Menuju konten utama

Harga Saham PT Waskita Karya Anjlok Usai Kecelakaan Proyek Terulang

Usai terulangnya kecelakaan proyek kali ini di Rusunawa Pasar Rumput, harga saham PT Waskita Karya anjlok pada pembukaan perdagangan BEI, Senin pagi ini.

Harga Saham PT Waskita Karya Anjlok Usai Kecelakaan Proyek Terulang
Ilustrasi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (6/2/2018). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar.

tirto.id - Harga saham PT Waskita Karya, Tbk (WSKT) anjlok 1,57 persen menjadi Rp2.500 per saham di pembukaan perdagangan Senin (19/3/2018) dari harga pada penutupan perdagangan Jumat (16/3/2018).

Analis Recapital Asset Management Kiswoyo Adi Joe mengatakan pelemahan harga saham WSKT saat pembukaan perdagangan kemungkinan besar disebabkan respons pasar terhadap kasus kecelakaan konstruksi pada akhir pekan lalu.

“Selain karena IHSG sedang melemah, terulangnya kecelakaan konstruksi juga membuat anjlok saham Waskita. Selain itu, saya juga mendengar bahwa direksinya akan diganti oleh pemerintah,” katanya kepada Tirto.

Sebelumnya pada Minggu (18/3/2018), Waskita menghentikan sementara proyek pembangunan Rusunawa Pasar Rumput, Jakarta Selatan menyusul tewasnya satu orang warga karena tertimpa besi hollow 4x4 cm dari proyek tersebut.

Kepala Divisi I Waskita Karya IGN Joko Herwanto mengatakan proyek dihentikan sementara agar manajemen dapat melakukan evaluasi dan investigasi secara menyeluruh, sehingga dapat mengetahui perbaikan yang perlu dilakukan.

“Kami memutuskan untuk melakukan pemberhentian sementara agar segera bisa melakukan evaluasi dan pembenahan” ujarnya.

Kejadian ini juga menambah daftar jumlah kecelakaan yang dialami Waskita Karya. Sejak Agustus 2017 sedikitnya ada enam insiden kecelakaan lain pada proyek yang dikerjakan Waskita. Kebanyakan kasus adalah konstruksi yang roboh.

Salah satunya pada 4 Agustus 2017, tiang penyangga Light Rail Transit (LRT) Palembang jatuh, dua pekerja tewas. Pada 22 September 2017, jembatan proyek pembangunan Jalan Tol Bocimi (Bogor-Ciawi-Sukabumi) juga jatuh, menewaskan satu orang dan melukai dua orang.

Pada 29 Oktober 2017, girder proyek pembangunan Jalan Tol Paspor (Pasuruan-Probolinggo) roboh, menyebabkan satu pekerja tewas. Pada 16 November 2017,crane pada proyek pembangunan Jalan Tol Jakarta-Cikampek II jatuh.

Sama seperti kasus Tol Paspor, pada 30 Desember 2017, girder proyek pembangunan Jalan Tol Pemalang-Batang juga jatuh. Setelah itu, pada 20 Februari 2018, bagian pengerjaan proyek jalan Tol Becakayu (Bekasi-Cawang-Kampung Melayu) roboh.

Baca juga artikel terkait KECELAKAAN PROYEK atau tulisan lainnya dari Ringkang Gumiwang

tirto.id - Bisnis
Reporter: Ringkang Gumiwang
Penulis: Ringkang Gumiwang
Editor: Maya Saputri