Indikasi Flu Babi di Medan, Menteri Pertanian Perintahkan Isolasi

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 8 November 2019
Dibaca Normal 1 menit
Berdasarkan fakta akademis Syahrul mengeklaim penyakit flu babi tidak menular kepada manusia.
tirto.id - Pemerintah memastikan siap menangani dugaan wabah flu babi Afrika atau kolera babi di sejumlah daerah. Kementerian Pertanian menyatakan telah menyiapkan sejumlah langkah isolasi dan karantina bagi babi yang terindikasi penyakit tersebut.

“Ini tidak boleh dibiarkan dan hari ini saya bersurat kepada gubernur-bupati agar benar melakukan isolasi. Balai Karantina akan ketat melakukan itu,” ucap Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo kepada wartawan saat ditemui di Kementerian PUPR Jumat (8/11/2019).

Syahrul juga mengatakan telah membentuk tim di tingkat nasional, provinsi sampai kabupaten. Mereka akan menjadi ujung tombak bagi upaya pengendalian ini.

Berdasarkan fakta akademis Syahrul mengeklaim penyakit yang menimpa babi ini tidak menular kepada manusia. Namun, ia memastikan hal itu tidak membuat upaya isolasi menjadi kendur. Ia juga meminta berbagai pihak menahan diri dari hoaks yang bisa membuat kepanikan masyarakat.

“Dari pendekatan akademis ternyata itu tidak menular kepada manusia tapi ini tidak boleh dibiarkan,” ucapnya.

Informasi mengenai virus demam babi Afrika atau African Swine Fever (ASF) ini memang sudah dikonfirmasi oleh Balai Veteriner Medan, meskipun baru sebatas indikasi.

Tim dari balai veteriner telah melakukan uji laboratorium sampel dari bangkai babi yang ditemukan di wilayah Sumatra Utara. Uji itu dilakuakn usai ribuan babi ternak di wilayah itu mendadak mati.

Kepala Balai Veteriner Medan Agustia MP menyatakan untuk mengetahui kebenaran penyakit ASF, perlu uji laboratorium berkali-kali. Sebab virus ASF belum pernah muncul di Indonesia sehingga belum ada obatnya juga.

“Virus ini serangannya cepat dan sistemik. Babi yang diserang tidak kelihatan sakit tapi bisa tiba-tiba mati. Virus ASF ini masuk ke dalam tubuh dan mematikan organ-organ,” ucap Agustia Jumat (8/11/2019) seperti dikutip dari Antara.

Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumatera Utara mencatat ada 11 Kabupaten/Kota yang terkena wabah virus hog cholera yaitu Dairi, Humbang Hasundutan, Deli Serdang, Medan, Karo, Toba Samosir, Serdang Bedagai, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan dan Samosir.

Dari 11 kabupaten/kota tersebut sebanyak 4.682 ekor babi dilaporkan mati diduga akibat virus ini.


Baca juga artikel terkait FLU BABI atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Irwan Syambudi
DarkLight