tirto.id - Pendidikan dan Pelatihan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (Diklat PPIH) Arab Saudi 2026 pada pekan ketiga akan fokus pada pemahaman dinamika daerah kerja atau daker. Para calon petugas haji diharapkan dapat memahami alur koordinasi pelayanan di daker masing-masing.
"Kita akan konsen nanti bicara soal dinamika di daker, pelayanan, serta alur-alur koordinasi berbagai isu-isu aktual berkaitan dengan pelayanan di masing-masing daerah kerja," kata Tenaga Ahli Bidang Media Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Ichsan Marsha, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, dikutip Minggu (25/1/2026).
Ichsan mengatakan, para petugas PPIH Arab Saudi ini dibagi menjadi tiga daker, yaitu: Daker Bandara, Daker Madinah, dan Daker Makkah. Secara operasional, masing-masing daker juga dibagi menjadi beberapa sektor. Misalnya, Daker Makkah dibagi menjadi 10 sektor plus sektor khusus Masjidil Haram.
Masing-masing tugas dan fungsi (tusi) layanan juga akan disebar di sejumlah sektor. Sehingga masing-masing sektor terdapat tusi akomodasi, konsumsi, transportasi, bimbingan ibadah, layanan lansia dan disabilitas, kesehatan, serta perlindungan jemaah (linjam) yang diisi oleh anggota Polri dan TNI.
"Nanti akan ada penguatan, dan di akhir tentu kita akan kembali merefresh semuanya dalam konteks penyelenggaraan haji secara umum," kata Ichsan menambahkan.
Selain itu, masing-masing daker juga nanti akan menjadi penanggung jawab saat puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Daker Bandara akan bertanggung jawab di Arafah, Daker Makkah akan menghendel Musdhalifah, sementara Daker Madinah akan bertugas di Mina.
Sebagai informasi, Diklat PPIH Arab Saudi 2026 ini digelar dengan konsep semi-militer di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, sejak 10 hingga 30 Januari secara luring dan akan dilanjutkan secara daring hingga 8 Februari 2026.
Pada pekan pertama, para peserta diajarkan praktik baris-berbaris atau PBB. Tujuannya untuk melatih kedisiplinan. Sementara di malam harinya peserta mendapatkan materi pengetahuan umum terkait haji, kebijakan nusuk, manasik haji, hingga Bahasa Arab.
Sedangkan pekan kedua fokus pada kelas tugas dan fungsi (tusi), mulai dari konsumsi, akomodasi, transportasi, layanan lansia dan disabilitas, hingga bimbingan ibadah. Namun di luar itu, perserta diklat juga dikasih materi "psikologi petugas haji" serta "layanan haji lansia."
Pada pekan ketiga, peserta akan difokuskan pada materi daerah kerja (daker). Selain itu, para peserta juga diberikan materi sosl Strategi Operasional Armuzna pada Puncak Haji 2026, dan materi simulasi Tactical Floor Game (TFG).
Materi ini diharapkan dapat membantu para petugas haji dalam mengurai kompleksitas persoalan di lapangan, khususnya saat puncak haji pada Armuzna (Arafah, Musdhalifah, dan Mina).
Penulis: Abdul Aziz
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id


































