Deforestasi di Papua oleh Korindo

Campaign Director at Mighty Earth Phil Aikman (tengah) memberikan keterangan saat merilis temuan investigasi terhadap Grup Korindo di Jakarta, Senin (9/9/2019). tirto.id/Andrey Gromico
Campaign Director at Mighty Earth Phil Aikman (kedua kanan), Executive Director SKP KAMe Merauke Pastor Anselmus Amo (kanan) dan Executive Director Yayasan Pusaka Franky Samperante (kiri) saat merilis temuan investigasi terhadap Grup Korindo di Jakarta, Senin (9/9/2019). tirto.id/Andrey Gromico
Campaign Director at Mighty Earth Phil Aikman (tengah), Executive Director SKP KAMe Merauke Pastor Anselmus Amo (kanan) dan Executive Director Yayasan Pusaka Franky Samperante (kiri) berfoo bersama usai merilis temuan investigasi terhadap Grup Korindo di Jakarta, Senin (9/9/2019). tirto.id/Andrey Gromico
Korindo dinilai telah melanggar hak-hak pribumi, melakukan pemanfaatan hutan dan merusak daerah-daerah penting Konservasi Bernilai Tinggi atau High Conservation Value (HCV).
9 September 2019
Campaign Director at Mighty Earth Phil Aikman, Executive Director SKP KAMe Merauke Pastor Anselmus Amo (kanan) dan Executive Director Yayasan Pusaka Franky Samperante (kiri) saat merilis hasil temuan investigasi tentang deforestasi di Papua yang diduga dilakukan oleh Korindo, Jakarta, Senin (9/9/2019). Organisasi kampanye global perlindungan lingkungan Mighty Earth mempertanyaan keputusan Forest Stewardship Council (FSC), yang menunda publikasi data tentang kesimpulan dari temuan investigasi selama dua tahun ini tentang deforestasi yang diduga dilakukan perusahaan perkayuan dan kelapa sawit Korea - Indonesia di Papua. Korindo diduga menggunakan cara ancaman hukum untuk menutup temuan-temuan dan bukti-bukti yang didapat FSC atas tindakan deforestas di Papua. Korindo dinilai telah melanggar hak-hak pribumi, melakukan pemanfaatan hutan dan merusak daerah-daerah penting Konservasi Bernilai Tinggi atau High Conservation Value (HCV). tirto.id/Andrey Gromico

DarkLight