Jejak Bisnis Bobby Nasution, Menantu Presiden Jokowi

Oleh: Aulia Adam - 8 Desember 2020
Dibaca Normal 2 menit
Bisnis properti Bobby Nasution terafiliasi dengan politikus lokal di Sumatera Utara dan tambang di Konawe.
tirto.id - Di Binjai, sebuah kota di pinggiran barat Sumatera Utara, tak banyak yang tahu bahwa Muhammad Bobby Afif Nasution, menantu Presiden Joko Widodo, ternyata pemilik Veteran Café, warung kopi yang berdiri sejak 2013. Kabar itu baru santer terdengar ketika Bobby mencalonkan diri sebagai Wali Kota Medan dalam Pilkada 2020. Binjai lebih dikenal sebagai kota persinggahan karena diapit Medan dan jalur lintas Sumatera menuju Aceh.

Veteran Café, terletak di samping kantor Wali Kota Binjai, kini diklaim Bobby sebagai bisnis kuliner pertama yang ia bangun, juga salah satu bisnis yang dirintisnya sebelum menjadi menantu Presiden Jokowi pada 2017.

Sejak 2018, Veteran Café tak lagi jadi satu-satunya usaha Bobby di Binjai.

Bobby, yang memiliki kekayaan Rp54,8 miliar, memiliki saham sebesar Rp9,3 miliar sekaligus komisaris di PT Wirasena Cipta Reswara. Perusahaan ini memiliki saham sebesar Rp1,53 miliar di PT Pilar Wirasena Sinergi, yang beralamat di Jalan Tengku Amir Hamzah, Binjai.

PT Pilar bergerak di bidang pertanian, yang produknya adalah beras. Meski Binjai bukan kota pertanian, dan diakui Wali Kota Binjai Muhammad Idaham tak punya lahan sawah padi yang luas bahkan terus berkurang setiap tahun, itu tak menyurutkan Bobby berinvestasi di sana.

Dalam acara buka puasa bersama Idaham, Juni 2018, Bobby mengungkap PT Pilar Wirasena Sinergi merupakan bagian dari PT Wirasena Cipta Reswara.

Di PT Pilar, Muhammad Andri Alfisah, putra pertama Idaham, adalah pemilik saham sebesar Rp630 juta dan menduduki komisaris. Andri Alfisah merupakan anggota DPRD provinsi Sumatera Utara dari Partai Demokrat (2019-2024). Idaham telah menjabat Wali Kota Binjai selama dua periode. Keluarga ini tengah membangun dinasti politik di mana istri Idaham, Lisa Andriani, bertarung dalam Pilkada Kota Binjai 2020.


Dipinang Pengusaha Properti

Sebelum menikah dengan Kahiyang Ayu, putri Presiden Jokowi, Bobby dipinang Takke Group, perusahaan properti asal Tanjung Pinang, sebagai direktur pemasaran. Bobby mengaku mengenal Direktur Takke Group, Laurence M Takke, melalui ayahnya, Erwin Nasution, eks Direktur PTPN IV.

“Jadi, sebelum bergabung dengan Takke Group, saya sudah lebih dulu berbisnis properti pada 2011. Awalnya renovasi rumah untuk dijual kembali. Lalu bangun satu dua, hingga terlibat dalam proyek Malioboro City di Yogyakarta,” klaim Bobby pada September 2017.

Nama Takke Group belum sementereng gergasi properti macam Ciputra Group atau Agung Podomoro Group. Tapi, di balik minim aktivitas publikasinya, ada beberapa proyek bernilai sekitar Rp2 triliun yang dirampungkan Tekke Group. Ini antara lain apartemen Kemang View dan Metro Galaxy di Bekasi, juga sejumlah perumahan tapak seperti Cimanggis Permai yang jika dikumulasikan telah membangun sekitar 8.000 unit. Dalam arsip berita pada Juli 2019, CEO Tekke Group, Laurence M Tekke, mengungkap ketertarikan bekerja sama dengan pemerintahan Joko Widodo menjadikan Indonesia sebagai poros maritim.



Proyek Perumahan Subsidi di Sukabumi

PT Wirasena Cipta Reswara, perusahaan properti Bobby beralamat di Cilandak, Jakarta Selatan, sempat diributkan publik saat memenangkan proyek rumah bersubsidi pemerintah di Sukabumi, Jawa Barat. Kemenangan atas tender ini dianggap tak lepas dari status dia sebagai menantu Presiden. Tudingan ini dibantah Bobby.

Proyek perumahan program Nawacita Sukabumi Sejahtera Satu itu diresmikan Bobby Nasution pada 21 Januari 2019. Proses pembangunan oleh perusahaan diprotes warga karena menyebabkan lingkungan sekitar terdampak limbah lumpur.

PT Glostar Indonesia, yang berdiri di kawasan terdampak, sempat melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri Cibadak pada November 2019. Alasannya, dalam aktivitas cut and fill, PT Wirasena Cipta Reswara tidak ditunjang sarana dan prasarana memadai. Saat hujan tiba, material tanah dan lumpur menerjang dan merusak kawasan pabrik PT Glostar. Namun, pada Januari 2020, PT Glostar kalah di pengadilan.

“Sekarang kami fokus ke menyelesaikan masalah internal saja supaya mengurangi kerugian,” kata Humas PT Glostar, Nurzaman, saat dikontak Tirto. “Kami membenahi sendiri aja biar kerugian karena lumpur yang masuk enggak makin banyak.”

Nurzaman berkata PN Cibadak menolak tuntutan PT Glostar dengan alasan gugatan seharusnya dilayangkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, yang jadi daerah kantor perusahaan Bobby tersebut.


Infografik HL Bisnis dan Kekayaan Bobby
Infografik Bisnis & Kekayaan Bobby. tirto.id/Lugas

Terafiliasi dengan Perusahaan Tambang di Konawe

PT Wirasena Cipta Reswara terafiliasi dengan PT Sambas Minerals Mining, perusahaan pertambangan di Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Ia pemegang saham terbesar kedua senilai Rp5,7 miliar di PT Wirasena. Haji Anton Tarigan adalah Direktur Utama PT Sambas Minerals Mining dan PT Wirasena.

Baca juga artikel terkait PILKADA MEDAN 2020 atau tulisan menarik lainnya Aulia Adam
(tirto.id - Bisnis)

Reporter: Aulia Adam, Ign. L. Adhi Bhaskara & Reja Hidayat
Penulis: Aulia Adam
Editor: Fahri Salam
Artikel Lanjutan
DarkLight