Debat Pilkada Jatim: Beda Janji Gus Ipul dan Khofifah untuk Petani

Oleh: Addi M Idhom - 8 Mei 2018
Dibaca Normal 1 menit
Gus Ipul dan Khofifah menjelaskan programnya dalam pembangunan bidang pertanian dalam Debat Pilkada Jatim 2018 Tahap Kedua.
tirto.id - Calon Gubernur Jatim nomor urut 2 Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menawarkan sejumlah program untuk pembangunan sektor pertanian saat berbicara dalam Debat Pilkada Jatim 2018 Tahap Kedua.

“BUMD Pangan harus dibentuk. Kami akan dirikan BUMD pangan,” kata Gus Ipul dalam acara debat publik yang digelar KPU Jatim di Dyandra Convention Center Surabaya, Selasa malam (8/5/2018).

Gus Ipul mengatakan pembentukan BUMD pangan akan menjadi solusi untuk mencegah harga produk pertanian anjlok saat masa panen. BUMD itu menurut dia bisa membantu Bulog untuk mencegah harga panen petani merosot karena permainan pasar.

Menurut dia, Pemprov Jatim juga harus menyiapkan program untuk mendidik petani-petani muda yang handal dan meguasai teknologi pertanian. Dia mengutip data Kementerian Pertanian yang menyebut populasi petani Jatim saat ini didominasi warga usia tua, yakni 62 persen. Sedangkan petani muda hanya 12 persen.

Gus Ipul juga menawarkan program untuk menjawab laju alih fungsi lahan pertanian untuk industri dan perumahan yang sulit dihambat. Menurut dia, jawaban atas masalah itu adalah memajukan teknologi pertanian di Jatim.

Untuk itu, dia menawarkan program bernama kooperatif farming. “Pertanian berjamaah, agrobisnis hulu-hilir yang sudah dimulai pada tahun ini,” ujar wakil Gubernur Jatim petahana itu.

Dia menjelaskan program itu dipraktikkan dengan menyiapkan 200-400 hektar lahan pertanian milik kelompok tani (poktan) atau gabungan poktan. Produksi pertanian di lahan kemudian didorong memakai teknologi modern dan tanpa memakai lagi bibit maupun pupuk subsidi.

“Pembiayaannya dari bank dan hasilnya dijual sebagai produk premium. Ini sudah dimulai. Pendapatan petani bisa naik 52 persen,” kata Gus Ipul.

Calon Wakil Gubernur Jatim nomor urut 1 Emil Elestianto Dardak sempat mengkritik program Gus Ipul itu. Dia menilai selama ini masih ada kendala dalam penyaluran kredit perbankan ke kelompok tani. Menurut dia, persoalan agunan dan pendataan petani harus diselesaikan terlih dahulu.

“Kita harus bisa jawab masalah ini secara holistik,” ujar dia.

Khofifah Berjanji Perhatikan Petani Pinggir Hutan

Sementara itu, Calon Gubernur Jatim nomor urut 1 Khofifah Indar Parawansa menyatakan selama ini para petani di kawasan pinggiran hutan di Jatim kurang diperhatikan oleh pemerintah daerah.

“Mereka tak bisa menikmati pupuk atau traktor bersubsidi, tapi produknya diklaim jadi kesatuan produksi di Jatim,” kata Khofifah.

Dia mencatat Jatim memiliki produksi 6,18 juta ton jagung setiap tahun. Di dalamnya, termasuk jagung hasil panen para petani di pinggiran kawasan hutan.

Dia mengatakan akan mendorong kembali program perhutanan sosial di Jatim untuk memberdayakan petani di sekitar hutan.

Dia menambahkan penguatan poktan dan gapoktan adalah solusi untuk mencegah harga hasil panen petani merosot.

Emil Elestianto Dardak menambahkan dia dan Khofifah juga menjajikan program pelayanan informasi super koridor untuk membantu petani.

“Program ini memberi informasi ke petani mengenai komoditas yang baik untuk ditanam,” kata dia.

Debat kali ini mengusung tema Ekonomi dan Pembangunan. Jalannya debat ini dipandu oleh moderator Aiman Witjaksono dan Aviani Malik.

Terdapat empat panelis yang diundang untuk mengajukan pertanyaan pada debat Pilkada Jatim 2018 Tahap Kedua.

Empat panelis tersebut adalah Mohammad Hasan (Rektor Universitas Jember), Nuhfil Hanani (Guru Besar Sosial Ekonomi Universitas Brawijaya), Arif Hoetoro (Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya Malang) dan Nurul Barizah (Wakil Dekan Fakultas Hukum Airlangga).

Pasangan Khofifah-Emil diusung oleh koalisi Partai Demokrat, Golkar, PAN, PPP, Hanura, dan NasDem. Sedangkan pasangan Gus Ipul-Puti diusung oleh koalisi PKB, PDIP, PKS dan Gerindra.

Baca juga artikel terkait DEBAT PILGUB JATIM 2018 atau tulisan menarik lainnya Addi M Idhom
(tirto.id - Politik)


Penulis: Addi M Idhom
Editor: Addi M Idhom