Dituduh Mencuri, Remaja 18 Tahun Gugat Apple Rp14 Triliun

Oleh: Ditya Pandu Akhmadi - 24 April 2019
Apple membantah menggunakan teknologi pengenalan wajah sebagai bagian dalam sistem keamanan di Apple Store.
tirto.id - Ousmane Bah, seorang remaja asal New York berusia 18 tahun, menggugat raksasa teknologi Amerika Serikat, Apple, senilai 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp14 triliun (kurs Rp14.128), atas tuduhan mencuri di Apple Store.

Melansir New York Post, Rabu (24/4/2019), Bah mengklaim bahwa teknologi pengenalan wajah (facial recognition) milik Apple, yang mendukung sistem keamanan di Apple Store, salah mengenali wajah pencuri yang sesungguhnya.

Menurut keterangan Bah, ID miliknya dicuri, kemudian digunakan pelaku untuk menyamar sebagai dirinya, saat kasus pencurian tersebut terjadi, yang mengakibatkan kerugian 1.200 dolar AS (sekitar Rp16 juta), di sebuah Apple Store di Boston pada 31 Mei 2018 silam.

ID tersebut mencantumkan nama Bah, alamatnya, dan informasi pribadi lainnya, tapi tidak termasuk foto. Bah mengklaim, Apple memprogram sistem keamanannya untuk mengenali wajah si pelaku yang kemudian ditafsirkan sebagai dirinya.

Pencuri tersebut kemudian mengulangi aksinya di New Hersey, Delaware, dan Manhattan. Bah kemudian ditangkap pihak NYPD pada 29 November 2018, namun kepolisian menyimpulkan bahwa wajah pelaku tak mirip dengannya, setelah melihat rekaman CCTV di Apple Store Manhattan.

Gugatan Bah kepada Apple telah diajukan ke setiap negara bagian kecuali New Jersey lantaran masih ditunda.

"Penggunaan perangkat lunak pengenalan wajah di Apple Store merupakan jenis pengawasan yang ditakuti konsumen, karena dapat diasumsikan bahwa mayoritas konsumen tidak sadar bahwa wajah mereka diam-diam sedang dianalisis," tulis gugatan tersebut.

Sementara itu, melansir Engadget, perwakilan Apple membantah bahwa pihaknya tak menggunakan teknologi pengenalan wajah, sebagai bagian sistem keamanan di Apple Store.


Baca juga artikel terkait APPLE atau tulisan menarik lainnya Ditya Pandu Akhmadi
(tirto.id - Teknologi)


Penulis: Ditya Pandu Akhmadi
Editor: Ibnu Azis