Menuju konten utama

40 Contoh Kesepakatan Kelas SD, SMP, dan SMA Kurikulum Merdeka

Rencana kesepakatan kelas menjadi salah satu agenda yang dapat dilakukan di awal tahun ajaran baru. Berikut contoh kesepakatan kelas yang bisa disepakati.

40 Contoh Kesepakatan Kelas SD, SMP, dan SMA Kurikulum Merdeka
Siswa mengikuti kegiatan contoh kesepakatan kelas bersama guru. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/foc.

tirto.id - Contoh kesepakatan kelas merupakan salah satu agenda yang penting di awal masuk sekolah. Seluruh siswa dan guru menyusun kesepakatan ini melalui diskusi terbuka. Melalui kesepakatan tersebut, mereka bertujuan menciptakan suasana belajar yang tertib, nyaman, dan kondusif.

Menjelang dimulainya kegiatan belajar mengajar, guru, orang tua, dan siswa harus mempersiapkan diri sebaik mungkin. Mereka perlu melakukan persiapan agar proses pembelajaran dapat berjalan lancar sejak hari pertama. Semua pihak harus berperan aktif untuk menciptakan lingkungan belajar yang positif.

Pada hari pertama sekolah, siswa bisa mulai menyusun struktur kelas dan jadwal piket. Selain itu, mereka juga dapat merancang kesepakatan kelas bersama guru. Dalam kesepakatan tersebut, guru dan siswa juga menetapkan aturan serta konsekuensi jika terjadi pelanggaran, misalnya siswa yang melanggar akan mendapatkan pendampingan atau pembinaan dari guru BK.

Contoh Kesepakatan Kelas

Belajar di lantai perumahan guru di Mentawai

Sejumlah murid SDN 06 Madobag belajar di lantai perumahan guru mereka di dusun Rokdog, Desa Madobag, Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Selasa (13/2/2024).ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/foc.

Kesepakatan kelas menjadi salah satu unsur pendukung yang dapat membuat proses belajar-mengajar berjalan lancar. Proses pembelajaran yang kondusif dan baik membantu keberhasilan siswa dalam meningkatkan kemampuan akademik. Oleh sebab itu, kesepakatan kelas tidak ada salahnya untuk dibuat para peserta didik dengan dibimbing guru, seperti pada contoh kesepakatan kelas SD.

Dalam penyusunan kesepakatan kelas, terdapat sejumlah hal yang sebaiknya diperhatikan, seperti penggunaan kalimat positif, mudah dimengerti, logis, dan tidak berlebihan. Semua poin juga perlu disepakati bersama agar kesepakatan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Prinsip ini juga berlaku dalam contoh kesepakatan kelas SMP dan sekolah lainnya.

Setiap jenjang pendidikan tentu memiliki karakteristik yang berbeda dalam membuat kesepakatan kelas. Misalnya, contoh kesepakatan kelas SMA biasanya lebih kompleks dibandingkan dengan jenjang sebelumnya, begitu pula dengan contoh kesepakatan kelas SMK yang lebih kontekstual dengan dunia kerja. Meski berbeda, semua kesepakatan bertujuan untuk membangun lingkungan belajar yang positif.

Berikut ini contoh kesepakatan kelas SD, SMP, SMA, dan SMK dalam Kurikulum Merdeka:

  1. Datang ke sekolah tepat waktu dan tidak terlambat
  2. Memakai seragam sekolah yang sopan dan rapi serta memenuhi standar ketentuan
  3. Menjalankan piket sesuai jadwal yang telah disepakati
  4. Selalu menjaga kebersihan kelas dan sekolah dengan membuah sampah pada tempatnya
  5. Tidak berbicara yang tidak perlu selama proses belajar-mengajar berlangsung
  6. Menghargai perbedaan pendapat di dalam kelas
  7. Menghormati seluruh warga sekolah baik guru, peserta didik lain, maupun staf pengajar
  8. Membiasakan mengucapkan maaf, tolong, dan terima kasih ketika memerlukan bantuan
  9. Bersama-sama mencegah terjadinya bullying
  10. Tidak membeda-bedakan teman dalam berbagai aspek latar belakang
  11. Saling memberi contoh yang baik kepada seluruh warga sekolah
  12. Membiasakan senyum, sapa, salam ketika bertemu warga sekolah
  13. Tidak mencuri maupun merusak barang teman maupun fasilitas sekolah
  14. Ikut membayar iuran kelas
  15. Menyampaikan izin apabila berhalangan untuk datang ke sekolah karena alasan penting
  16. Saling tolong-menolong dalam kesulitan maupun kebahagiaan kelas
  17. Bermusyawarah dalam menentukan keputusan untuk kemajuan kelas
  18. Tidak bekerja sama dalam contek-menyontek saat ujian sekolah
  19. Membaca asmaul husna setiap hari Jumat pagi.
  20. Tidak mengirim konten-konten negatif di dalam grup WhatsApp kelas
  21. Bertutur kata yang baik kepada sesama teman kelas
  22. Bersama-sama ikut menjenguk teman kelas yang sakit lebih dari dua hari
  23. Tidak melakukan candaan yang melebihi batas kepada teman kelas
  24. Tidak menggunakan ponsel pada jam pembelajaran selama tidak dibutuhkan
  25. Tidak membawa rokok, minuman keras, hingga barang yang dilarang ke dalam kelas
  26. Selalu membawa alat tulis dan buku pelajaran sesuai jadwal
  27. Mengikuti upacara bendera dengan tertib dan khidmat
  28. Menyelesaikan tugas sekolah tepat waktu
  29. Menggunakan bahasa yang sopan saat berdiskusi atau bertanya di kelas
  30. Menjaga privasi dan perasaan teman, baik di dalam maupun luar kelas
  31. Tidak menggunakan kata-kata kasar, menghina, atau merendahkan teman
  32. Menghindari kegiatan yang mengganggu konsentrasi belajar teman
  33. Mendengarkan ketika guru atau teman sedang berbicara di kelas
  34. Menjaga ketertiban saat perpindahan jam pelajaran
  35. Menjaga keamanan dan ketertiban saat kegiatan ekstrakurikuler
  36. Tidak meninggalkan kelas tanpa izin dari guru
  37. Menjaga kerahasiaan masalah pribadi teman yang dipercayakan
  38. Tidak membawa senjata tajam atau benda berbahaya ke sekolah
  39. Menjaga nama baik kelas dan sekolah di dalam maupun luar lingkungan sekolah
  40. Bersikap aktif dalam kegiatan kelas dan sekolah secara positif

