tirto.id - Contoh kesepakatan kelas merupakan salah satu agenda yang penting di awal masuk sekolah. Seluruh siswa dan guru menyusun kesepakatan ini melalui diskusi terbuka. Melalui kesepakatan tersebut, mereka bertujuan menciptakan suasana belajar yang tertib, nyaman, dan kondusif.
Menjelang dimulainya kegiatan belajar mengajar, guru, orang tua, dan siswa harus mempersiapkan diri sebaik mungkin. Mereka perlu melakukan persiapan agar proses pembelajaran dapat berjalan lancar sejak hari pertama. Semua pihak harus berperan aktif untuk menciptakan lingkungan belajar yang positif.
Pada hari pertama sekolah, siswa bisa mulai menyusun struktur kelas dan jadwal piket. Selain itu, mereka juga dapat merancang kesepakatan kelas bersama guru. Dalam kesepakatan tersebut, guru dan siswa juga menetapkan aturan serta konsekuensi jika terjadi pelanggaran, misalnya siswa yang melanggar akan mendapatkan pendampingan atau pembinaan dari guru BK.
Contoh Kesepakatan Kelas

Kesepakatan kelas menjadi salah satu unsur pendukung yang dapat membuat proses belajar-mengajar berjalan lancar. Proses pembelajaran yang kondusif dan baik membantu keberhasilan siswa dalam meningkatkan kemampuan akademik. Oleh sebab itu, kesepakatan kelas tidak ada salahnya untuk dibuat para peserta didik dengan dibimbing guru, seperti pada contoh kesepakatan kelas SD.
Dalam penyusunan kesepakatan kelas, terdapat sejumlah hal yang sebaiknya diperhatikan, seperti penggunaan kalimat positif, mudah dimengerti, logis, dan tidak berlebihan. Semua poin juga perlu disepakati bersama agar kesepakatan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Prinsip ini juga berlaku dalam contoh kesepakatan kelas SMP dan sekolah lainnya.
Setiap jenjang pendidikan tentu memiliki karakteristik yang berbeda dalam membuat kesepakatan kelas. Misalnya, contoh kesepakatan kelas SMA biasanya lebih kompleks dibandingkan dengan jenjang sebelumnya, begitu pula dengan contoh kesepakatan kelas SMK yang lebih kontekstual dengan dunia kerja. Meski berbeda, semua kesepakatan bertujuan untuk membangun lingkungan belajar yang positif.
Berikut ini contoh kesepakatan kelas SD, SMP, SMA, dan SMK dalam Kurikulum Merdeka:
- Datang ke sekolah tepat waktu dan tidak terlambat
- Memakai seragam sekolah yang sopan dan rapi serta memenuhi standar ketentuan
- Menjalankan piket sesuai jadwal yang telah disepakati
- Selalu menjaga kebersihan kelas dan sekolah dengan membuah sampah pada tempatnya
- Tidak berbicara yang tidak perlu selama proses belajar-mengajar berlangsung
- Menghargai perbedaan pendapat di dalam kelas
- Menghormati seluruh warga sekolah baik guru, peserta didik lain, maupun staf pengajar
- Membiasakan mengucapkan maaf, tolong, dan terima kasih ketika memerlukan bantuan
- Bersama-sama mencegah terjadinya bullying
- Tidak membeda-bedakan teman dalam berbagai aspek latar belakang
- Saling memberi contoh yang baik kepada seluruh warga sekolah
- Membiasakan senyum, sapa, salam ketika bertemu warga sekolah
- Tidak mencuri maupun merusak barang teman maupun fasilitas sekolah
- Ikut membayar iuran kelas
- Menyampaikan izin apabila berhalangan untuk datang ke sekolah karena alasan penting
- Saling tolong-menolong dalam kesulitan maupun kebahagiaan kelas
- Bermusyawarah dalam menentukan keputusan untuk kemajuan kelas
- Tidak bekerja sama dalam contek-menyontek saat ujian sekolah
- Membaca asmaul husna setiap hari Jumat pagi.
