tirto.id - Pemerintah Indonesia memberlakukan pembatasan kuota calon jemaah haji yang akan berangkat setiap tahun. Pembatasan ini sesuai dengan ketentuan dari Pemerintah Arab Saudi mengenai jumlah jemaah dari masing-masing negara. Akibatnya, terjadi antrean panjang keberangkatan haji, di mana giliran berangkat ditentukan berdasarkan tahun pendaftaran masing-masing calon jemaah.
Sebagai informasi, pada tahun lalu kuota haji Indonesia 2024 terbanyak sepanjang sejarah penyelenggaraan ibadah haji. Kementerian Agama melalui laman resmi haji.kemenag.go.id, melaporkan kuota Indonesia pada penyelenggaraan ibadah haji 1445 H/2024 M ditetapkan sebanyak 221.000 jemaah.
Indonesia juga memperoleh kuota tambahan sebesar 20.000 jemaah, dengan rincian 10.000 untuk jemaah haji reguler dan 10.000 untuk jemaah haji khusus. Dengan demikian, total jemaah haji Indonesia 2024 mencapai 241.000 orang, yang terdiri atas 213.320 jemaah haji reguler dan 27.680 jemaah haji khusus.
Meski kuota haji Indonesia cukup besar, tingginya peminat menyebabkan antrean panjang keberangkatan, di mana giliran berangkat ditentukan berdasarkan tahun pendaftaran masing-masing calon jemaah. Berikut perhitungan estimasinya:
Daftar Haji Tahun 2025 Berangkat Tahun Berapa?
Berdasarkan analisis data pada laman resmi haji.kemenag.go.id, diperoleh informasi mengenai daftar tunggu keberangkatan haji per wilayah di Indonesia. Data tersebut mencakup sejumlah elemen penting, seperti kuota haji tahunan, jumlah pendaftar, serta estimasi tahun keberangkatan.
Jika mengacu pada angka rata-rata masa tunggu di seluruh daerah yang tercantum (kolom tahun), maka calon jemaah haji yang mendaftar pada 2025 diperkirakan akan berangkat sekitar 24,48 tahun kemudian.
Berikut perkiraan tahun keberangkatan masing-masing calon jemaah haji per provinsi jika mereka mendaftar pada 2025:
- Aceh: estimasi berangkat 2059 (34 tahun tunggu)
- Sumatera Utara: estimasi berangkat 2045 (20 tahun tunggu)
- Sumatera Barat: estimasi berangkat 2049 (24 tahun tunggu)
- Riau: estimasi berangkat 2051 (26 tahun tunggu)
- Jambi: estimasi berangkat 2057 (32 tahun tunggu)
- Sumatera Selatan: estimasi berangkat 2048 (23 tahun tunggu)
- Lampung: estimasi berangkat 2048 (23 tahun tunggu)
- DKI Jakarta: estimasi berangkat 2053 (28 tahun tunggu)
- Jawa Tengah: estimasi berangkat 2057 (32 tahun tunggu)
- D.I. Yogyakarta: estimasi berangkat 2058 (33 tahun tunggu)
- Jawa Timur: estimasi berangkat 2059 (34 tahun tunggu)
- Bali: estimasi berangkat 2053 (28 tahun tunggu)
- Nusa Tenggara Barat: estimasi berangkat 2061 (36 tahun tunggu)
- Nusa Tenggara Timur: estimasi berangkat 2048 (23 tahun tunggu)
- Kalimantan Tengah: estimasi berangkat 2052 (27 tahun tunggu)
- Kalimantan Selatan: estimasi berangkat 2063 (38 tahun tunggu)
- Sulawesi Utara: estimasi berangkat 2041 (16 tahun tunggu)
- Sulawesi Tengah: estimasi berangkat 2048 (23 tahun tunggu)
- Sulawesi Tenggara: estimasi berangkat 2052 (27 tahun tunggu)
- Papua: estimasi berangkat 2049 (25 tahun tunggu)
- Bangka Belitung: estimasi berangkat 2053 (28 tahun tunggu)
- Banten: estimasi berangkat 2052 (27 tahun tunggu)
- Gorontalo: estimasi berangkat 2041 (17 tahun tunggu)
Cek Porsi Keberangkatan Haji 2025
Cek porsi keberangkatan menjadi langkah penting bagi calon jemaah haji (calhaj) yang telah mendaftar. Nomor porsi adalah identitas unik yang diperoleh saat melakukan setoran awal biaya haji di bank penerima. Calhaj bisa mengetahui estimasi tahun keberangkatan melalui laman resmi haji.kemenag.go.id hanya dengan memasukkan nomor porsi. Perhitungan dihitung berdasarkan tahun pendaftaran, kuota provinsi, dan urutan antrean jemaah.
Cara untuk cek porsi calhaj hanya dengan membuka laman informasi waiting list pada haji.kemenag.go.id. Lalu masukkan nomor porsi pada menu “Estimasi Keberangkatan”.
Hasilnya akan menunjukkan nama calhaj, asal wilayah, kuota provinsi/kab/kota, status bayar, estimasi tahun keberangkatan, dan wilayah asal.
Fitur ini membantu calhaj memantau status pendaftaran secara mandiri dan memastikan tidak tertinggal informasi penting seputar jadwal maupun perubahan kebijakan haji.
Biaya Haji 2025 Terbaru Kemenag
Besaran biaya haji tahun 2025 yang harus dibayar oleh calon jemaah reguler bervariasi tergantung embarkasi keberangkatan masing-masing. Jika mengacu pada data resmi dari Kementerian Agama, total biaya haji yang mencakup setoran awal sebesar Rp25 juta ditambah pelunasan menjelang keberangkatan, berkisar antara Rp46,9 juta hingga Rp60,9 juta.
Embarkasi dengan biaya terendah tercatat di Aceh, dengan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) sebesar Rp46,9 juta, sementara biaya tertinggi berasal dari Embarkasi Surabaya, yang memiliki Bipih sebesar Rp60,95 juta. Perbedaan biaya ini disebabkan oleh faktor-faktor seperti fasilitas, jarak, dan biaya operasional lainnya yang terkait dengan penyelenggaraan haji di masing-masing wilayah.
Meskipun begitu, biaya yang sebenarnya harus dibayar oleh calon jemaah akan berkurang setelah memperhitungkan setoran awal dan nilai manfaat yang bisa disesuaikan berdasarkan saldo di rekening virtual masing-masing jemaah.
Masuk tirto.id


































