Menuju konten utama

Insiden Penembakan Terjadi Lagi di Louisiana, 2 Orang Tewas

Insiden penembakan tersebut terjadi saat sekitar 5.000 mahasiswanya sedang merayakan sebuah acara alumni minggu ini.

Insiden Penembakan Terjadi Lagi di Louisiana, 2 Orang Tewas
Ilustrasi pria bersenjata. Getty Images/iStockphoto

tirto.id - Dua pria tewas dalam penembakan di sebuah universitas di negara bagian Louisiana, Amerika Serikat. Polisi mengatakan seorang tersangka melarikan diri dari tempat kejadian.

Menurut juru bicara universitas, Will Sutton, mereka terluka parah di halaman sebuah asrama di Grambling State University (GSU) menyusul pertengkaran di kamar asrama.

Dilansir BBC, kedua korban berusia 23 tahun dan berasal dari Farmerville, Louisiana. Earl Andrews, seorang siswa GSU; sementara satu korban lagi: Monquiarious Caldwell, bukan mahasiswa kampus itu

Saudara laki-laki Andrews, Ledarius Heard, mengatakan kepada kantor berita Associated Press bahwa kedua pria tersebut adalah teman dari sekolah menengah dan sepupu.

"Earl tidak mengganggu siapa pun," kata Heard tentang saudaranya, menambahkan bahwa Andrews telah merencanakan untuk pindah ke Texas setelah lulus agar lebih dekat dengan anak laki-lakinya yang berusia satu tahun.

Kantor kepolisian Lincoln Parish mengatakan bahwa pihaknya membantu polisi kampus dalam penyelidikan, dan telah menjanjikan "patroli ekstra di sekitar kampus GSU untuk masa yang akan datang."

"Ini bukan tindakan acak, atau tindakan terorisme," kata polisi Lincoln Parish Mike Stone mengatakan kepada media AS.

"Tampaknya korban dan tersangka saling mengenal, dan jelas ada perasaan benci. Ini adalah tragedi," katanya menerangkan.

Pihak berwenang belum menyebutkan tersangka.

Sementara itu, upacara doa untuk berkabung direncanakan pihak kampus pada Rabu (25/10/2017) malam waktu setempat.

Insiden tersebut terjadi saat sekitar 5.000 mahasiswanya sedang merayakan sebuah acara alumni minggu ini.

Universitas tersebut men-tweet pada Rabu bahwa "kantor dibuka dengan jam kerja normal dan siswa diharapkan menghadiri kelas sesuai jadwal."

Pada Juli 2016, di Louisiana, tepatnya di Baton Rouge, sempat geger insiden penembakan yang menewaskan tiga polisi dan tiga orang lainnya terluka.

Seorang pejabat pemerintah Amerika Serikat mengungkapkan bahwa si penembak di Baton Rouge adalah seseorang yang pernah menjalankan dinas di Korps Marinir.

Pria itu beberapa menit kemudian membunuh dirinya sendiri dengan tembakan saat kontak senjata dengan para petugas kepolisian yang berdatangan ke lokasi.

Peristiwa itu terjadi hampir dua pekan setelah seorang pria melancarkan penembakan hingga menewaskan lima personel kepolisian Dallas.

Baca juga artikel terkait TRAGEDI PENEMBAKAN atau tulisan lainnya dari Yuliana Ratnasari

tirto.id - Hukum
Reporter: Yuliana Ratnasari
Penulis: Yuliana Ratnasari
Editor: Yuliana Ratnasari