Hari Pers Nasional: Indonesia Punya Media Massa Terbanyak di Dunia

Penulis: Alexander Haryanto, tirto.id - 9 Feb 2018 15:44 WIB
Dalam peringatan Hari Pers Nasional ini, Ketua Dewan Pers mengingatkan masih ada banyak media yang belum memenuhi syarat.
tirto.id - Dalam puncak peringatan Hari Pers Nasional 2018 pada tanggal 9 Februari, Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo menyatakan, saat ini Indonesia menjadi negara yang paling banyak memiliki media massa di dunia. Dengan jumlahnya yang mencapai 47.000 terbagi media cetak, radio, televisi dan media online.

"Dari jumlah itu 2.000 adalah media cetak, 674 radio, 523 televisi termasuk lokal, dan lebihnya media daring," kata Yosep saat puncak peringatan Hari Pers Nasional 2018 di Padang, Jumat (9/2/2018).

Dari jumlah itu, kata Yosep, masih banyak media yang tidak memenuhi syarat tetapi masih tetap eksis karena dibantu APBD.

Selain itu, masih banyak wartawan yang tidak memiliki kompetensi dan tidak memiliki pengetahuan jurnalistik yang cukup serta tidak pernah mengikuti pelatihan jurnalistik.

Hingga saat ini, kata Yosep, baru ada 14 ribu wartawan yang terdaftar memiliki kompetensi.

Untuk itu, pada puncak peringatan Hari Pers Nasional ini Yosep mengimbau agar kebebasan pers yang ada saat ini tidak dijadikan untuk membuat berita bohong atau hoaks. Dan harus meningkatkan kemampuan wartawan dan verifikasi media massa.

Yosep juga tak lupa mengingatkan dalam tahun politik ini, media massa harus tetap menjaga netralitas agar tidak terjebak kepentingan politik.

Puncak Hari Pers Nasional 2018 kali ini berlangsung di Danau Cimpago, Pantai Padang, Sumatera Barat. Acara dihadiri oleh Presiden Joko Widodo, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Efendi, Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala BPN Sofyan Djalil, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian.

Baca juga artikel terkait HARI PERS NASIONAL atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
(tirto.id - Sosial Budaya)

Sumber: antara
Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Alexander Haryanto

DarkLight