Menuju konten utama

Debat Pilgub Jateng: Beda Cara Sudirman dan Ganjar Atasi Kemiskinan

Surdirman-Ida menjanjikan menurunkan angka kemiskinan di Jateng menjadi 6 persen. Sementara Ganjar Pranowo berpendapat penurunan kemiskinan bisa tercapai jika dibarengi pertumbuhan ekonomi.

Debat Pilgub Jateng: Beda Cara Sudirman dan Ganjar Atasi Kemiskinan
Dua pasangan bakal cagub-cawagub Jawa Tengah Ganjar Pranowo Taj Yasin dan Sudirman Said, Ida Fauziyah berbincang sebelum menjalani tes kesehatan di RSUP Kariadi Semarang, Jumat (12/1/2018). ANTARA FOTO/R. Rekotomo

tirto.id - Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah nomor urut 2, Sudirman Said-Ida Fauziah berjanji menciptakan 5 juta lapangan kerja selama 5 tahun bila memenangkan Pilgub Jateng 2018.

“Kami akan turunkan kemiskinan jadi 6 persen dalam 5 tahun. Caranya dengan mencetak 5 juta lapangan kerja,” kata Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah nomor urut dua Ida Fauziah dalam debat tahap pertama Pilgub Jateng 2018 di Hotel Patra Semarang, pada Jumat malam (20/4/2018).

“Cara ciptakan lapangan kerja dengan melahirkan satu juta wirausahwan perempuan dan 1 juta wirausahwan muda,” Ida menambahkan.

Ida menyatakan janji itu saat menjawab pertanyaan panelis di Debat Tahap Pertama Pilgub Jateng 2018 tentang solusi menekan angka kemiskinan.

Calon Gubernur Jawa Tengah nomor urut dua Sudirman Said mengklaim target menciptakan 5 juta lapangan kerja tersebut realistis. Dia mengilustrasikan di Jawa Tengah ada 8000 lebih desa.

Menurut dia, apabila diciptakan lapangan kerja baru dengan mendorong perkembangan usaha mikro dan kecil di setiap desa tersebut, target penciptaan 5 juta lapangan kerja baru bisa terealisasi.

“5 juta lapangan kerja itu bukan mimpi,” kata Sudirman

Menanggapi pernyataan lawannya, Calon Gubernur Jawa Tengah nomor urut satu Ganjar Pranowo mengingatkan penurunan kemiskinan bisa tercapai bila selaras dengan angka pertumbuhan ekonomi.

Menurut dia, kunci penurunan kemiskinan di Jateng adalah dengan memberikan lebih banyak insentif fasilitas berupa pelatihan, akses modal dan pendampingan.

Dia mencontohkan, nelayan di Kabupaten Demak berharap profesinya bisa tercatat dalam Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan kemudian dengan fasilitas itu bisa mengakses insentif pemerintah.

“Kita bisa buka lapangan kerja dengan insentif dari pemerintah,” kata dia.

Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah nomor urut satu Taj Yasin juga menjelaskan penurunan kemiskinan di Jateng bergantung dengan keberhasilan mengelola modal sosial di provinsi ini.

Dia menyebut salah satu programnya ialah Ekonomi Tren (Ekotren) dan pembentukan sentra kulakan dengan target melahirkan banyak pengusaha baru.

Baca juga artikel terkait DEBAT PILGUB JATENG 2018 atau tulisan lainnya dari Addi M Idhom

tirto.id - Politik
Reporter: Addi M Idhom
Penulis: Addi M Idhom
Editor: Addi M Idhom