Faskes Darurat di Sleman Penuh & Tak Terima Pasien COVID-19

Oleh: Irwan Syambudi - 20 November 2020
Joko bilang faskes darurat COVID-19 di Sleman tidak dapat lagi menerima pasien karena memang sudah penuh setelah kasus melonjak.
tirto.id - Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman menyatakan fasilitas kesehatan (faskes) darurat COVID-19 tingkat pertama yakni Asrama Haji dan Rusunawa Gemilang telah penuh dan tidak dapat menerima pasien terkonfirmasi positif COVID-19.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Dinkes Sleman Joko Hastaryo melalui surat bernomor 011/9082 tertanggal 20 November 2020. Kepada reporter Tirto, Joko membenarkan adanya surat tersebut.

Dalam surat dinyatakan "mulai tanggal 20 November 2020 sampai dengan 30 November 2020 fasilitas kesehatan darurat COVID-19 tingkat pertama Kabupaten Sleman yang terdiri dari Asrama Haji dan Rusunawa Gemawang dinyatakan penuh dan tidak dapat menerima pasien COVID-19."

Joko bilang faskes darurat COVID-19 di Sleman tidak dapat lagi menerima pasien karena memang sudah penuh setelah kasus melonjak. "Beberapa hari terakhir penambahan kasus di Sleman cukup banyak. Terakhir bahkan 59 kasus dalam sehari," kata Joko saat dihubungi reporter Tirto, Jumat (20/11/2020).

Fakses darurat COVID-19 Asrama Haji misalnya dari total 138 tempat tidur yang tersedia hingga Kamis (19/11/2020) telah terisi 95 persen. Sedangkan di Rusunawa Gemawang dari 76 tempat tidur semuanya sudah terisi kecuali tiga kamar yang kondisinya memang rusak.

Ruang isolasi yang masih tersedia di rumah sakit rujukan sejatinya dapat difungsikan untuk menampung pasien COVID-19 tanpa gejala dan gejala ringan. Namun kata Joko rumah sakit baru bisa menerima apabila faskes darurat COVID-19 dinyatakan penuh.

Dengan surat resmi yang menyatakan fasilitas darurat penuh, maka Joko berharap pasien COVID-19 yang tanpa gejala ataupun gejala ringan dapat diterima di rumah sakit untuk melakukan isolasi. Sebab tempat tidur khusus COVID-19 di 13 rumah sakit rujukan di Sleman masih sangat cukup.

"Kapasitas ruang isolasi di rumah sakit ada 201 dan baru terpakai 96 sehingga masih 100 lebih," kata Joko.


Baca juga artikel terkait VIRUS CORONA atau tulisan menarik lainnya Irwan Syambudi
(tirto.id - Kesehatan)

Reporter: Irwan Syambudi
Penulis: Irwan Syambudi
Editor: Abdul Aziz
DarkLight