Menuju konten utama

Jelang 100 Hari, Trump Terbitkan Keppres Keluar dari NAFTA

Presiden Donald Trump sedang mempertimbangkan penerbitan executive order atau Keppres yang akan mengeluarkan Amerika Serikat dari Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA).

Jelang 100 Hari, Trump Terbitkan Keppres Keluar dari NAFTA
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunjukkan perintah eksekutif di Departemen Keuangan di Washington, Jumat (21/4). ANTARA FOTO/REUTERS/Aaron P. Bernstein.

tirto.id - Menjelang 100 hari pemerintahan, Presiden Donald Trump sedang mempertimbangkan penerbitan executive order atau Keputusan Presiden (Keppres) yang akan mengeluarkan Amerika Serikat dari Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA), menurut para pejabat senior pemerintah AS. Namun waktu pelaksanaannya belum ditentukan.

Langkah yang menurut satu sumber akan diambil begitu Trump tepat masuk ke-100 hari pemerintahannya Sabtu pekan ini, bisa menceraiberaikan salah satu blok perdagangan terbesar di dunia itu. Kabar ini sendiri langsung menghempaskan nilai kurs Peso Meksido dan dolar Kanada.

Trump sudah mengancam merenegosiasikan pakta NAFTA selama kampanye presiden lalu karena dianggapnya telah merugikan lapangan kerja AS.

"Ada beberapa pembahasan. Ada beberapa pihak yang mendesak untuk lebih cepat dilakukan," kata satu sumber lain yang mengetahui soal ini.

Kabar ini sontak menjatuhkan nilai Peso terhadap dolar AS sekitar 1,5 persen, dan demikian juga dolar Kanada yang tertekan 0,45 persen. Harga saham di dua negara tetangga AS itu juga ikut terpangkas.

Kekacauan dalam perdagangan antara ketiga anggota NAFTA akan mengganggu sektor otomotif dan industri lainnya, menekan pendapatkan perusahaan-perusahaan yang diuntungkan oleh bebas bea masuk dan buruh muruh dari Meksiko. Keputusan itu juga akan menekan keras ekspor sektor pertanian AS.

"Meninggalkan sepenuhnya kesepakatan itu akan berarti keuntungan-keuntungan semacam itu hilang," kata Paul Ferley, ekonom pada Royal Bank of Canada.

Trump sudah berulang kali bersumpah untuk mengeluarkan AS dari pakta dagang yang sudah berumur 23 tahun itu jika dia tidak bisa merenegosiasikannya dengan syarat-syarat yang lebih menguntungkan AS.

Dia sejak lama menuduh Meksiko menghancurkan lapangan kerja AS.

Faktanya AS memang dirugikan oleh pakta ini karena hanya pernah surplus dari Meksiko pada awal 1990-an, namun berbalik defisit sampai 63 miliar dolar AS pada 2016, seperti dikutip Antara.

Baca juga artikel terkait PEMERINTAHAN DONALD TRUMP atau tulisan lainnya dari Maya Saputri

tirto.id - Politik
Reporter: Maya Saputri
Penulis: Maya Saputri
Editor: Maya Saputri