Dugaan Juara Liga 2 Diatur, Eks Manajer PSS Sleman: Kami Korban

Oleh: Irwan Syambudi - 14 Februari 2019
Dibaca Normal 1 menit
Menurut Sismantoro materi tim PSS Sleman pada musim 2018 saat ia masih menjabat sebagai manajer memang bagus.
tirto.id -
Mantan Manajer PSS Sleman Sismantoro menyebut bahwa timnya hanya dikorbankan dalam kasus dugaan pengaturan pertandingan.

Hal itu dikatakan Sismantoro sebagai bantahan atas pernyataan Vigit Waluyo, tersangka kasus pengaturan pertandingan yang menyebut juara Liga 1 dan Liga 2 yakni Persija Jakarta dan PSS Sleman sudah ditentukan.

"Kalau saya melihat kesimpulannya [jadi] korban saja PSS itu. [Ada] yang bermain memanfaatkan tim yang bagus itu saja. Tapi siapa yang berkomunikasi dengan Vigit saya tidak tahu," kata Sismantoro saat dihubungi reporter Tirto, Kamis (14/2/2019).

Menurutnya materi tim PSS Sleman pada musim 2018 saat ia masih menjabat sebagai manajer memang bagus. Dan hal itu kata dia yang membuat PSS dapat meraih gelar Liga 2.

"Yang jelas tim PSS Sleman itu di atas rata-rata. [Ada] orang memanfaatkan saja. Saya menyimpulkan ya PSS Sleman itu jadi korban," ungkapnya.

Sebelum mundur dari manajer PSS Sleman pada akhir 2018 lalu, dia mengaku tidak pernah memberikan instruksi apapun yang mengarah pada pengaturan pertandingan.

"Kalau saya tidak pernah menjalankan dan melakukan [seperti] yang disampaikan Vigit Waluyo. Tidak pernah. Makannya Mas Seto [Pelatih PSS bisa ditanya] apakah ada perintah dari saya, apakah ada pengaturan skor. Tidak ada pengaturan skor, tanya saja Mas Seto," katanya.

Ia justru mendukung langkah Satgas Anti Mafia Sepak Bola untuk membongkar aktor yang diduga telah mengatur pertandingan PSS.

"Ada yang memanfaatkan, [itu yang] perlu ditelusuri. Saya tetap mendukung langkah satgas [mengusut] orang-orang, aktor itu," kata Sismantoro.

Sebelumnya Sismantoro bersama Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiantoro diperiksa Satgas Anti Mafia Sepak Bola. Mereka diperiksa sebagai saksi soal dugaan suap pertandingan PSS Sleman melawan Madura FC.

"Iya betul [diperiksa] hari Rabu [13/2/2019] di Jakarta [...] Saya jadi saksi terkait dugaan penyuapan [...] Konteksnya dugaan penyuapan pertandingan antara PSS Sleman dan Madura FC," kata Sismantoro saat dihubungi, Kamis (14/2/2019).

Pemeriksaan tersebut dilakukan selama kurang lebih dua jam di Mabes Polri. Sismantoro mengaku ditanya terkait dengan adanya dugaan suap dalam laga PSS Sleman yang digelar 2 Mei 2018 di Stadion Maguwoharjo yang berakhir dengan skor 1-2 untuk kemenangan Madura FC.


Baca juga artikel terkait SATGAS ANTIMAFIA BOLA atau tulisan menarik lainnya Irwan Syambudi
(tirto.id - Hukum)


Penulis: Irwan Syambudi
Editor: Nur Hidayah Perwitasari