Menuju konten utama
Naskah Khotbah Jumat

Contoh Khutbah Jumat Tentang Bersyukur atas Nikmat Allah SWT

Baca panduan khutbah jumat singkat tentang bersyukur lengkap dengan dalil Al-Qur'an dan Hadis untuk meningkatkan qana'ah dalam hidup.

Contoh Khutbah Jumat Tentang Bersyukur atas Nikmat Allah SWT
Ilustrasi berdoa ketika selesai khutbah jumat singkat tentang bersyukur. foto/istockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Khutbah jumat singkat tentang bersyukur atas nikmat dari Allah SWT merupakan salah satu tema penting yang sangat relevan untuk senantiasa direnungkan oleh setiap umat Islam. Rasa syukur tidak hanya sekadar ucapan lisan, melainkan bentuk kesadaran mendalam atas segala karunia yang telah dilimpahkan dalam kehidupan sehari-hari.

Penyampaian khutbah tentang bersyukur menjadi pengingat yang baik agar kita tidak mudah merasa kufur, melainkan senantiasa menghargai setiap rezeki, kesehatan, dan kesempatan yang diberikan Sang Pencipta. Melalui pemahaman yang utuh, ibadah dan amal saleh yang kita lakukan diharapkan bisa menjadi lebih ikhlas dan bermakna.

Artikel ini menyajikan referensi khutbah jumat singkat tentang bersyukur yang ringkas, padat, dan mudah dipahami sehingga sangat cocok untuk dijadikan panduan para khatib dalam menyampaikan pesan-pesan kebaikan. Pesan moral yang diusung berfokus pada bagaimana menjaga ketenangan jiwa melalui sikap qana'ah dan selalu berterima kasih kepada Allah SWT.

Contoh Teks Khutbah Jumat Singkat Tentang Bersyukur

Teks khutbah jumat singkat tentang bersyukur merupakan salah satu sarana efektif untuk menyampaikan pesan keagamaan dan ajakan kebaikan kepada umat Muslim. Melalui penyampaian yang singkat namun sarat makna, jemaah dapat dengan mudah menyerap serta mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu tema yang sangat krusial untuk senantiasa diangkat adalah tentang pentingnya rasa syukur atas segala nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT. Adapun gambaran penyampaian naskah khutbah Jumat tentang bersyukur atas nikmat Allah yang ringkas dan padat materi dapat disimak sebagai berikut.

Contoh Pertama

Sebagai makhluk diciptakan paling sempurna di antara makhluk-makhluk lainnya, maka sudah sepatutnya kita sebagai manusia selalu bersyukur atas segala nikmat yang telah dianugerahkan oleh Allah SWT.

Ada begitu banyak nikmat dan anugerah yang telah Allah berikan kepada kita, bahkan ketika Allah memberikan cobaan dan musibah, terselip karunia dan berkah yang kadang tidak kita sadari.

Salah satu cara paling mudah yang bisa kita lakukan untuk mensyukuri nikmat Allah SWT adalah dengan selalu mengucap hamdalah atau Alhamdulillah dalam setiap kondisi dan keadaan yang kita terima, entah itu saat senang maupun ketika sedang mendapatkan cobaan hidup.

Jika ingin menghitung berapa banyak nikmat yang telah kita terima semasa hidup, sudah pasti nikmat tersebut tidak terhitung jumlahnya.

Karenanya, apabila kita selalu bisa bersyukur dalam berbagai kondisi yang kita terima, insya Allah, Allah SWT juga akan selalu menyayangi kita dan nikmat-Nya akan terus mengalir dalam kehidupan kita.

Seperti firman Allah SWT:

وَاِنۡ تَعُدُّوۡا نِعۡمَةَ اللّٰهِ لَا تُحۡصُوۡهَاؕ اِنَّ اللّٰهَ لَـغَفُوۡرٌ رَّحِيۡمٌ‏

Wa in ta'udduu ni'matal laahi laa tuhsuuhaa; innal laaha la Ghafuurur Rahiim

Artinya: Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, Allah benar-benar Maha Pengampun, Maha Penyayang. (QS. An-Nahl: 18).

Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,

Dalam ayat ini dijelaskan tentang begitu banyaknya nikmat dan karunia yang Allah anugerahkan kepada umat-Nya, baik di langit, darat, air, maupun dalam diri manusia; semua demi kemaslahatan dan kebaikan manusia.

Dan jika manusia berkumpul secara bersama-sama memakai alat-alat tercanggih sekalipun untuk menghitung nikmat Allah yang telah kita terima, niscaya sampai kapan pun manusia tidak akan mampu menghitung jumlahnya.

