Menuju konten utama

Ekonom Nilai Bansos Bukan Solusi Jangka Panjang jika BBM Naik

Ekonom menilai pemberian bantuan sosial untuk masyarakat jika BBM Subsidi dinaikan merupakan langkah sementara dari pemerintah.

Ekonom Nilai Bansos Bukan Solusi Jangka Panjang jika BBM Naik
Operator SPBU melakukan pengisian bahan bakar minyak (BBM) ke kendaraan konsumen di SPBU Dago, Bandung, Jawa Barat, Minggu (5/1/2020). ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/ama.

tirto.id - Pemerintah tengah menggodok skema bantuan sosial (bansos) untuk merespon kebijakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Bantuan sosial ini akan diberikan jika harga Pertalite dan Solar naik.

Pengamat Ekonomi IndiGo Network, Ajib Hamdani menilai, bansos hanya sekedar program pemerintah yang bersifat jangka pendek untuk menopang daya beli masyarakat. Karena itu pemerintah perlu membuat desain kebijakan untuk jangka panjang.

"Pemerintah harus lebih mendesain kebijakan pemerintah ini memberikan stimulus dan daya ungkit maksimal terhadap perekonomian," kata Ajib kepada Tirto, Jumat (26/8/2022)

Ajib meminta pemerintah untuk mengkaji secara komprehensif terkait kebijakan bansos tersebut. Karena ketika menaikkan harga BBM, pemerintah perlu memberikan proteksi terhadap kendaraan angkutan orang dan angkutan barang.

"Karena sektor ini akan resisten terhadap inflasi yang lebih luas," imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso mengatakan, sejauh ini pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan Kementerian Sosial (Kemensos). Hal ini bertujuan untuk menentukan bansos apa yang tepat untuk masyarakat.

"Bantalan sosialnya kita harus bicara dengan Ibu Mensos [Tri Rismaharini]," ujarnya ditemui di Kantornya, Jakarta, Rabu (24/8/2022) malam.

Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga mengatakan, perlindungan sosial akan dipertebal kembali oleh pemerintah. Terlebih, selama ini pemerintah sudah punya banyak skema bansos sudah dilakukan selama Komite Penanganan COVID-19 Pemulihan Ekonomi Nasional. (KPC-PEN).

Walaupun demikian, Airlangga tidak membocorkan skema bansos akan diberikan kepada masyarakat. Keputusan tersebut baru akan diambil sesudah rapat koordinasi dilakukan bersama kementerian di bawah koordinasinya.

"Iya tunggu hasil rapat," kata Airlangga.

Di sisi lain, Airlangga memahami penyesuaian harga BBM subsidi akan berdampak kepada sektor industri. Kenaikan juga akan mempengaruhi menggerus daya beli masyarakat.

"Tentu ada dampak baik terhadap industri, terhadap volume yang akan diserap kemudian juga akan berpengaruh sedikit juga terhadap daya beli dan juga berpengaruh terhadap inflasi. Nah itu semua sedang dikalkulasi," ungkap Airlangga.

Baca juga artikel terkait KENAIKAN BBM atau tulisan lainnya dari Dwi Aditya Putra

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Dwi Aditya Putra
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Intan Umbari Prihatin