jawa Tengah dengan posisi geografis di Latitude -7.242°LU, Longitude 109.208°BT dan memiliki ketinggian 3428 mdpl.

Seperti dinukil dari Majalah Inspirasi Vol XV-No. 1, Gunung Slamet adalah puncak tertinggi kedua di Pulau Jawa setelah Gunung Semeru. Karena masuk dalam kawasan beberapa kota, Gunung Slamet memiliki beberapa pintu masuk.

Menurut sejarawan Belanda, J. Noorduyn, nama Slamet adalah relatif baru, tepatnya setelah masuknya Islam ke Jawa. Kata Slamet dipinjam dari basa Arab. Ia mengatakan, penyebutan Gunung Agung di dalam naskah berbahasa Sunda terkait petualangan Bujangga Manik adalah Gunung Slamet.

Seperti gunung api lainnya di Pulau Jawa, Gunung Slamet terbentuk akibat subduksi Lempeng Indo-Australia pada Lempeng Eurasia di selatan Pulau Jawa. Retakan lempeng itu membuka jalur lava ke permukaan.

Gunung ini aktif dan sering mengalami erupsi skala kecil. Catatan letusan diketahui sejak abad ke-19. Aktivitas terakhir Gunung Slamet terjadi pada tahun 2009, tepatnya di bulan Mei sampai Juni masih terus mengeluarkan lava pijar.

Baca juga artikel terkait GUNUNG SLAMET atau tulisan lainnya dari Alexander Haryanto

tirto.id - Sosial budaya
Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Iswara N Raditya