Menuju konten utama

Contoh Soal Sifat Koligatif Larutan Kelas 12 & Kunci Jawabannya

Contoh soal Kimia kelas 12 semester 1 materi Sifat Koligatif Larutan beserta jawabannya.

Contoh Soal Sifat Koligatif Larutan Kelas 12 & Kunci Jawabannya
Ilustrasi Reaksi Kimia. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Salah satu materi yang diujikan dalam mata pelajaran Kimia kelas 12 semester 1 adalah materi Sifat Koligatif Larutan. Oleh karena itu, contoh soal Sifat Koligatif Larutan diperlukan bagi siswa kelas 12 semester 1 untuk bisa menghadapi ulangan harian atau ujian mata pelajaran Kimia.

Menurut e-Modul Kimia Kemdikbud, sifat koligatif larutan adalah sifat larutan yang bergantung pada jumlah partikel zat terlarut dan bukan pada jenis zat terlarutnya.

Larutan sendiri merupakan campuran homogen yang membentuk satu fasa, yaitu memiliki sifat dan komposisi yang sama antara satu bagian dengan bagian lain di dekatnya.

Sebagian besar larutan memiliki salah satu komponen yang jumlahnya besar. Komponen yang berjumlah besar disebut pelarut (solvent) dan yang lainnya disebut zat terlarut (solute).

Sifat koligatif larutan meliputi empat hal, yaitu penurunan tekanan uap (∆P), kenaikan titik didih (∆Tb), penurunan titik beku (∆Tf), dan tekanan osmotik (π).

Penurunan tekanan uap merupakan selisih antara tekanan uap pelarut murni dengan tekanan uap pelarut dalam larutan. Rumus persamaannya adalah:

ΔP = Xt x Pᵒ

Pᵒ – P = (1 – Xp) x Pᵒ

Pᵒ – P = Pᵒ – Xp x Pᵒ

Kenaikan titik didih merupakan perubahan titik didih dari normal yang disebabkan oleh tekanan udara dan suhu udara luar. Rumus persamaannya adalah:

ΔTb = m x Kb

Penurunan titik beku merupakan perubahan titik beku zat yang berbanding langsung dengan molalitas yang terlarut di dalamnya. Rumus persamaannya adalah:

ΔTf = m x Kf

Tekanan osmotik merupakan tekanan yang diberikan untuk mencegah terjadinya peristiwa osmosis. Rumus persamaannya adalah:

π = MRT

Contoh Soal Sifat Koligatif Larutan Kelas 12 dan Jawabannya

Berikut adalah contoh soal materi sifat koligatif larutan kelas 12 semester 1 serta jawabannya.

1. Semua sifat berikut tergolong sifat koligatif larutan, kecuali ....

A. Penurunan Tekanan Uap

B. Kenaikan Titik Didih

C. Penurunan Titik Beku

D. Tekanan Osmosis

E. Kepekatan Larutan

Jawaban: E

2. Jika tekanan uap pelarut murni adalah P°, tekanan uap larutan adalah P, penurunan tekanan uap larutan ΔP, dan fraksi mol pelarut Xp , serta fraksi mol terlarut Xt , maka hubungan yang benar adalah ....

A. P = Xp . P°

B. P = Xt . P°

C. ΔP = Xp . P°

D. ΔP = Xt . P

E. ΔP = (Xp – Xt )P°

Jawaban: A

3. Fraksi mol urea dalam air adalah 0,2. Tekanan uap jenuh air murni pada suhu 20oC sebesar 17,5 mmHg. Maka tekanan uap jenuh larutan pada suhu itu adalah ... mmHg.

A. 3,5

B. 14

C. 17,5

D. 17,7

E. 21

Jawaban: B

4. Sebanyak 4 gram zat nonelektrolit dilarutkan dalam 100 gram air ternyata mendidih pada suhu 100,347 °C, maka massa molar zat tersebut adalah ....

A. 30

B. 60

C. 90

D. 120

E. 180

Jawaban: B

5. Data percobaan penurunan titik beku:

Urea: Konsentrasi (molal): 0,10 & 0,01 | Titik beku: -0,1860 & -0,0186

Gula: Konsentrasi (molal): 0,10 & 0,01 | Titik beku: -0,1860 & -0,0186

Berdasarkan data percobaan di atas, maka besarnya penurunan titik beku larutan ditentukan oleh ….

A. Jenis zat terlarut

B. Jumlah partikel zat terlarut

C. Jenis larutan

D. Jenis pelarut

E. Perbedaan titik beku pelarut

Jawaban: B

6. Sebanyak 20 gram senyawa berikut dalam 100 gram air yang mempunyai titik beku tertinggi adalah ....

A. Metanol (Mr = 32)

B. Etanol (Mr = 46)

C. Urea (Mr = 60)

D. Glukosa (Mr = 180)

E. Sukrosa (Mr = 342)

Jawaban: E

7. Berikut ini peristiwa kimia dalam kehidupan sehari-hari :

1. Etilen glikol dapat ditambahkan ke dalam radiator mobil

2. Desalinasi air laut.

Kedua contoh di atas berhubungan dengan sifat koligatif larutan secara berturut-turut....

