Jatuhnya YG Entertainment

Oleh: Aditya Widya Putri - 29 November 2016
Dibaca Normal 4 menit
Di masa jayanya, YG Entertainment merupakan salah satu agensi paling sukses di Korsel. Namun, bisnis mereka mulai limbung karena beberapa artis andalan mereka "berguguran".
tirto.id - Para penggemar musik K-Pop mungkin saat ini sedang sangat bersedih, tiga grup musik kenamaan di Korea berada di krisis terberatnya. Adalah Bigbang, 2NE1, dan Winner, yang sudah membawa YG Entertainment menjadi agensi musik terbesar di Korea Selatan, harus melakukan efisiensi dengan memecat sejumlah anggotanya. Konsekuensinya, harga saham YG merosot tajam.

Di masa jayanya, YG Entertainment merupakan salah satu agensi musik yang paling digemari di Korea Selatan karena menghasilkan bintang-bintang K-Pop yang digilai banyak penggemarnya. Dari segi musik, YG Entertainment juga berbeda karena lebih menonjolkan sisi R&B, hip-hop dibanding pop seperti agensi musik lainnya. YG juga terdepan dalam soal talent dan fashion para artisnya.

Agensi yang didirikan pada 1998 oleh Yang Hyun Suk ini membawahi sederetan nama grup, duet, maupun solois beken seperti Bigbang, 2NE1, Psy, Winner, iKon, Se7en, Gummy, Epik High, Akdong, dan Lee Hi. Selain sebagai management artist, YG Entertainment juga memiliki lini bisnis lainnya, seperti YG e-shop, Social Campaign, YG K-Plus, NONA9ON, Moonshoot, YG Plus Inc, YG Golf Academy, Three Way Butchers yang bergerak di kuliner, dan YG With Social Campaign.

Seiring melejitnya karier dari para artisnya, pundi-pundi YG Entertainment pun semakin besar. Pada 2011, YG Entertainment mencatatkan sahamnya di KOSDAQ. Harga Saham perdana YG bernilai KRW 34.000 per lembar dengan kapitalisasi pasar mencapai KRW 390 billion.

Pada tahun 2011, pendapatan bersih YG mencapai KRW 62,549 juta dengan laba bersih KRW 11,771 juta. Kinerjanya melejit pada tahun 2012, mengalahkan SM dan JYP Entertainment, berkat kesuksesan besar sang rapper Psy yang menyebarkan demam Gangnam Style ke seluruh dunia. Pada 2012, pendapatan bersih mencapai KRW 99.725 juta dan laba bersih KRW 17.113 juta.

Kesuksesan ini terus berlanjut hingga 2013. Meski harga sahamnya sempat turun hingga 11,4 persen, tetapi pendapatan YG Entertainment tetap naik dan menyentuh angka KRW 105.709 juta dengan laba bersih KRW 13.935 juta.

Total nilai saham YG senilai 170.4 juta dolar AS masih berada di peringkat teratas industri musik hiburan Korea dibandingkan dengan total nilai saham agensi yang lain.

Tak hanya Psy yang membuat nama YG berkibar dan harga sahamnya melangit, BIGBANG sebagai boyband andalan agensi ini juga menjadi penyumbang terbesar dalam kenaikan saham-saham YG. Beranggotakan lima pria, G-Dragon, TOP, Teyang, Daesung, dan Seungri, grup ini selalu menorehkan penghargaan atas penjualan album-album mereka yang fantastis.

Bahkan mini albumnya yang berjudul M.A.D.E tahun 2015 lalu terjual lebih dari 13,3 juta kopi di seluruh Asia. Mereka pun berhasil membawa pulang penghargaan 'Artist of the Year' di Mnet Asian Music Award 2015. Bigbang juga termasuk artis dengan penjualan terlaris di Cyworld, Hollywood Reporter pun menobatkan mereka sebagai boyband terbesar di dunia atas kontribusinya di bidang musik.