- Tidak mengirim konten-konten negatif di dalam grup WhatsApp kelas
- Bertutur kata yang baik kepada sesama teman kelas
- Bersama-sama ikut menjenguk teman kelas yang sakit lebih dari dua hari
- Tidak melakukan candaan yang melebihi batas kepada teman kelas
- Tidak menggunakan ponsel pada jam pembelajaran selama tidak dibutuhkan
- Tidak membawa rokok, minuman keras, hingga barang yang dilarang ke dalam kelas
- Selalu membawa alat tulis dan buku pelajaran sesuai jadwal
- Mengikuti upacara bendera dengan tertib dan khidmat
- Menyelesaikan tugas sekolah tepat waktu
- Menggunakan bahasa yang sopan saat berdiskusi atau bertanya di kelas
- Menjaga privasi dan perasaan teman, baik di dalam maupun luar kelas
- Tidak menggunakan kata-kata kasar, menghina, atau merendahkan teman
- Menghindari kegiatan yang mengganggu konsentrasi belajar teman
- Mendengarkan ketika guru atau teman sedang berbicara di kelas
- Menjaga ketertiban saat perpindahan jam pelajaran
- Menjaga keamanan dan ketertiban saat kegiatan ekstrakurikuler
- Tidak meninggalkan kelas tanpa izin dari guru
- Menjaga kerahasiaan masalah pribadi teman yang dipercayakan
- Tidak membawa senjata tajam atau benda berbahaya ke sekolah
- Menjaga nama baik kelas dan sekolah di dalam maupun luar lingkungan sekolah
- Bersikap aktif dalam kegiatan kelas dan sekolah secara positif
Contoh Konsekuensi dari Pelanggaran Kesepakatan Kelas
Setiap kesepakatan yang telah disepakati bersama di kelas tentu perlu diiringi dengan konsekuensi yang jelas apabila dilanggar. Konsekuensi tersebut bertujuan untuk mendidik siswa agar lebih bertanggung jawab atas sikap dan tindakannya. Bentuk konsekuensinya bisa berupa teguran lisan, peringatan tertulis, hingga tugas tambahan yang bersifat mendidik seperti membuat refleksi diri atau membersihkan area kelas.
Berikut adalah contoh konsekuensi dari pelanggaran kesepakatan kelas:
- Teguran lisan secara langsung dari guru saat pelanggaran terjadi
- Peringatan tertulis yang diberikan kepada siswa untuk diarsipkan dan ditandatangani
- Permintaan maaf secara langsung kepada pihak yang dirugikan atau seluruh kelas
- Menyelesaikan tugas tambahan seperti membuat rangkuman materi atau refleksi sikap
- Mendapat tugas kebersihan tambahan di luar jadwal piket
- Membuat surat pernyataan tertulis untuk tidak mengulangi pelanggaran
- Pemanggilan orang tua/wali jika pelanggaran dilakukan lebih dari satu kali
- Tidak diperbolehkan mengikuti kegiatan kelas atau sekolah tertentu untuk waktu sementara
- Pengurangan poin kedisiplinan atau nilai sikap jika sekolah menerapkan sistem poin
- Kegiatan bimbingan konseling (BK) secara berkala bersama guru BK
- Membuat proyek atau poster bertema disiplin/sikap positif sebagai bentuk tanggung jawab
- Dimasukkan dalam daftar pengamatan perilaku untuk waktu tertentu
- Mengembalikan atau memperbaiki barang yang dirusak jika pelanggaran menyangkut fasilitas
- Dilarang membawa gawai selama beberapa hari jika melanggar aturan penggunaan ponsel
- Menyampaikan presentasi atau testimoni di kelas tentang pentingnya menaati aturan
- Mengikuti kelas tambahan atau sesi bimbingan di luar jam pelajaran reguler
- Tidak diperkenankan duduk bersebelahan dengan teman tertentu jika pelanggaran melibatkan kerja sama negatif
- Kehilangan hak suara sementara dalam musyawarah kelas jika melanggar kesepakatan secara berulang
- Penundaan atau pencabutan hak sebagai pengurus kelas/anggota organisasi jika relevan
- Diberikan tugas sosial atau kegiatan bakti sekolah sebagai bentuk kontribusi memperbaiki lingkungan sekolah
Penulis: Syamsul Dwi Maarif
Editor: Yulaika Ramadhani
Penyelaras: Satrio Dwi Haryono
Masuk tirto.id






