Sungguh, Allah benar-benar Maha Pengampun atas kesalahan-kesalahan manusia, Zat Yang Maha Penyayang, sehingga Allah tidak memutus nikmat-Nya kepadamu meski manusia banyak yang mendurhakai dan mengingkari-Nya.

Allah juga menegaskan dalam ayat ini bahwa apabila manusia mau menghitung nikmat-Nya, tentu mereka tak akan dapat menentukan jumlahnya karena pikiran manusia itu sangat terbatas, sedangkan nikmat Allah begitu luas.

Oleh sebab itu, kewajiban manusia hanyalah mensyukuri nikmat-nikmat itu dan memanfaatkannya untuk memenuhi keperluan hidupnya dan berkhidmat kepada masyarakat sesuai dengan tuntunan dan keridaan Allah SWT.

Di akhir ayat juga disampaikan bahwa sesungguhnya Allah itu Maha Pengampun dan Maha Penyayang.

Pengampunan yang disebutkan dalam ayat ini karena kebanyakan manusia hanya mensyukuri sebagian kecil dari nikmat yang mereka terima, sedangkan nikmat-nikmat yang sangat luas biasanya dilupakan begitu saja.

Seperti dikutip dari laman Kemenag, penyebutan kata-kata Maha Penyayang menunjukkan bahwa Allah tidak akan memberikan hukuman kepada manusia pada saat itu juga meski banyak manusia yang ingkar terhadap nikmat Allah yang Mahaluas.

Selalu mensyukuri nikmat yang diberikan Allah kepada kita, termasuk perkara penting dalam kehidupan seorang Muslim.

Ada banyak ayat di Al-Qur'an yang menyebutkan bahwa Allah menjanjikan pahala yang besar kepada umatnya yang selalu bisa bersyukur atas karunia yang didapatnya, bahkan syukur dan nikmat itu akan ditambahkan lagi.

Rasulullah SAW bersabda:

"Perkara orang mukmin itu menakjubkan. Sesungguhnya seluruh urusannya adalah baik dan hal itu tidak ada kecuali pada seorang mukmin. Apabila dia mendapatkan kebahagiaan dia bersyukur. Maka ini baik baginya. Dan bila dia tertimpa musibah dia bersabar. maka ini baik baginya." (HR. Muslim).

Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,

Ada banyak manfaat yang bisa kita peroleh dengan selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah kepada kita.

Dalam surah An-Naml ayat 40, Nabi Sulaiman As yang juga seorang raja bijaksana mengatakan, ketika ia bersyukur maka rasa syukur itu sesungguhnya untuk dirinya sendiri, tetapi apabila seseorang kufur nikmat, maka kekufurannya itu akan merugikan dirinya sendiri pula.

قَالَ ٱلَّذِى عِندَهُۥ عِلْمٌ مِّنَ ٱلْكِتَٰبِ أَنَا۠ ءَاتِيكَ بِهِۦ قَبْلَ أَن يَرْتَدَّ إِلَيْكَ طَرْفُكَ ۚ فَلَمَّا رَءَاهُ مُسْتَقِرًّا عِندَهُۥ قَالَ هَٰذَا مِن فَضْلِ رَبِّى لِيَبْلُوَنِىٓ ءَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ ۖ وَمَن شَكَرَ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِۦ ۖ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ رَبِّى غَنِىٌّ كَرِيمٌ

Qoolal lazii indahuu 'ilmum minal Kitaabi ana aatiika bihii qabla ai yartadda ilaika tarfuk, falammaa ra aahu mustaqirran 'indahuu qoola haazaa min fadli Rabbii, li yabluwaniii 'a-ashkuru am akfuru wa man shakara fa inna Rabbi ganiyyung kariim.

Artinya: Seorang yang mempunyai ilmu dari Kitab berkata, "Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip." Maka ketika dia (Sulaiman) melihat singgasana itu terletak di hadapannya, dia pun berkata, "Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mengujiku, apakah aku bersyukur atau mengingkari (nikmat-Nya). Barang siapa bersyukur, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri, dan barang siapa ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Mahakaya, Mahamulia." (QS. An-Naml: 40).

Pada kalimat terakhir pada ayat ini disebutkan Dan barang siapa ingkar terhadap nikmat-Nya seperti menganggap nikmat yang diperolehnya karena jerih payahnya saja atau menggunakannya untuk kemaksiatan, maka sesungguhnya Allah SWT Mahakaya, tidak membutuhkan siapa pun, bahkan sebaliknya semua makhluk membutuhkan-Nya, serta Mahamulia tidak pernah melakukan sesuatu yang tak terpuji.

Nabi Sulaiman yang dianugerahi kekayaan dan jabatan saja masih selalu mensyukuri nikmat yang diperolehnya, karenanya kita sebagai manusia sekiranya dapat mencontoh teladan yang telah diberikan para nabi, bersyukur atas nikmat dan rezeki yang diberikan Allah SWT, baik dalam keadaan senang maupun dalam keadaan sedih.

