Gebrak Akan Longmarch dari HI Menuju Istana Negara pada Hari Buruh

Oleh: Naufal Mamduh - 27 April 2018

“Diperkirakan ada 30 ribu massa dari Jabodetabek yang akan berunjukrasa di depan istana negara.”
tirto.id - Gerakan Buruh Untuk Rakyat (Gebrak) akan memusatkan unjuk rasa mereka di depan Istana Negara pada hari buruh 1 Mei 2018,

Menurut Juru Bicara Gebrak Damar Panca akan ada sekitar puluhan ribu buruh dari Jabodetabek yang berdemo di depan kantor presiden Joko Widodo tersebut.

“Diperkirakan ada 30 ribu massa dari Jabodetabek yang akan berunjukrasa di depan istana negara,” ucap Damar Panca di Kantor LBH Jakarta, Jumat(27/4/2018).

Selain di Istana, akan ada 150 ribu massa dari 18 provinsi yang berunjuk rasa pada 1 Mei 2018 di daerahnya masing-masing.

Untuk di Jakarta sendiri para buruh akan melakukan titik kumpul di Bundaran Hotel Indonesia (HI). Walaupun pihak kepolisian melarangan untuk kumpul di sana, Gebrak berkomitmen untuk tetap berkumpul pada pukul 09.00 WIB dan dilanjutkan dengan longmarch ke Istana Negara.

“Akan tetap di HI meskipun ada larangan dari pihak kepolisian. Kita sudah komitmen apapun resikonya akan kita hadapi. Pada pukul 9 pagi elemen buruh dan rakyat akan kumpul disana untuk melakukan longmarch ke Istana,” ucap Damar.

Ketika Longmarch Gebrak juga akan berhenti sejenak kedepan Kantor Perwakilan International Labour Organization(ILO) di Jakarta untuk melakukan orasi sebelum menuju Istana Negara.

Tidak hanya dari kalangan buruh, longmarch nanti juga akan dilakukan bersama elemen mahasiswa seperti Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Front Mahasiswa Kerakyatan (FMK) dan Serikat Mahasiswa Progresif UI (Semar UI) dan Lembaga masyarakat seperti LBH Jakarta, YLBHI, Kontras dan lembaga masyarakat lainnya.

“Gebrak terdiri dari gerakan buruh, gerakan mahasiswa dan pemuda, NGO skala nasional dan berbagai organisasi rakyat lain,” ucap Damar.

Terakhir terkait isu yang diangkat dalam Hari Buruh tahun ini selain isu-isu kesejahteraan masyarakat Gebrak akan menyerukan kepada buruh dan rakyat untuk membangun kekuatan politik seperti menciptakan partai politik alternatif.

“Ada kebutuhan yang mendesak yaitu pembangunan politik alternatif. Saatnya kaum buruh bersama rakyat membangun partai politiknya sendiri,” tutup Damar.

Baca juga artikel terkait HARI BURUH atau tulisan menarik lainnya Naufal Mamduh
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Naufal Mamduh
Penulis: Naufal Mamduh
Editor: Yulaika Ramadhani