Dewas Minta BPKH Tak Terlalu Ambil Untung dalam Kelola Dana Haji

Reporter: Riyan Setiawan, tirto.id - 28 Sep 2022 18:20 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Dewas mengusulkan agar BPKH atau Kemenag berinvestasi di Mekkah untuk membangun penginapan, transportasi, hingga katering baik untuk jemaah haji/umrah.
tirto.id -
Anggota Dewan Pengawas Badan Pengelolaan Keuangan Haji (Dewas BPKH), Suhaji meminta kepada BPKH agar menerapkan skenario moderat dalam mengelola keuangan jamaah yang ingin menunaikan ibadah ke tanah suci Mekkah.
Dirinya menjelaskan, strategi moderat yang dimaksud yaitu mampu mengelola setiap risiko yang terjadi. Yakni tidak agresif maupun konservatif dalam mengelola keuangan jemaah. Sehingga, tidak terlalu mencari keuntungan tinggi dengan risiko yang tak terkendali.
Hal tersebut berdasarkan penelitiannya mengenai "Strategi Alokasi Dana Haji yang Optimal di Badan Pengelola Keuangan Haji".
"Maka tetap mempertahankan strategi pengelolaan dana haji yang moderat. Tidak usah terlalu ingin mengejar untung yang tinggi namun risiko justru tak terkendali," kata Suhaji melalui keterangan tertulisnya, Rabu (28/9/2022).
Suhaji menuturkan, BPKH mengelola dana haji sebesar Rp160 triliun. Selama mengelola dana haji, BPKH memperoleh nilai manfaat (return) yang digunakan untuk memberikan subsidi berupa bantuan bagi pemberangkatan jemaah haji mencapai 50%.
Misalnya pada tahun 2020, biaya pemberangkatan haji per jemaah sebesar Rp70 juta. Namun, jemaah hanya membayar Rp35 juta saja, sehingga disubsidi sebesar 50%.
"Sedangkan pada tahun 2022 kemarin biaya haji Rp98 juta, namun jamaah hanya membayar Rp40 juta saja dan disubsidi sebesar Rp58juta," ucapnya.
Dia pun mengusulkan agar BPKH atau Kementerian Agama (Kemenag) melakukan investasi di Mekkah untuk membangun penginapan atau hotel, transportasi, hingga katering baik untuk jamaah haji maupun yang umrah nanti.
Hal tersebut demi kenyamanan para jamaah dalam menjalankan ibadah haji maupun umrah. Ketika mereka nyaman dan mengonsumsi makanan bergizi, para jamaah tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan seperti sakit hingga meninggal dunia.
Berdasarkan data dari Kemenag, total jamaah haji Indonesia tahun yang meninggal di Arab Saudi sebanyak 90 orang dan ratusan mengalami sakit. Namun sampai hari terakhir, tersisa delapan jamaah yang masih dirawat.
"Jadi, seharusnya kita punya peluang untuk berinvestasi di bidang lain yang lebih berguna juga untuk jemaah," pungkasnya.


Baca juga artikel terkait DANA HAJI INDONESIA atau tulisan menarik lainnya Riyan Setiawan
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Riyan Setiawan
Penulis: Riyan Setiawan
Editor: Restu Diantina Putri

DarkLight