Info Gunung Merapi Hari Ini 16 Maret 2022: 30 Kali Gempa Guguran

Penulis: Alexander Haryanto - 16 Mar 2022 17:00 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Gunung Merapi mengalami 30 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-16 mm dan lama gempa 15-158 detik.
tirto.id - Situasi Gunung Merapi hari ini, Rabu, 16 Maret 2022, berdasarkan periode pengamatan pukul 06.00-12.00 WIB mengalami 30 kali gempa guguran, 8 kali gempa hybrid/fase banyak, 1 kali gempa guguran dan 1 kali gempa tektonik.

Sampai saat ini, seperti dilaporkan laman resmi magma.esdm.go.id, status gunung api yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta masih dinyatakan Siaga Level III.

Apabila terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.


Aktivtas Gunung Merapi

Gunung Api Merapi terletak di Kab/Kota Sleman, Magelang, Boyolali, Klaten, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah dengan posisi geografis di Latitude -7.542°LU, Longitude 110.442°BT dan memiliki ketinggian 2968 mdpl.

Pengamatan Visual

Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal tinggi sekitar 20-80 meter dari puncak. Cuaca berawan hingga mendung, angin lemah hingga sedang ke arah timur dan barat.

Klimatologi

Cuaca berawan hingga mendung, angin lemah hingga sedang ke arah timur dan barat. Suhu udara sekitar 20-25°C. Kelembaban 84-97%. Tekanan udara 567-717 mmHg.

Pengamatan Kegempaan

  • 30 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-16 mm dan lama gempa 15-158 detik.
  • 8 kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 2-15 mm, S-P 0.4-0.7 detik dan lama gempa 5-7 detik.
  • 1 kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 35 mm, dan lama gempa 8 detik.
  • 1 kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 35 mm, S-P 7 detik dan lama gempa 168 detik.

Rekomendasi

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
2. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
3. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar G. Merapi.
4. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.


Baca juga artikel terkait GUNUNG MERAPI atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Iswara N Raditya

DarkLight