A. Penurunan titik beku dan osmosis balik

B. Penurunan tekanan uap dan tekanan osmosis

C. Tekanan osmosis dan kenaikan titik didih

D. Kenaikan titik didih dan penurunan titik beku

E. Penurunan titik beku dan kenaikan titik didih

Jawaban: A

8. Sebanyak 82 gram suatu zat nonelektrolit dilarutkan dalam air hingga volume 1 liter dan mempunyai tekanan osmosis sebesar 9,84 atm pada suhu 27oC. Jika tetapan gas R = 0,082 L atm / mol K, maka Mr zat tersebut adalah ....

A. 180

B. 205

C. 208

D. 214

E. 342

Jawaban: B

9. Tekanan osmotik suatu larutan yang terdiri atas 7,2 g glukosa (C6H12O6) dalam 250 mL larutan pada suhu 27 °C adalah .... (Ar C = 12 g/mol, Ar O = 16 g/mol, Ar H = 1 g/mol)

A. 59,1 atm

B. 39,4 atm

C. 19,7 atm

D. 3,94 atm

E. 1,97 atm

Jawaban: D

10. Pernyataan yang benar tentang sifat koligatif larutan adalah ....

A. Titik didih larutan lebih tinggi dari titik didih pelarutnya

B. Titik beku larutan lebih tinggi dari titik beku pelarutnya

C. Tekanan uap larutan lebih tinggi dari tekanan uap pelarutnya

D. Tekanan osmotik larutan encer sama dengan tekanan osmotik larutan pekat

E. Titik beku larutan pekat lebih tinggi dari titik beku larutan encer

Jawaban: A

11. Tekanan osmotik larutan glukosa 0,01 M pada suhu 27 oC dimana R = 0,082 adalah

....

Jawaban:

M = 0,01 M

R = 0,082 L . atm/mol.K

T = 27 oC = 27 + 273 K = 300 K

Ditanya: π ?

Jawab:

π = MRT

π = 0,01 M x 0,082 L . atm/mol.K x 300 K

π = 0,01 x 24,6 atm

π = 0,246 atm

12. Larutan yang isotonis dengan larutan glukosa 0,3 M adalah ....

Jawaban:

Larutan yang isotonis glukosa 0,3M adalah larutan yang memiliki konsentrasi yang sama dengan larutan glukosa 0,3M sehingga jawaban yang tepat adalah urea 0,3M

13. Tekanan osmosis larutan yang dibuat dengan melarutkan 6 gram zat X (Mr = 60)

dalam 500 mL air pada suhu 27 oC adalah ….

Jawaban:

X --- gr = 6 gr

Mr = 60 gr/mol

V larutan = 500 ml

R = 0,082 L . atm/mol.K

T = 27 oC = 27 + 273 K = 300 K

Dit: π ?

Jawab:

π = MRT

π = 𝑔𝑟

𝑀𝑟 𝑥 1000

𝑉(𝑚𝑙) x R x T

π = 6 𝑔𝑟

60 𝑔𝑟/𝑚𝑜𝑙 𝑥 1000

500 x 0,082 L . atm/mol.K x 300 K

π = 0,2 M x 0,082 L . atm/mol.K x 300 K

π = 0,2 x 24,6 atm

π = 4,92 atm

14. Beberapa contoh penerapan sifat koligatif larutan dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut.

1. Proses penyerapan air dalam tanah oleh akar tanaman

2. Membasmi lintah dengan menabur garam dapur

3. Pemakaian garam dapur untuk pencairan salju

4. Penambahan etilena glikol pada radiator mobil

Penerapan sifat koligatif yang berkaitan dengan penurunan titik beku larutan adalah ...

Jawaban:

Beberapa contoh penerapan sifat koligatif larutan dalam kehidupan

sehari-hari adalah sebagai berikut.

1. Proses penyerapan air dalam tanah oleh akar tanaman (osmotik)

2. Membasmi lintah dengan menabur garam dapur (osmotik)

3. Pemakaian garam dapur untuk pencairan salju (titik beku)

4. Penambahan etilena glikol pada radiator mobil (titik beku)

15. Suatu larutan urea dalam air memiliki penurunan titik beku 0,372 °C. Jika Kb air =

0,52 °C/m dan Kf air = 1,86 °C/m maka kenaikan titik didih larutan urea tersebut

adalah ....

Jawaban:

Hitung dulu molal zat dari data penurunan titik beku

∆Tf = m x Kf

0,372= m x 1,86

m = 0,372 𝐶𝑜

1,86 𝐶/𝑚𝑜𝑙𝑎𝑙𝑜

m = 0,2 molal

∆Tb = m x Kb

∆Tb = 0,2 molal x 0,52 °C/molal

∆Tb = 0,104°C

Baca juga artikel terkait CONTOH SOAL atau tulisan lainnya dari Muhammad Iqbal Iskandar

tirto.id - Pendidikan
Kontributor: Muhammad Iqbal Iskandar
Penulis: Muhammad Iqbal Iskandar
Editor: Yulaika Ramadhani