Di Balik Penipuan Lowongan Kerja: Pegawai BUMN Bisa Gajian 20 Kali

Oleh: Dano Akbar M Daeng - 12 Januari 2018
Dibaca Normal 4 menit
Selain PNS, profesi pegawai BUMN sering kali jadi ajang tipu-tipu lowongan kerja karena dianggap menjanjikan. Mengapa jadi pegawai BUMN begitu menarik?
tirto.id - Beberapa perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) harus direpotkan melakukan klarifikasi ke publik soal beredarnya informasi lowongan kerja yang dianggap tak benar tapi beredar di masyarakat. Umumnya BUMN-BUMN tersebut adalah mereka yang punya nama besar atau juga sudah go public.

"ADHI tidak pernah melakukan proses recruitment yang bekerja sama dengan salah satu perusahaan travel. ADHI tidak pernah memungut biaya apapun dalam proses recruitment yang dilakukan."

Potongan pengumuman manajemen PT Adhi Karya (Persero) Tbk dalam situs resmi mereka untuk mengklarifikasi adanya penipuan lowongan pekerjaan bukan kali ini saja. Adhi Karya bukan satu-satunya BUMN yang mengalami hal demikian.

Contoh lain ada PT Telkom (Persero) Tbk, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Angkasa Pura I (Persero), PT PLN (Persero), dan PT Inalum (Persero), dan lain-lain.

Modusnya mirip-mirip, biasanya pelaku mengedarkan pengumuman lowongan fiktif melalui webite atau jejaring media sosial. Setelah para pencari kerja mengajukan lamaran, para penipu ini memberikan pemberitahuan bahwa pelamar lolos tahap seleksi dan berhak menjalankan tes lanjutan di Jakarta.

Para pelamar di daerah harus menanggung dulu biaya perjalanan menuju lokasi tes dan membayarkannya ke agen travel abal-abal yang sudah ditentukan. Mereka mendapatkan iming-iming biaya perjalanan akan diganti sepenuhnya di lokasi tes. Bagi yang kritis, ada yang langsung mencium modus ini sebagai penipuan. Namun tak sedikit juga yang tertipu. Kerugiannya juga tidak sedikit, bisa mencapai jutaan rupiah.

"Itu berulang terus dengan modus yang sama. Tapi kalau jeli sebenarnya mudah mengetahuinya, kop surat asal-asalan, nggak ada nomor telepon dan alamat. Kalau saja mau kroscek lagi, pasti selamat. Tapi banyak yang udah kadung euforia," kata Wijaya Laksana, Head of Corporate Communication PT Pupuk Indonesia kepada Tirto.

Padahal bila pelamar jeli, setiap BUMN biasanya selalu menyajikan info lowongan pekerjaan di website resminya masing-masing. Selain itu, lowongan resmi BUMN biasanya menampilkan posisi pekerjaan yang spesifik.


Cara lain biasanya, lowongan dibuka dalam acara sebuah pameran bursa kerja resmi atau bekerja sama dengan perguruan tinggi tertentu. Untuk pencegahan, BUMN juga biasanya mencantumkan notifikasi waspada penipuan lowongan kerja dalam website mereka dan tak meminta persyaratan soal biaya atau uang.

Upaya pencegahan yang sama juga pernah dilakukan PT Angkasa Pura I dan BUMN lainnya. Selain situs resmi, mereka juga kerap mengeluarkan informasi resmi yang disebarkan ke sejumlah media massa.

"Pelamar silakan cek ke website perusahaan. Kami minta masyarakat agar cermat dan berhati-hati serta jangan mudah percaya," kata Kepala Komunikasi Korporat PT PLN, Made Suprateka kepada Tirto.

Aksi tipu-tipu lowongan kerja memang bisa terjadi di mana saja, baik itu PNS, swasta, hingga pegawai BUMN. Namun, khusus BUMN, memunculkan pertanyaan kenapa sering berulang? Mengapa masih ada saja pelamar yang tertipu karena sangat antusias bekerja di BUMN?

