Menuju konten utama

II-EPG Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia-India

Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia Retno Marsudi menerima kunjungan kehormatan dari anggota Indonesia-India Eminent Persons Group (II-EPG) di Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Jakarta, Selasa (5/4/2016). Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat kemitraan strategis di antara kedua negara.

II-EPG Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia-India
Menteri luar negeri Indonesia, Retno Marsudi. tirto/andrey gromico

tirto.id - Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia Retno Marsudi menerima kunjungan kehormatan dari anggota Indonesia-India Eminent Persons Group (II-EPG) di Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Jakarta, Selasa (5/4/2016). Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat kemitraan strategis di antara kedua negara.

Menlu Retno menyambut gembira terlaksananya pertemuan II-EPG yang berlangsung di Jakarta, antara 4-5 April 2016 lalu. Menlu Retno menilai bahwa pertemuan tersebut sejalan dengan upaya untuk mengoptimalkan berbagai potensi dan kesempatan yang dapat dikembangkan kedua belah pihak dalam penguatan kemitraan strategis.

Pada kesempatan tersebut, Menlu RI dan para anggota II-EPG menyepakati pentingnya komitmen politik yang tinggi dari pemimpin kedua negara, antara lain melalui kegiatan saling kunjung dan pertemuan reguler antara kedua pemimpin Indonesia dan India.

Pembentukan II-EPG merupakan mandat Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono dan Perdana Menteri India Manmohan Singh pada saat pertemuan bilateral tahun 2011, yang kemudian ditegaskan kembali oleh kedua pemimpin negara tersebut pada tahun 2013 saat kunjungan PM India ke Indonesia.

II-EPG bertugas menyusun rekomendasi bagi pengembangan hubungan kedua negara, sesuai dengan lima area prioritas kerja sama yang disepakati oleh kedua kepala negara.

Lima area prioritas kerja sama RI-India tersebut mencakup keterlibatan strategis, kerja sama pertahanan dan keamanan, kemitraan ekonomi komprehensif, kerja sama budaya dan hubungan antarmasyarakat, dan kerja sama dalam merespon tantangan-tantangan bersama.

Pertemuan yang dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Luar Negeri A.M. Fachir tersebut berisikan agenda-agenda seperti pembahasan program kerja II-EPG, bertukar pikiran tentang penguatan kemitraan strategis RI-India dan kaitannya dengan isu-isu pokok "Visions for 2025", serta mengidentifikasi rekomendasi yang akan menjadi bagian utama dari outcomes documents II-EPG.

Selain itu, guna memanfaatkan kehadiran para anggota II-EPG, Kemlu juga melaksanakan dialog strategis mengenai pertahanan dan kemaritiman dengan menghadirkan tiga narasumber utama dari Universitas Pertahanan, Universitas Gadjah Mada, dan EPG India pada 5 April 2016.

(ANT)

Baca juga artikel terkait II-EPG atau tulisan lainnya

Reporter: Yantina Debora