Insya Allah, nikmat yang kita peroleh itu akan bertambah berkali-kali lipat jika kita mau bersyukur.

Demikianlah khutbah Jumat kali ini, semoga apa yang disampaikan dapat diambil hikmahnya dan dijadikan pelajaran dalam hidup. Aamiin yaa rabbal 'alamiin.

Kesalahan datang dari diri khatib pribadi, kebenaran hanya milik Allah SWT. Wabillaahi taufik walhidayah, wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakatuuh.

Contoh Kedua

Segala puji bagi Allah SWT, Tuhan semesta alam, yang tiada henti-hentinya melimpahkan rahmat, taufik, serta hidayah-Nya kepada kita. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi teladan kita, Rasulullah Muhammad SAW, beserta keluarga, para sahabat, dan pengikutnya hingga akhir zaman.

Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,

Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya takwa, yaitu dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi seluruh larangan-Nya. Salah satu wujud nyata dari ketakwaan seorang hamba adalah dengan senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang telah Allah berikan.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an surah Ibrahim ayat 7:

وَاِذۡ تَاَذَّنَ رَبُّكُمۡ لَٮِٕنۡ شَكَرۡتُمۡ لَاَزِيۡدَنَّكُمۡ وَلَٮِٕنۡ كَفَرۡتُمۡ اِنَّ عَذَابِیۡ لَشَدِيۡدٌ

Wa iz ta'azzana Rabbukum la'in shakartum la'aziidannakum wa la'in kafartum inna 'azaabii lashadiid

Artinya: Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, "Sungguh, jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sungguh, azab-Ku sangat berat." (QS. Ibrahim: 7).

Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,

Ayat di atas memberikan ketegasan kepada kita bahwa janji Allah itu pasti. Barang siapa yang pandai bersyukur, Allah tidak hanya akan menjaga nikmat tersebut, tetapi juga akan melipatgandakannya. Sebaliknya, sikap mengkufuri nikmat atau tidak mau bersyukur hanya akan membawa penyesalan dan mengundang kerugian di dunia maupun di akhirat.

Bersyukur tidak cukup hanya diucapkan dengan lisan berupa bacaan Alhamdulillah, tetapi juga harus diresapi dalam hati dan diwujudkan melalui perbuatan.

Ada tiga cara utama bagi seorang Muslim dalam mengamalkan rasa syukur:

1. Syukur dengan Hati

Menerima dan menyadari dengan tulus bahwa seluruh nikmat yang kita nikmati, seperti bernapas, kesehatan, rezeki, dan keluarga, murni berasal dari kasih sayang Allah SWT.

2. Syukur dengan Lisan

Mengagungkan nama Allah SWT, memuji-Nya dalam setiap kesempatan, dan menggunakan tutur kata yang baik kepada sesama.

3. Syukur dengan Anggota Tubuh

Memanfaatkan seluruh potensi dan anggota badan yang Allah berikan untuk melakukan ketaatan, ibadah, serta kebaikan sosial bagi sesama manusia.

Rasulullah SAW juga mengingatkan kita agar senantiasa melihat ke bawah dalam urusan duniawi agar kita mudah bersyukur. Beliau bersabda:

"Lihatlah kepada orang yang berada di bawah kalian dan janganlah melihat kepada orang yang berada di atas kalian, karena hal itu lebih layak agar kalian tidak memandang hina nikmat Allah yang diberikan kepada kalian." (HR. Muslim).

Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,

Ketika kita terbiasa bersyukur, hati akan menjadi tenang, jauh dari sifat iri hati, dan senantiasa merasa cukup (qana'ah). Mari kita jadikan setiap detik kehidupan kita sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui rasa syukur.

Semoga Allah SWT menggolongkan kita ke dalam kelompok hamba-hamba-Nya yang pandai bersyukur dan senantiasa mendapat limpahan rahmat-Nya. Aamiin yaa rabbal 'alamiin.

Barakallahu lii wa lakum fil qur'anil 'azhiim. Wabillaahi taufik walhidayah, wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakatuh.

Jika anda ingin mengetahui informasi mengenai Khutbah Jumat, seperti Khutbah Jumat singkat tentang bersyukur di atas, silakan klik tautan di bawah ini.

Kumpulan artikel tentang Khutbah Jumat

Baca juga artikel terkait KHUTBAH JUMAT SINGKAT atau tulisan lainnya dari Dhita Koesno

tirto.id - Edusains
Penulis: Dhita Koesno
Editor: Addi M Idhom
Penyelaras: Satrio Dwi Haryono