Contoh Konsekuensi dari Pelanggaran Kesepakatan Kelas

Setiap kesepakatan yang telah disepakati bersama di kelas tentu perlu diiringi dengan konsekuensi yang jelas apabila dilanggar. Konsekuensi tersebut bertujuan untuk mendidik siswa agar lebih bertanggung jawab atas sikap dan tindakannya. Bentuk konsekuensinya bisa berupa teguran lisan, peringatan tertulis, hingga tugas tambahan yang bersifat mendidik seperti membuat refleksi diri atau membersihkan area kelas.

Berikut adalah contoh konsekuensi dari pelanggaran kesepakatan kelas:

  1. Teguran lisan secara langsung dari guru saat pelanggaran terjadi
  2. Peringatan tertulis yang diberikan kepada siswa untuk diarsipkan dan ditandatangani
  3. Permintaan maaf secara langsung kepada pihak yang dirugikan atau seluruh kelas
  4. Menyelesaikan tugas tambahan seperti membuat rangkuman materi atau refleksi sikap
  5. Mendapat tugas kebersihan tambahan di luar jadwal piket
  6. Membuat surat pernyataan tertulis untuk tidak mengulangi pelanggaran
  7. Pemanggilan orang tua/wali jika pelanggaran dilakukan lebih dari satu kali
  8. Tidak diperbolehkan mengikuti kegiatan kelas atau sekolah tertentu untuk waktu sementara
  9. Pengurangan poin kedisiplinan atau nilai sikap jika sekolah menerapkan sistem poin
  10. Kegiatan bimbingan konseling (BK) secara berkala bersama guru BK
  11. Membuat proyek atau poster bertema disiplin/sikap positif sebagai bentuk tanggung jawab
  12. Dimasukkan dalam daftar pengamatan perilaku untuk waktu tertentu
  13. Mengembalikan atau memperbaiki barang yang dirusak jika pelanggaran menyangkut fasilitas
  14. Dilarang membawa gawai selama beberapa hari jika melanggar aturan penggunaan ponsel
  15. Menyampaikan presentasi atau testimoni di kelas tentang pentingnya menaati aturan
  16. Mengikuti kelas tambahan atau sesi bimbingan di luar jam pelajaran reguler
  17. Tidak diperkenankan duduk bersebelahan dengan teman tertentu jika pelanggaran melibatkan kerja sama negatif
  18. Kehilangan hak suara sementara dalam musyawarah kelas jika melanggar kesepakatan secara berulang
  19. Penundaan atau pencabutan hak sebagai pengurus kelas/anggota organisasi jika relevan
  20. Diberikan tugas sosial atau kegiatan bakti sekolah sebagai bentuk kontribusi memperbaiki lingkungan sekolah
Ingin tahu lebih banyak tentang dunia Anak Sekolah? Jangan lewatkan artikel menarik lainnya! Kunjungi tautan tirto.id di bawah ini untuk mendapatkan informasi lengkap dan bermanfaat.

Kumpulan Artikel tentang Anak Sekolah

Baca juga artikel terkait TAHUN AJARAN BARU atau tulisan lainnya dari Syamsul Dwi Maarif

tirto.id - Edusains
Kontributor: Syamsul Dwi Maarif
Penulis: Syamsul Dwi Maarif
Editor: Yulaika Ramadhani
Penyelaras: Satrio Dwi Haryono