Pentolannya, G-Dragon, selain bakatnya menelurkan lagu, gaya berbusananya yang nyeleneh juga menjadi sorotan fashionista. Ia kerapkali menjadi tren dan menuai pujian sana-sini dari para penggila fashion. Setelah berhasil membuat satu ikon boyband Korea yang jauh dari kesan “cantik”, YG ganti melahirkan ikon untuk girlbandnya yakni 2NE1yang beranggotakan CL, Minzy, Park Bom, dan Sandara Park sebagai personilnya.

Seperti halnya Bigbang, 2NE1 juga sukses merajai tangga-tangga lagu musik K-Pop. Aliran musiknya pun masih sama, R&B, hip-hop sebagai dasar dan berbagai tambahan aliran musik lainnya seperti elektronik dan reagge dengan CL dan Minzy sebagai kekuatan utama mereka. Kedua personel ini memegang peranan sebagai vokalis sekaligus rapper dan dancer utama.

2NE1 sering dikatakan sebagai Bigbang versi perempuan, karena secara keseluruhan, baik gaya busana maupun jenis musik hampir selalu sama dengan grup laki-laki pendahulunya. Personel 2NE1 memang tak memiliki wajah cantik layaknya girlband lainnya. Namun, bakat mereka tetap mampu menjadi magnet bagi para penggemarnya. Terbukti sepanjang kariernya, 19 lagu hits mereka muncul di tangga lagu World Digital Songs, tiga album muncul di tangga lagu top 10 World Albums dan satu album muncul di chart Billboard 200.

“Saya berpikir bahwa orang cool itu lebih baik dari sekedar cantik, CL dan Minzy 2NE1 memiliki karisma. Itu keren,” ujar Sang CEO, Hyun Suk ketika mengomentari penampilan anak didiknya.

Kejayaan YG ditambah setelah mereka menelurkan grup boyband barunya melalui serangkaian seleksi ketat dalam program Who Is Next (WIN)? Dua grup diadu kualitasnya dan membawa satu dari mereka sebagai grup boyband yang debut menyandang nama Winner. Satu yang lain kemudian juga debut di bawah naungan YG dengan nama iKon.

Infografik Kejatuhan yang Entertainment


YG Berangsur Hancur

Meski mencatat pertumbuhan yang pesat, akan tetapi YG juga menghadapi permasalahan yang cukup pelik terkait artis-artisnya. Beberapa hal-hal kecil mulai dari gosip kedekatan para personil dengan lawan jenisnya hingga kasus penyelundupan narkoba membuat YG terombang-ambing. Apalagi, tahun ini mereka harus rela menjalani kenyataan bahwa tiga di antara grup asuhannya bermasalah.

Kejatuhan YG yang pertama datang pada 2014, saat rumor penyelundupan narkoba anggota 2NE1, Park Bom, ke Korea beredar luas. Harga saham YG Entertainment turun dari 44.500 won menjadi 37.000 won setara dengan 38,50 dolar ke 32,00 dolar.

Walau begitu, YG selamat karena baru debut boyband kedua mereka, Winner di bulan Agustus. Harga sahamnya kembali pada reli ke 52.900 Won Korea atau sekitar $ 45,80 dan terus naik hingga berada di pada level 61.900 won setara dengan $53.6 di akhir taahun 2014.

Sayang, Winner tak begitu banyak menyelamatkan YG, karena saat YG mendebutkan boyband ketiganya, iKon, saham mereka kembali merosot. Di akhir 2014, YG mencatatkan pendapatan bersih sejumlah KRW 133.790 juta dengan laba bersih KRW 17.711 juta.

Hal ini ditengarai karena iKon dianggap sebagai versi murahan dari Bigbang dan WINNER. Ekspektasi publik yang terlalu tinggi jatuh setelah melihat debut pertama iKon yang tidak se-WAH BIGBANG dan WINNER.

Harga saham YG merosot tajam hingga 47.000 won atau senilai $4.07 di tahun 2015 lalu. Dan tahun ini serta awal tahun depan, mungkin akan menjadi tahun terberat bagi YG, berawal dari keluarnya sang dancer utama yang selalu tampil atraktif di setiap show-show 2NE1, Minzy di awal tahun.

