Gempa M 5.8 Gorontalo Terasa di 4 Provinsi, BNPB: Tak Ada Kerusakan

Reporter: Riyan Setiawan - 8 Jun 2022 11:58 WIB
Dibaca Normal 1 menit
BNPB belum menerima laporan kerusakan maupun korban jiwa akibat gempa bermagnitudo 5.8 yang berpusat di Gorontalo.
tirto.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat gempa bumi bermagnitudo 5.8 di wilayah Gorontalo terasa hingga empat provinsi. Gempa terjadi pada kedalaman 137 kilometer yang berpusat di 0.008 LU dan 123.70 BT di Gorontalo pada Selasa (7/6/2022) malam.

"Gempa bumi tersebut dirasakan di sembilan kota/kabupaten yang tersebar di empat provinsi," kata Abdul Muhari, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB melalui keterangan tertulis, Rabu (8/6/2022).

Wilayah yang melaporkan terjadi guncangan meliputi Kabupaten Gorontalo, Kota Gorontalo dan Kabupaten Bone Bolango di Provinsi Gorontalo dengan durasi 1 sampai 3 detik. Hal itu sempat menimbulkan kepanikan warga.

Wilayah berikutnya adalah Kabupaten Kepulauan Sula di Provinsi Maluku Utara dengan guncangan sedang dalam durasi 1 sampai 3 detik.

"Warga setempat sempat panik, namun kondisi dapat berangsur-angsur kondusif," kata Muhari.

Selanjutnya Kabupaten Banggai di Sulawesi Tengah melaporkan guncangan sedang dirasakan selama 1 sampai 3 detik. Hal yang sama juga dirasakan di Kabupaten Banggai Kepulauan.

Terakhir, guncangan terasi di Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur dan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan di Provinsi Sulawesi Utara dengan durasi guncangan selama 1 sampai 3 detik.

Berdasarkan data Pusat Pengendali dan Operasi (Pusalops) BNPB per Rabu (8/6/2022), belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan maupun adanya korban jiwa. Kondisi dinyatakan aman dan terkendali meski sempat terjadi kepanikan warga saat gempa bumi.

Berdasarkan kajian InaRisk BNPB, keempat provinsi yang meliputi Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara memiliki tingkat risiko gempa bumi dengan kategori sedang hingga tinggi.

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan siaga. Bahaya gempa tidak dapat diprediksi secara akurat waktu dan tempat terjadinya.

"Pada bencana gempa bumi, sebagian besar warga menjadi korban akibat reruntuhan bangunan. Oleh sebab itu, masyarakat diharapkan telah memiliki rencana kesiapsiagaan keluarga dan dapat melakukan evakuasi mandiri secara jika diperlukan pada saat darurat," kata Muhari.


Baca juga artikel terkait GEMPA GORONTALO atau tulisan menarik lainnya Riyan Setiawan
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Riyan Setiawan
Penulis: Riyan Setiawan
Editor: Gilang Ramadhan

DarkLight