Transfer Real Madrid

Ferland Mendy adalah Jawaban atas Masalah Zidane di Sektor Bek Kiri

Oleh: Herdanang Ahmad Fauzan - 12 Juni 2019
Dibaca Normal 3 menit
Persaingan ketat antara Marcelo dan Reguilon urung memunculkan sosok menjanjikan di posisi bek kiri Real Madrid musim depan. Ferland Mendy, pemain asal Perancis, bakal jadi alternatif tepat.
tirto.id - Real Madrid punya salah satu bek kiri terbaik dunia dalam diri Marcelo Vieira, dan hal itu tidak perlu diragukan lagi. Sejak hadir ke Santiago Bernabeu 2007 silam, eks penggawa Fluminense itu punya andil penting bagi torehan 21 trofi Los Blancos, termasuk empat gelar Liga Champions dan empat La Liga.

Kemampuan olah bola, visi jempolan untuk menyisir tepi lapangan, serta kelihaian mengirim umpan silang dengan presisi adalah modal utama Marcelo menjadi bek kiri tak tergantikan di klub ibu kota Spanyol itu.

Namun, musim 2018/2019 seolah jadi titik kejatuhan pemain asal Brasil tersebut. Berawal dari tiga cedera berturut-turut yang bikin dia menepi selama total 55 hari, performa pemain berusia 31 tahun ini mengalami penurunan drastis.

Dalam partisipasi di 10 pertandingan perdana Liga Spanyol di bawah asuhan Julen Lopetegui, Marcelo hanya mampu menyumbang lima kemenangan untuk timnya. Situasi ini bikin pemakai kostum nomor 12 itu terpinggirkan ketika tampuk kepelatihan El Real berpindah ke tangan Santiago Solari per 28 Oktober 2018.

Solari datang dengan pengetahuan tinggi seputar pemain-pemain di akademi El Real. Maklum, dia pernah menjabat sebagai nakhoda Real Madrid Castilla. Maka, melihat performa anjlok Marcelo, dia pun memutuskan lebih banyak mengandalkan jebolan Real Madrid Castilla, Sergio Reguilon sebagai bek kiri utama. Dan terbukti, Reguilon menjawab kepercayaan itu dengan tidak begitu buruk. 19 kali tampil dalam semua kompetisi di bawah arahan Solari, Reguilon menyumbang tiga assist.

Bukan cuma itu, 14 dari 19 pertandingan Solari yang melibatkan Reguilon selalu berakhir kemenangan bagi El Real. Di saat bersamaan, Marcelo yang tampil 14 kali cuma bisa membawa delapan kemenangan untuk Los Blancos.

"Rasa cinta dan komitmen Marcelo terhadap klub tak perlu dipertanyakan, juga kelakuan baiknya. Tapi, semua pemain harus melalui persaingan jika ingin menembus tim utama," kata Solari terkait keputusannya saat itu.

Bak dua mata koin, nasib kembali berbalik ketika Real Madrid mendepak Solari dan menunjuk Zinedine Zidane sebagai kepala pelatih per 11 April 2019.

Di bawah arahan Zidane, Marcelo kembali jadi prioritas ketimbang Reguilon. Jika Reguilon cuma diberi peluang tampil dalam pertandingan, Marcelo mendapat kesempatan lebih banyak, yakni sembilan pertandingan.

Ada berbagai alasan di balik keputusan itu. Menurut laporan Sport-English, sang pelatih menepikan Reguilon karena pemain berusia 22 tahun itu terlibat konflik dengan putra Zidane, Luca Zidane yang juga penggawa Real Madrid.

Sejak konflik itu, sebagaimana laporan Tribuna dan Marca, per awal Mei Zidane telah mengajukan permintaan agar manajemen klub meminjamkan Reguilon ke klub lain musim panas mendatang.

"Saya terus berlatih menjadi yang terbaik dari diri saya sendiri. Jika dia memilih Marcelo, itu keputusannya, tentu saja saya harus menghargai itu," kata Reguilon, menanggapi keputusan Zidane yang menepikannya begitu saja.

Berdasarkan statistik, musim ini Reguilon jelas tampil lebih menjanjikan ketimbang Marcelo. Namun, jika akhirnya memprioritaskan Marcelo dan mendepak Reguilon, bagaimana Zidane bakal menutup kelemahannya di sektor bek kiri musim depan?


Ferland Mendy dan Potensinya


Satu bulan berlalu sejak Zidane membulatkan tekad tak memasukkan Reguilon dalam proyeksi skuat musim depan. Pertanyaan itu terjawab sudah. Dalam waktu dekat, pelatih asal Perancis tersebut dikabarkan bakal memperkenalkan Ferland Mendy sebagai bek kiri baru Real Madrid. Mendy bahkan diproyeksikan bakal melakoni tes medis akhir pekan ini.

