IHSG Ditutup Melemah Dibayangi Sentimen Nilai Tukar Rupiah

Reporter: Dwi Aditya Putra, tirto.id - 21 Nov 2022 15:45 WIB
IHSG ditutup melemah pada perdagangan Senin (21/11/2022). IHSG berada di level 7.063 (-0,27 persen).
tirto.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Senin (21/11/2022). IHSG berada di level 7.063 (-0,27 persen). Level tertinggi hari ini tercatat pada posisi 7.107 dan level terendah indeks tercatat di 6.947.

Mengutip RTI Business, secara keseluruhan tercatat 263 saham menguat, 251 saham melemah, dan 194 saham bergerak ditempat. Sementara itu, kapitalisasi pasar terpantau pada posisi Rp9.497 triliun dengan nilai transaksi tembus Rp9,24 triliun.

CEO PT Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Surya mengatakan, mengawali pekan pergerakan IHSG masih menunjukkan upaya untuk keluar dari rentang konsolidasi wajarnya.


Sedangkan sentimen dari fluktuasi nilai tukar Rupiah dan harga komoditas masih akan memberikan sentimen terhadap pergerakan IHSG hingga beberapa waktu ke depan.

Berdasarkan pantauan, IHSG melemah dipengaruhi pelemahan lima indeks sektoral. Sektor teknologi anjlok 1,77 persen. Sektor keuangan terjun 0,71 persen. Sektor barang baku tergerus 0,27 persen Sektor barang konsumsi primer turun 0,22 persen. Sektor properti dan real estat melemah tipis 0,01 persen.

Sedangkan enam sektor justru menguat. Sektor energi melesat 1,92 persen. Sektor barang konsumsi nonprimer melonjak 1,04 persen. Sektor perindustrian melaju 0,74 persen. Sektor infrastruktur naik 0,43 persen. Sektor transportasi dan logistik menanjak 0,39 persen. Sektor kesehatan menguat 0,16 persen.

Berikut top gainers hari ini adalah:

- PT Trisula International Tbk (TRIS) naik 31,87 persen ke Rp240 per saham

- PT Bank QNB Indonesia Tbk (BKSW) naik 29,81 persen ke Rp135 per saham

- PT Chemstar Indonesia Tbk (CHEM) naik 20,00 persen ke Rp114 per saham.




Baca juga artikel terkait IHSG DITUTUP MELEMAH atau tulisan menarik lainnya Dwi Aditya Putra
(tirto.id - Bisnis)

Reporter: Dwi Aditya Putra
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Anggun P Situmorang

DarkLight