Hambra Samal, Deputi Bidang Infrastruktur Bisnis Kementerian BUMN termasuk yang prihatin. Ia berpendapat kejadian semacam itu menunjukkan bahwa menapak karier di perusahaan BUMN sudah semakin menjanjikan bagi masyarakat.

Apakah berkarier di BUMN menjanjikan?

Infografik emang enak kerja di BUMN


Tunjangan, Bonus, dan Jaminan Pensiun

"Kalau di holding (induk usaha), baru masuk pendidikan minimal S1 itu THP (take home pay) berkisar Rp7 juta. Setelah pengangkatan THP sekitar Rp9 juta."

Melati, salah satu pegawai staf PT Pupuk Indonesia, sebagai induk perusahaan sektor pupuk, mencoba buka-bukaan ihwal pendapatannya sebagai pegawai BUMN kepada Tirto. Selain itu, ia diberikan perlindungan asuransi seperti BPJS maupun asuransi swasta.

Ia mengaku setiap tahun selain kewajiban tunjangan hari raya (THR), perusahaan juga memberi bonus tahunan ketika perusahaan berhasil mencatatkan untung. Juga ada insentif cuti, tunjangan dana pensiun lembaga keuangan (DPLK) hingga tunjangan daerah atau fasilitas untuk menyewa rumah di daerah kerja.

"Ya, kalau ditotal setahun bisa 20 kali gajian. Tapi kalau bonus tahunan tergantung laba kinerja," kata Melati, yang bukan nama sebenarnya.

Manajemen PT Pupuk Indonesia saat dikonfirmasi pun tak menampik soal pengakuan Melati tersebut. Melalui Wijaya Laksana, Head of Corporate Communication menegaskan biasanya pendapatan sampai 20 kali gaji bila kondisi perusahaan kinerjanya sedang kinclong.

"20 kali gaji dalam setahun itu bukan normalnya. Namun, itu dalam situasi kondisi perusahaan yang sedang luar biasa bagus. Tidak setiap tahun sampai segitu," tegas Wijaya.

Mirip-mirip dengan Melati, Ujang seorang pegawai staf PT Telkom, menceritakan pengalamannya saat seorang fresh graduate di PT Telkom, bisa dihargai dengan gaji sebesar Rp6,5-7 juta. Selain asuransi, ia juga menerima tunjangan bantuan kemahalan—fasilitas bantuan kepada pegawai untuk membantu mengurangi dari beban kenaikan harga barang—yang nilainya fluktuatif sesuai inflasi. Sehingga ketika harga bahan pokok naik, karyawan akan tertolong dengan tunjangan tersebut.



Selain itu, ada pula jaminan hari tua, tunjangan DPLK, tunjangan pajak, insentif premium hingga insentif jabatan serta THR. Belum lagi ada tunjangan bantuan biaya rumah dan bonus tahunan. Nilai-nilai tunjangan dan gaji pokok pun variatif sesuai status kepegawaian dan masa kerja. Namun, pihak Vice President Corporate Communication PT Telkom Arif Prabowo tak merespons saat dikonfirmasi.

Bagaimana dengan BUMN lainnya?

PT Garuda Indonesia juga tak kalah menggiurkan. Bagi pegawai staf anyar dengan standar S1, gaji yang diterima berkisar Rp7-8 juta. Fasilitas tunjangan relatif sama dengan PT Pupuk Indonesia dan Telkom. Garuda juga melengkapi pendapatan pegawainya dengan insentif cuti sakit (casual sickness). Jadi setiap karyawan yang meminimalisir hak cuti sakitnya dalam satu tahun, maka akan dihargai dengan insentif. Sehingga karyawan bisa terpacu untuk lebih menjaga kesehatan.