Kabar kehadiran Mendy ke ibu kota Spanyol bukan sekadar isapan jempol. Pelatih Mendy di Timnas Perancis, Didier Deschamps bahkan langsung menggaransi anak asuhnya ini bakal menetap di Bernabeu per musim panas ini.

"Ferland [Mendy] tumbuh luar biasa. Dua musim lalu dia bermain di divisi kedua, tapi sekarang dia akan segera bergabung ke Real Madrid," kata Deschamps kepada Marca.

Berdarah Senegal, Mendy yang telah melakoni debut bersama Timnas Perancis merupakan jebolan Le Havre. Klub divisi dua Perancis ini merupakan 'kawah candradimuka' yang melahirkan sosok-sosok tak kalah potensial macam Riyad Mahrez, N'Golo Kante, hingga Paul Pogba.

Merapatnya Mendy ke Bernabeu pun patut dikategorikan sebagai kabar baik. Meski tak punya rekam jejak memperkuat klub besar, Mendy bukanlah sosok main-main. Sebagai bek kiri, dia piawai membantu serangan namun juga disiplin.

"Dia punya dua kaki yang sama kuatnya. Dia bisa berlari sangat cepat, dan mampu bermain di kedua sisi [pertahanan dan penyerangan]," imbuh Deschamps.

Baru berusia 23 tahun, Mendy adalah prospek menjanjikan. Dia jauh dari predikat tua, namun juga punya jam terbang cukup sebagai modal bermain di level tertinggi. Bersama klubnya, Olympique Lyon, pada musim 2018/2019 dia punya rata-rata 1,5 tekel, 1,4 clearance, dan 1,1 intersep per pertandingan.

Berdasarkan hitung-hitungan Whoscored, akurasi umpan Mendy (84,3 persen) bahkan sudah setara dengan Marcelo sekaligus melampaui Reguilon. Data Whoscored juga menyebut musim ini Mendy melakukan rata-rata dua dribel sukses per pertandingan, dengan rataan tingkat keberhasilan sebesar 72 persen. Angka tersebut melampaui torehan bek kiri andalan Liverpool yang jadi juara Liga Champions ini, Andrew Robertson (58 persen).

"Dia adalah Kylian Mbappe dalam versi bek kiri. Bek kiri adalah talenta paling diperlukan setelah striker karena mereka sangat sulit ditemukan. Dia pemain yang seimbang, selalu antusias menyerang tapi tangguh di belakang. Di usia seperti sekarang, tak ada pemain yang lebih baik dari Mendy," ujar agen sepakbola senior, Yvan Le Mee dalam sebuah wawancara dengan France Football.

Berlandaskan pertimbangan-pertimbangan di atas, nominal 44 juta paun yang disinyalir bakal jadi mahar El Real untuk mendatangkan Mendy terasa logis.


Memperketat Persaingan


Munculnya kabar kehadiran Mendy hampir bersamaan dengan rumor ketidakpastian masa depan Marcelo. El Real sendiri tidak ingin mengekang pemain veterannya tersebut. Presiden Florentino Perez memberikan kebebasan leluasa bagi Marcelo untuk memutuskan masa depannya.

"Klub [Real Madrid] menyerahkan pilihan di tangan Marcelo terkait masa depannya, dan pemain asal Brasil itu boleh memilih untuk bertahan dan berebut posisi utama atau pindah demi mencari menit bermain lebih menjanjikan," tulis jurnalis Marca, Jose Felix Diaz.

Boleh jadi dia bakal memutuskan hengkang, misal ke Juventus untuk menyusul sobat karibnya, Cristiano Ronaldo. Namun, andai Marcelo bertahan, Mendy bakal memunculkan dampak lebih signifikan. Bukan cuma menambah modal bermain lebih baik, keberadaan Mendy dan Marcelo di tim yang sama bakal memperketat persaingan untuk memperebutkan posisi di skuat utama.

Terlebih, selain Mendy dan Marcelo, atau bahkan Reguilon, Real Madrid juga punya bek kiri alternatif dengan jumlah melimpah. Achraf Hakimi, pemain yang musim lalu dipinjamkan ke Borussia Dortmund masih terikat kontrak dengan El Real. Jangan lupakan pula sosok Theo Hernandez, yang punya kans kembali kapan saja meski sudah diplot sebagai pemain pinjaman ke Real Sociedad.

Hakimi atau Hernandez jelas tak semenjanjikan Marcelo atau Reguilon. Namun, dengan jadwal padat yang bakal dilalui skuat asuhan Zinedine Zidane, bukan tidak mungkin keduanya bisa jadi ancaman ketatnya persaingan pos bek kiri bersama Mendy.


Baca juga artikel terkait BURSA TRANSFER SEPAK BOLA atau tulisan menarik lainnya Herdanang Ahmad Fauzan
(tirto.id - Olahraga)


Penulis: Herdanang Ahmad Fauzan
Editor: Abdul Aziz