Para netter menyangka keluarnya Minzy merupakan puncak dari ketidakadilan yang diterimanya selama ini. Sebab, walau diakui sangat berbakat oleh CEO-nya sendiri, Minzy tak pernah didebutkan dengan album solo seperti teman-teman satu grupnya yang lain.

“YG terlalu menganakemaskan CL dan Dara, wajar saja Minzy pergi,” ujar para netter.

Dampak hengkangnya Minzy, harga saham YG pada 5 April turun 950 Won atau setara 2,42 persen. Kemunculan BlackPink yang digadang sebagai pengganti 2NE1 dengan tampilan para member-nya yang lebih cantik juga tak banyak menolong, saham YG masih goyah. Per September 2016, pendapatan bersih YG mencapai KRW 101.299 juta, dengan laba bersih KRW 3.323 juta.

Petaka agaknya tak berhenti di situ, alih-alih menarik personel baru sebagai pengganti Minzy, pada tanggal 25 November lalu, YG malah mengumumkan bubarnya girlband legendaris mereka. Park Bom diketahui tak melanjutkan kontrak, sementara CL dan Dara melanjutkan karier mereka di YG sebagai solois.

Selain bubarnya 2NE1, berita tak kalah mencengangkan lain datang dari salah satu personil WINNER yang kemudian diketahui menderita gangguan mental dan akhirnya kena pecat bos besar YG. Nam Taehyun, vokalis utama sekaligus pembuat lagu boyband Winner memang sejak pertama debutnya selalu dihinggapi isu tak sedap.

Saat itu, salah seorang teman sekolahnya mengunggah skandal bullying yang dilakukan Taehyun saat SMA. Seiring waktu diketahui ia adalah mantan Iljin, semacam sebutan seperti preman, tukang bully, bertindik, dan gemar main perempuan. Pernah suatu ketika dalam satu jumpa pers, Taehyun lepas kontrol dan membentak para fans yang berteriak histeris. Karena egonya yang sering meledak-ledak itulah, Taehyun akhirnya didepak dan diminta untuk fokus menangani penyakit mentalnya tersebut.

“Sulit mengatakan kapan akan pulih dan kembali, karena itu adalah masalah psikologis yang telah dihadapi sejak ia masih muda,” ujar YG dalam situs resminya.

YG memang tidak bangkrut, tapi melepaskan 2NE1 membuat financial shock bagi mereka, ditambah Taehyun yang juga harus hengkang. Walau bukan sebagai penyumbang terbesar di YG Entertaiment, 2NE1 juga tak bisa disebut anak bawang. Dan lagi, YG perlu waspada karena kantung uang mereka, BIGBANG sebagai boyband andalan juga terancam keeksistensiannya.

Berita buruk bagi Blackjack, sebutan untuk para fans 2NE1, Inner Circle sebutan untuk para fans WINNER, akhirnya menjalar juga kepada VIP, para fans BIGBANG. Sebabnya, pada awal 2017 rapper utama boyband Bigbang, TOP harus menjalani wajib militer selama 2 tahun terhitung Februari tahun depan.

Berturut-turut wajib militer ini harus diikuti personel lainnya, seperti G-Dragon dan Taeyang di tahun yang sama, lalu Daesung di tahun berikutnya dan si bontot Seungri di tahun 2019. Jika perhitungannya tepat, para VIP harus menerima kenyataan tak akan melihat idola mereka secara lengkap hingga tahun 2021.

YG harus juga menyiapkan amunisi tambahan agar sahamnya tak terus-terusan merosot. Mungkin setelah membuat BlackPink, mereka perlu membuat dua lainnya yang bisa mengobati sakit hati para Blackjak, VIP, dan Inner Circle. Karena seperti yang diketahui, BIGBANG, 2NE1, dan Winner adalah penyelamat-penyelamat saham YG yang justru tak selamat.

Baca juga artikel terkait KPOP atau tulisan menarik lainnya Aditya Widya Putri
(tirto.id - Bisnis)

Reporter: Aditya Widya Putri
Penulis: Aditya Widya Putri
Editor: Nurul Qomariyah Pramisti