Flu Burung H5N1 Ditemukan di Cina di Tengah Wabah Virus Corona

Oleh: Yantina Debora - 3 Februari 2020
Dibaca Normal 1 menit
Cina memusnahkan 17.828 ayam terkait flu burung H5N1 yang menyerang di tengah perlawanan melawan virus corona.
tirto.id - H5N1 atau jenis flu burng yang "sangat patogen" dilaporkan di provinsi Hunan China, kata pejabat Cina. Munculnya H5N1 ini ditengah perjuangan Cina dan global dalam melawan virus corona.

Wabah itu dilaporkan terjadi di sebuah pertanian di kota Shaoyang di provinsi Hunan, menurut Kementerian Pertanian dan Urusan Pedesaan Cina. Dari 7.850 ayam di peternakan tempat wabah terjadi, 4.500 tercata meninggal karena flu burung H5N1, menurut laporan Reuters.

Pemerintah Cina mengatakan pihaknya memusnahkan 17.828 ayam sebagai akibat wabah H5N1. Menurut Survei Geologi Amerika Serikat, flu burung dianggap “patogenik tinggi” berdasarkan kemampuannya membunuh.

"Katentuan terkait patogen rendah atau tinggi mengacu pada potensi virus ini untuk membunuh ayam," kata situs web USGS, dikutip dari Business Insider.

"Penunjukan patogen rendah atau sangat patogen tidak merujuk pada seberapa infeksi virus itu pada manusia, mamalia lain, atau spesies burung lainnya."

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, H5N1 flu burung lebih berbahaya bagi unggas daripada manusia - tidak mudah menular di antara orang-orang.

Namun flu burung ini dapat ditularkan ke manusia, biasanya melalui kontak dengan unggas yang mati atau lingkungan yang terkontaminasi.

Kasus flu burung ini muncul saat Cina berjuang melawan virus corona. Berdasarkan peta penyebaran virus corona yang dibuat Universitas Johns Hopkins, kasus virus yang dinamai 2019-nCoV ini capai 17.392, per 3 Februari 2020 pukul 14.35 WIB.

Kasus virus corona tercatat di Cina sebanyak 17.209 dan Jepang 20 kasus, Thailand 19 kasus, Singapura 18 kasus, Hong Kong 15 kasus dan Korea Selatan 15 kasus. Kasus virus corona juga tercatat di AS, Spanyol hingga Swedia.

Sementara korban meninggal akibat virus corona mencapai 362 orang dengan korban terbanyak berasal dari wilayah Hubei, Cina yang mencapai 350. Sedangkan warga yang pulih sebanyak 487 orang.


Baca juga artikel terkait FLU BURUNG atau tulisan menarik lainnya Yantina Debora
(tirto.id - Kesehatan)

Kontributor: Agung DH
Penulis: Yantina Debora

DarkLight