Diskusi Ariel Noah dan Iwa K Soal Sisi Gelap, Musik, Hingga Nirvana

Oleh: Addi M Idhom - 20 Oktober 2020
Dibaca Normal 2 menit
Iwa K mengajak Ariel Noah membicarakan beragam hal mengenai kehidupan eks vokalis Peterpan itu hingga proses yang dijalaninya dalam bermusik.
tirto.id - Bagaimana jika legenda hip-hop tanah air berbincang dengan salah satu "dewa" pop Indonesia soal hal-hal buruk dalam perjalanan hidup. Adalah Iwa K yang mengajak Ariel Noah dalam Musafir Malam di Mola TV.

Tanpa banyak mukadimah, Iwa segera menodong Ariel dengan pertanyaan bagaimana musikus kelahiran 16 September 1981 tersebut bangkit dari keterpurukan. Semua tentu tahu dengan apa yang dialami Ariel, pada 2010 silam.

"Yang gua tahu dari bounce back [titik balik], adalah penerimaan," ujar Ariel.

Ariel mengaku pilihannya terbatas saat mengalami fase terburuk dalam hidupnya. Bagi dia, situasi memaksanya memilih tetap menjadi "orang yang buruk" atau "berbuat sesuatu" dengan berangkat dari situasi terpuruk.

Dalam situasi terbelit persoalan rumit, kata Ariel, penerimaan terhadap apa yang terjadi menjadi sesuatu yang penting. Meski begitu, ia mengakui sikap demikian lebih mudah diucapkan daripada dilakukan.

Di sisi lain, sebelum tertimpa kasus yang membuatnya diterungku selama 2 tahun, Ariel mengaku sempat mengalami kegamangan. Kondisi itu membuat pola aktivitas sehari-harinya berantakan.

"Istilahnya, [kalau] orang hidup, gua enggak tahu mau ngapain," kata Ariel.

"Begitu [kasus] itu kejadian, malah hal itu yang membuat gua lebih agak benar hidupnya. [...] Gua menghargai banyak sesuatu yang tadinya enggak dihargai."


Pengalaman dibui juga membuat Ariel mengadopsi sudut pandang lebih kompleks. Ia yang semula kerap mudah menghakimi seseorang, menjadi berusaha memahami bagaimana banyak orang bisa berada dalam posisi bersalah.


Segudang perenungan lantas mendorong Ariel berupaya "menjangkau" posisinya semula. Berkarya dan dapat kembali diterima oleh khalayak pun menjadi obsesinya.

"Mereka menekan saya sebegitu keras ke bawah, sampai gak ada lagi tempat buat gua. Masak gua makin ke bawah, ya pasti gua [berusaha] ke atas."


Musafir Malam dan Lagu-lagu Iwa K

Musafir Malam lebih dari sekadar talkshow yang menyingkap sisi pribadi sejumlah artis. Tayangan di Mola TV yang dipandu Iwa K itu sekaligus menunjukkan proses kreatif sang host.

Berdasarkan pengakuan Iwa K, dia mengambil inspirasi dari obrolan dengan sejumlah artis dalam acara tersebut untuk menulis lagu. Sejumlah lagu lantas lahir dan tertuang dalam album terbaru Iwa K yang bertajuk "Musafir Malam." Album ketujuh Iwa ini memuat 7 lagu dan dirilis Mei 2020.

Ihwal nama album "Musafir Malam" juga bukan karena berkaitan dengan talkshow semata. Iwa memilih kata itu karena musikus rap senior tersebut kerap beraktivitas pada malam hari, termasuk untuk menulis.

"Gua seperti melakukan perjalanan pada malam-malam, itu dia [muncul kata] musafir," kata Iwa kepada Riri Reza saat mereka berbincang dalam live instagram yang rekamannya disiarkan IGTV akun @milesfilms, Juni lalu.


Di sisi lain, Iwa memaknai "malam" sebagai metafor untuk sisi gelap kehidupan. Maka, saat 2 kata tersebut menjadi tema talkshow garapannya, Iwa berusaha mengajak tamu acara Musafir Malam membicarakan soal sisi gelap hidup mereka. Dia mencari tahu pula bagaimana seorang artis bisa mengatasi "sisi gelap" mereka dan melanjutkan karier.

Dari obrolan dengan sudut pandang demikian, Iwa lantas menulis sejumlah lagu untuk melengkapi album "Musafir Malam." Salah satunya ialah lagu "I Wish" yang ditulis Iwa usai berbincang dengan Vanessa Angel. Selain itu, ada laga "Di Balik Nama" yang kata Iwa terilhami oleh percakapannya dengan Nikita Mirzani.

Obrolan Iwa bareng Ariel Noah di acara talkshow yang sama juga mendorong kelahiran sebuah lagu lain. Musafir Malam memang memadukan acara talkshow dengan 'potret' proses kreatif Iwa.

Setelah percakapan bareng Ariel usai, misalnya, layar memperlihatkan Iwa menulis lagu dan lantas menyanyikannya. Adapun lagu Iwa di episode pertemuan bersama Ariel bertajuk "Someday" yang sempat dia tampilkan dengan berduet bareng David Bayu.


Cerita Ariel Noah soal Musik dan Nirvana

Saat seorang Iwa K dan Ariel Noah bertemu, topik musik jelas sulit lepas dari percakapan mereka. Dalam acara Musafir Malam di Mola TV, perbincangan keduanya mengenai tema tersebut mengalir dari cerita si tamu mengawali karier sebagai musikus, merintis band, hingga menciptakan banyak lagu hits.

"Saat SMP, gua jatuh cinta sama grunge," kata Ariel.

Sejak itu, lagu-lagu Nirvana, Soundgarden, dan Mudhoney kerap menjadi santapan telinga Ariel. Namun, bagi eks vokalis Peterpan ini, Nirvana yang paling memikat. Ariel mengaku suka dengan unsur melankolia di lagu-lagu band yang populer pada era 1990-an itu.

"Sampai band pertama gua diberi nama Sliver, salah satu judul lagu Nirvana," tambah Ariel.


Menurut Ariel, dan pendapat ini lantas dibenarkan oleh Iwa, keberhasilan Nirvana menghasilkan karya melegenda dan merebut hati jutaan pendengar di dunia membuktikan bahwa, "soul bisa mengalahkan skil." Dari sana, Ariel memahami bahwa sesuatu yang "mahal" dalam musik dan tidak bisa dipelajari secara massal adalah karakter.

Iwa dan Ariel lantas mendiskusikan bagaimana lagu terpengaruh oleh hidup si pengarang, meski faktor industri musik juga sesuatu yang sulit dihindari. Seluruh materi obrolan kedua musikus itu dalam Musafir Malam, bisa diakses di Mola TV.

Baca juga artikel terkait MUSAFIR MALAM DI MOLA TV atau tulisan menarik lainnya Addi M Idhom
(tirto.id - )

Penulis: Addi M Idhom
Editor: Agung DH
DarkLight