"Yang pasti ada THR, leave allowance, tunjangan tengah tahun, casual sickness dan lainnya. Kalau perusahaan untung, kita juga ada bonus tahunan," ujar Jaka, seorang pegawai staf office PT Garuda Indonesia kepada Tirto.

Pihak manajemen PT Garuda Indonesia mencoba merespons soal informasi segala tunjangan tersebut, melalui Ikhsan Rosan, Senior Manager Public Relation.

"Saya tidak begitu hafal, tapi sistem penggajian kita close to market dan sesuai kemampuan perusahaan. Untuk besaran gaji saya nggak bisa sebut angkanya, tapi sudah mengikuti market," katanya saat dikonfirmasi Tirto.



Di BUMN sektor konstruksi seperti Adhi Karya juga punya standar yang mirip-mirip. Walaupun gaji untuk pegawai baru biasanya lebih kecil, tapi tunjangan-tunjangan yang ditawarkan terbilang lengkap. Ada asuransi, jaminan hari tua, tunjangan jabatan, THR, bonus tahunan jika perusahaan untung, bonus ulang tahun perusahaan, hingga tunjangan pendidikan.

"Untuk fresh graduate sekitar Rp5,5-6 juta. Total kurang lebih sekitar 14-15 kali gajian dalam setahun," kata Bunga seorang staf officer Adhi Karya kepada Tirto. Namun, pihak Corporate Communication PT Adhi Karya Tbk Kiki Syahgolang tak merespons.

Gaji dan tunjangan pegawai di BUMN PT Angkasa Pura I juga tak kalah menarik. Di perusahaan ini, fresh graduate mendapat gaji sekitar Rp8-9 juta per bulan. Nilai tersebut sudah termasuk tunjangan keluarga, transportasi, komunikasi, hingga BPJS Ketenagakerjaan.

Juga ada tunjangan tahunan seperti THR, tunjangan cuti, tunjangan sekolah anak, serta bonus bila perusahaan untung. Kesehatan pegawai juga ditanggung oleh perusahaan dengan sistim reimburse. Pensiun pun dijamin lewat dana pensiun PT Angkasa Pura I. Menurut seorang petinggi PT Angkasa Pura I, para pegawai bisa menerima gaji hingga mencapai setara 20 kali dalam setahun.

Ihwal ini pun ditanggapi oleh kementerian BUMN. Sebagai pemegang saham, kementerian BUMN melalui Hambra Samal, Deputi Bidang Infrastruktur Bisnis, menegaskan standar-standar benefit yang didapat para pegawai sebuah BUMN harus berdasarkan ketentuan yang dirumuskan oleh kementerian.

"Ada rumus hitungannya. Pendekatannya soal size perusahaan, penjualan, laba, kompleksitas, competitiveness, PSO (Public Service Obligation), agen pembangunan dan lain-lain," kata Hambra.

BUMN memang sangat wajar begitu diidamkan oleh para pencari kerja. Bahkan dari mereka yang sudah memiliki pekerjaan masih melirik peluang melamar di perusahaan pelat merah. Namun, untuk bisa bergabung di BUMN juga bukan hal yang mudah. Selain harus bersaing dengan banyak kandidat, perusahaan juga punya standar karyawannya masing-masing.

Namun, perlu diingat tak semua BUMN punya kinerja yang kinclong, tak sedikit dari mereka yang merugi, dan tentunya berdampak pada fasilitas pegawainya. Bagi para pencari kerja, hasrat untuk mendapatkan jenjang karier dan kesejahteraan yang baik di BUMN jangan sampai membutakan mata hingga kena aksi tipu-tipu lowongan demi bekerja di perusahaan negara.

Baca juga artikel terkait BUMN atau tulisan menarik lainnya Dano Akbar M Daeng
(tirto.id - Bisnis)

Reporter: Dano Akbar M Daeng
Penulis: Dano Akbar M Daeng
Editor: Suhendra