Menuju konten utama

Hunian Berkonsep TOD di Tiga Stasiun Jakarta Mulai Dibangun

Pembangunan hunian dengan konsep Transit Oriented Development (TOD), yakni terintegrasi dengan sarana transportasi publik, di tiga stasiun di wilayah ibu kota resmi mulai berlangsung pada hari ini.

Hunian Berkonsep TOD di Tiga Stasiun Jakarta Mulai Dibangun
Menteri BUMN Rini Soemarno melihat maket rusun saat "ground breaking" pembangunan rumah susun dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) di Stasiun Pondok Cina, Depok, Jawa Barat, Senin (2/10/2017). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso.

tirto.id - Tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yakni PT Kereta Api Indonesia (KAI), PT Wijaya Karya (WIKA) dan PT PP (Persero), bersinergi membangun Rumah Susun (Rusun) berkonsep Transit Oriented Development (TOD) yang juga menyediakan hunian murah. Rusun berkonsep TOD terintegrasi dengan sarana yang memudahkan akses ke transportasi publik seperti kereta dan busway.

Pembangunan Rusun itu akan berlangsung di tiga Stasiun di Jakarta, yakni Pasar Senen, Juanda dan Tanah Abang. Peresmian ground breaking proyek ini berlangsung di Stasiun Juanda pada Selasa (10/10/2017).

Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, Rusun TOD tersebut akan dikomposisikan dengan Rusunami yang diperuntukkan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

"Jadi untuk masyarakat berpenghasilan rendah, harus dapat menyediakan minimal 30 persen (hunian). Ternyata di sini sampai 35 persen (dari total jumlah hunian)," kata Rini, usai acara ground breaking itu pada Selasa (10/10/2017).

Khusus di Stasiun Juanda, Rini menjelaskan, proyek Rusun TOD akan dibangun di atas lahan seluas 5.903 meter persegi milik PT KAI. Nilai investasinya mencapai Rp300 miliar. Proyek ini membangun dua Tower dengan total hunian sebanyak 627 unit.

Sebanyak 171 unit akan diperuntukkan bagi kalangan MBR. Hunian dengan luas 32 meter persegi dibandrol Rp 244 juta atau sekitar Rp7 juta per-meter persegi.

"Sebetulnya kalau dari harga itu bisa sampai Rp9 juta (per-meter) dari Kementerian PUPR. Pada dasarnya kualitasnya (setara harga) Rp9 juta. Tapi, harganya (harus) Rp7 juta" kata Rini.

Hunian seluas 32 meter persegi tersebut, menurut Rini, dapat diisi dengan dua kamar, satu kamar mandi, dapur, serta ruang tamu.

"Kalau 22 meter persegi itu kurang nyaman untuk sekeluarga. Hunian 32 meter persegi ini yang didorong terus di setiap ada pembangunan TOD," kata dia.

Direktur Utama PT PP (Persero), Tumiyana menambahkan proyek Hunian TOD Stasiun Juanda akan dilengkapi fasilitas kolam renang, area olah raga, lokasi usaha hingga pedestrian. Selain itu, ada sarana gedung parkir, jembatan menuju tempat parkir.

Dia optimistis konsep hunian TOD di sejumlah stasiun di wilayah ibu kota itu dapat mempermudah mobilitas masyarakat penghuninya. Sebab, akses ke sarana transportasi publik, yakni kereta dan busway, berdekatan dengan lokasi hunian.

"Biaya transportasi penghuni TOD menjadi Iebih efisien karena terintegrasi langsung dengan moda transportasi massal (kereta api)," ujarnya.

Baca juga artikel terkait HUNIAN atau tulisan lainnya dari Hendra Friana

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Hendra Friana
Penulis: Hendra Friana
Editor: Addi M Idhom