Film Pretty Boys: Antara Ambisi, Jati Diri, & Nahasnya Industri TV

Oleh: Dipna Videlia Putsanra , Yulaika Ramadhani - 21 September 2019
Dibaca Normal 1 menit
Tompi: ide awal Pretty Boys berawal dari keprihatinan terhadap tayangan-tayangan televisi yang mulai bergeser jauh dari pakemnya.
tirto.id - Pretty Boys, debut perdana Tompi sebagai sutradara film layar lebar, serta film pertama bagi Desta-Vincent akhirnya tayang di bioskop XXI, CGV, dan Cinemaxx pada Kamis (19/9/2019)

Film produksi The Pretty Boys Pictures dan Anami Films ini terinspirasi dari realita yang terjadi pada dunia pertelevisian Indonesia yang jarang diangkat ke dalam layar lebar.

Imam Darto sebagai penulis skenario mencoba menangkap keresahan yang selama ini ia rasakan mengenai industri televisi sekarang ini yang rela melakukan apapun demi sebuah rating.

Berdasarkan siaran pers Pretty Boys, ide awal film ini berawal dari keprihatinan Tompi terhadap tayangan-tayangan televisi yang mulai bergeser jauh dari pakemnya.

"Banyak orang yang mengubah kepribadian mereka saat tampil di televisi hanya agar terkenal. Mereka saling mem-bully, dan berdandan tidak sesuai kodrat. Orang-orang yang bermimpi bisa masuk televisi bisa menganggap itu sebagai panutan, 'oh gue begini ya kalau masuk TV," jelas Vincent yang di film ini menjadi tokoh utama.

Senada dengan Vincent, Desta pun beranggapan hal yang sama.

"Tayangan kurang mendidik di televisi itu seperti ayam dan telur. Siapa yang meminta duluan? Apakah berasal dari demand para penonton sehingga muncul tayangan yang kurang mendidik ataukah tayangan kurang mendidik yang muncul terlebih dulu dan tinggi rating sehingga terus menerus diproduksi? Karena itu, kami memakai tagline Televisi yang Menodai Kita atau Kita yang Menodai Televisi?" tutur Desta.

Ide mengangkat realita dalam industri pertelevisian itu diakui Darto datang begitu saja setelah menerima konsep cerita dari Vincent dan Desta.

"Vincent Desta datang ke saya minta tolong bikin cerita premisnya tentang dua sahabat yang mau coba sukses di Jakarta tapi harus berkorban harga diri mereka. Nah, kenapa enggak sekalian aja angkat cerita tentang televisi," ujar Darto, demikian dikutip Antara.

Di film ini, Danilla Riyadi juga secara khusus menciptakan lagu "Kembali Pulih" yang bercerita tentang kekecewaan terhadap seseorang karena ia telah berbuat kesalahan untuk Pretty Boys.

Pretty Boys dibintangi juga oleh Tora Sudiro, Joe P-Project, Ferry Maryadi, Dwi Sasono, Natasha Rizki, Najwa Shihab, Rowiena Umboh, Aurelie Moeremans, Iyang Darmawan, hingga Glenn Fredly.

Sinopsis Pretty Boys (2019)

Satu film romantic comedy (romcom) ini akan menceritakan soal industri pertelevisian serta ambisi dan perjalanan dua sahabat yang diperankan Vincent dan Desta.

Rahmat Maha Esa (Desta) dan Anugerah Santoso (Vincent Rompies) adalah dua orang sahabat yang dari kecil bermimpi masuk TV dan menjadi terkenal.

Rahmat punya ambisi ingin terkenal agar dikelilingi oleh perempuan cantik. Sementara, Anugerah ingin masuk TV agar bisa disandingkan dengan pembawa acara idolanya seperti Koes Hendratmo, Nico Siahaan, Bob Tutupoli, Sonny Tulung dan lainnya.

Perjuangan mereka untuk menjadi terkenal tidak mudah. Anugerah mendapat pertentangan dari sang ayah Jono (Roy Marten) yang menganggap dunia hiburan dengan hal-hal buruk.

Anugerah kabur dari tanah kelahirannya untuk mengadu nasib di Jakarta bersama Rahmat. Namun, nasib berkata lain bahwa karier mereka hanya mentok menjadi pelayan dan koki restoran.

Mereka kemudian brtemu Asty (Danilla Riyadi), satu perempuan yang penyemangat bagi keduanya dalam meraih impian untuk menjadi terkenal.

Hingga pada suatu hari, Rahmat dan Anugerah bertemu Roni (Onadio Leonardo), kordinator penonton bayaran dan Bayu (Imam Darto) yang membuka jalan untuk mewujudkan impian mereka.

Namun lagi-lagi saat sudah masuk TV pun, mereka masih harus menghadapi berbagai halangan dan rintangan yang tidak sesuai hati nurani mereka.

Akankah mimpi Rahmat dan Anugerah menaklukkan dunia pertelevisian membuahkan hasil?

Trailer Film Pretty Boys



Baca juga artikel terkait FILM INDONESIA atau tulisan menarik lainnya Dipna Videlia Putsanra & Yulaika Ramadhani
(tirto.id - Film)

Penulis: Dipna Videlia Putsanra & Yulaika Ramadhani
Editor: Agung DH
DarkLight