Menuju konten utama
IHSG Hari Ini 29 Desember 2021

IHSG Menguat di Tengah Kekhawatiran Imbas Kasus COVID-19 Omicron

IHSG dibuka menguat pada perdagangan Rabu (29/12/2021) pagi di tengah kekhawatiran pasar atas imbas kasus COVID-19 varian Omicron.

IHSG Menguat di Tengah Kekhawatiran Imbas Kasus COVID-19 Omicron
Pegawai melintas di dekat monitor pergerakan indeks harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (7/12/2021). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj.

tirto.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Rabu (29/12/2021) pagi pukul 09.00 WIB di zona hijau pada angka 6.603. Posisi tertinggi IHSG pagi ini berada di level 6.618, sedangkan pergerakan terendah pagi ini terjadi di level 6.603.

IHSG sudah diperdagangkan dengan volume 217 juta lembar dan nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp82,5 miliar untuk 18.584 kali transaksi. Kemudian pagi ini setidaknya ada 186 saham yang bergerak menguat dan 72 saham melemah sementara 225 sisanya ada di posisi stagnan.

Analis Artha Sekuritas Dennies Christopher Jordan menjelaskan, secara teknikal candlestick membentuk higher high dan higher low disertai indikator stochastic yang membentuk goldencross di area oversold mengindikasikan IHSG pagi ini mengalami penguatan dalam jangka pendek.

"Pergerakan diperkirakan masih akan cukup terbatas dikarenakan minimnya sentimen dalam negeri serta adanya kekhawatiran akan tingginya kasus COVID di AS dan Eropa," jelas dia dalam analisa harian yang dikutip Tirto, Rabu (29/12/2021).

Adapun IHSG pagi ini yang berada di zona hijau tidak terjadi pada indeks saham global. Bursa Amerika Serikat ditutup beragam. Dow Jones ditutup 36.398,21 (+0,26%), NASDAQ ditutup 15.781,70 (-0,56%), S&P 500 ditutup 4.786,36 (-0,10%).

Bursa saham Wall Street ditutup beragam dengan Dow Jones mengalami penguatan dan Nasdaq serta S&P 500 yang melemah. Pergerakan masih dibayangi oleh kekhawatiran akan kasus COVID Omicron setelah jumlah kasus melonjak dan ribuan penerbangan dibatalkan.

Apple Inc menutup beberapa gerai di New York seiring tingginya lonjakan kasus Covid-19. Federal Reserve mengisyaratkan awal bulan ini kenaikan suku bunga tiga perempat poin persentase pada akhir 2022 karena ekonomi mendekati pekerjaan penuh dan bank sentral AS mengatasi lonjakan inflasi.

Baca juga artikel terkait IHSG atau tulisan lainnya dari Selfie Miftahul Jannah

tirto.id - Bisnis
Reporter: Selfie Miftahul Jannah
Penulis: Selfie Miftahul Jannah
Editor: Maya Saputri